Tuesday, July 25, 2017

Media Sosial dan Eksistensi Diri



Jika kamu sampai pada postingan ini, tandanya saya sudah ada dalam jejaring sosial yang kamu punya. Sebuah bukti nyata bahwa jejaring sosial membuat siapapun, termasuk saya, bisa eksis kapanpun dan di manapun.

Sampai hari ini, saya masih sering menyibukkan diri dengan kegiatan scrolling timeline di aneka media sosial yang saya punya. Manfaatnya apa? Bisa untuk membunuh waktu, ataupun iseng-iseng berhadiah seperti menemukan info lomba atau baju bagus di sebuah online shop. Nggak tanggung-tanggung, scrolling timeline media sosial emang asik banget kalau lagi bingung mau ngapain, apalagi bingung ngadepin si dia yang nggak update status. Hm.

Ngomongin soal media sosial, sebenarnya saya udah kena media sosial dari sejak 2008. Sejak masih main mirc, mig33, sampai Friendster. Sejak hari itu, saya genap jadi manusia yang eksis di dunia maya. Sebab, saya bisa kenal orang dari negara manapun bahkan saya punya teman dari Malaysia dan Myanmar pada waktu itu. FYI, belum lama ini saya lihat ada sebuah infografis soal Most Active Social Media Platform di Twitter. Ternyata hasil survei dari Hootsuite seperti ini...



Terlihat dari posisi paling atas sudah ditempati oleh Facebook. Tapi lihat di posisi kedua sampai keempat, baik Whatsapp, FB Messenger, dan Youtube, juga masih sangat aktif memanjakan pengguna untuk mengisi waktu luangnya setiap hari.

Kalau ditanya apa media sosial yang paling sering saya gunakan, tentu saya akan jawab Instagram, Twitter dan Facebook. Meskipun Line dan Whatsapp adalah aplikasi messenger tersering yang juga saya gunakan.

Alasannya sangat sederhana, saya ingin eksis. Hahaha. Secara tidak langsung, keberadaan media sosial itu menunjang kebutuhan manusia, yakni eksistensi diri. Ya, kalau nggak mau eksis kan nggak perlu punya media sosial, cukup hidup di kehidupan nyata saja dengan baik. Eksistensi diri yang saya maksud di sini juga bukan ngartis,  tapi keinginan  untuk diketahui oleh publik. Contohnya ketika kita punya karya, tentu kita ingin orang lain bisa mengetahui karya tersebut, entah mendapat apreasi atau tidak, yang penting orang lain tahu.

Selanjutnya, media sosial itu jadi penting buat saya karena saya bisa membagikan apapun pikiran saya di sana. Selain itu, yang paling penting dari semua itu adalah menebar jaring pertemanan seluas mungkin. Yup, saya nggak salah ngomong. Keberadaan media sosial bikin saya punya banyak teman di mana-mana. Mulai dari ikut komunitas online sampai akhirnya kopdar dan bertatap muka secara langsung. Media sosial bikin saya semakin nyata, sebab kemanapun saya pergi, saya punya teman yang bisa diandalkan. Iya, saya tukang ngerepotin kalo lagi ke luar kota. Hehehehe.

Facebook dan Twitter bagi saya punya fungsi yang sama, buat update status dan berkicau. Ya, apa guna kolom status kalau kita nggak bikin status, ya tho? Cuma ya lihat-lihat dulu kalau mau bikin status, biar nggak dinyinyirin orang. Hehehe.

Kalau instagram... buat upload foto-foto bagus. Niatnya dulu mau upload foto hasil sendiri, sekarang mah lebih merhatiin feed-nya biar eyecatchy kalau ada yang mampir. By the way, yang kepo sama instagram aku bisa ke @afriantipratiwi ya atau lihat ke paling bawah dari blog ini.

Nggak menutup kemungkinan, semakin banyak media sosial-mu, semakin eksis pula dirimu. Tapi kalau temannya itu-itu doang ya percuma juga sih. Jadi, sebenernya media sosial itu punya manfaat yang cukup banyak kalau kita mengelolanya dengan baik dan diisi dengan konten yang positif. Gitu aja sih.


Kamar kos, laper dan masih deadline skripsi.
25 Juli 2017. 18:39.

2 comments:

  1. Waduh. Gue kira Facebook bakal paling bawah. Ternyata paling atas. Berarti cuma gue yang udah jarang aktif di Facebook. Pun kalau aktif buat share postingan blog doang di grup blogger.. hehehe
    Selain buat di kenal, gue make media sosial tuh buat nyari informasi. Misalnya kayak nyari info lowongan kerja paruh waktu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Facebook masih eksis kok. Penggunanya masih pada setia. Hahaha. Gue juga gunain Facebook buat posting link blog sama nyari info di komunitas.

      Delete