Kolaborasi Bersama Antarkomunitas



Menemukan ide di detik-detik garis batas.

Mendengar kata kolaborasi sesungguhnya saya langsung terpikirkan pada musisi, penulis, ataupun penulis dan musisi. Namun, sepertinya kolaborasi antarmusisi ataupun penulis sudah sangat mainstream. Berbekal pengetahuan soal kepecintaalaman serta kecintaan saya pada dunia literasi, maka saya akan membahas sebuah kolaborasi unik yang ada di Yogyakarta.

Lelaki yang Mengusap Kepalaku Dari Jauh


Ada bagian memori yang kembali ketika aku bertemu dia hari itu. Sisa-sisa masa lalu yang belum selesai. Jeda panjang yang kami lalui tanpa tegur sapa. Aku terhenyak, menatap sosoknya yang berdiri di depanku. Diam-diam aku bergumam sendiri. Itu dia. Orang yang dulu pernah aku kagumi. Orang yang dulu sempat aku perhatikan, hingga ujungnya saat itu aku menulis sebuah cerita tentang dia. Tentang bagaimana aku berharap dia mau melihatku sebagai perempuan, bukan sebagai adiknya.

Yuki no Hana, Pertemuan Manis di Festival Salju Sapporo


Judul: Yuki no Hana | Pengarang: Primadona Angela | Penerbit: Noura Books | Tahun Terbit: 2014  | ISBN: 9786021606728 | Harga: Rp 44.000,- (Saya beli obralan 12.000 kalo nggak salah).

Angan Senja & Senyum Pagi, Sebuah Kemungkinan Dalam Ketakterbatasan


Judul: Angan Senja & Senyum Pagi | Pengarang: Fahd Pahdepie | Penerbit: Falcon Publishing | Tahun Terbit: Februari 2017  | ISBN: 9786026051455 | Harga: Rp 85.000,-