Sunday, March 6, 2016

[BOOK REVIEW] Cinta Kemarin by Dila Putri



Judul: Cinta Kemarin
Pengarang: Dila Putri
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 9797804682
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 220 hlm.

BLURB

Aku punya cerita.

Tentang seseorang yang menghabiskan separuh hidupnya mencari cinta. Menelusuri ke segala arah, bertanya ke semua orang. Dan, pada suatu masa, orang itu mulai merasa lelah. Mulai pesimis. Apakah semustahil itu cinta hadir untuk dirinya?

Saat itulah cinta datang. Sungguh-sungguh menghampirinya, benar-benar berdiri di hadapannya. Namun, tahukah kau apa yang dia lakukan kemudian? Berjalan menjauh. Dan, melanjutkan pencariannya lagi.

Aku punya cerita.

Tentang orang yang terlalu banyak berharap. Tentang sebuah kekeraskepalaan. Tentang aku dan lelakiku. Tentang cerita yang tak kunjung lengkap.
---

Ah, cinta. Danisa, gadis berusia 24 tahun yang berprofesi sebagai guru di sebuah pre-school. Memiliki hobi melukis dan memotret, serta menjadi seorang penerjamah freelance yang bekerja untuk kakaknya, Anna. Darah Lampung-Jawa-Denmark mengalir di darahnya.

Danisa memiliki seorang kekasih bernama Bimo, berprofesi sebagai jurnalis dan fotografer di sebuah kantor surat kabar. Kisah cinta mereka masih berjalan mulus, tanpa pernah ada pertengakaran besar. Sifat Bimo yang pendiam dan pengalah membuat Danisa bertanya-tanya apakah Bimo benar-benar mencintainya atau tidak. Terlebih Bimo belum pernah sedikitpun bicara soal pernikahan dengannya. Hal itu lah yang semakin membuat Danisa ragu.

Suatu hari, Bimo mengenalkan sahabatnya yang lain selain Erik; Aryo. Sahabatnya ini sudah lama tinggal di Bali dan merupakan seorang pelukis dan fotografer. Bimo, Erik, dan Aryo memang mempunyai kecintaan yang sama pada dunia fotografi, sehingga mereka sering kali mendatangi acara pameran foto.

Danisa tinggal di sebuah rumah kontralan dengan seorang temen serumah yang bernama Kalin, gadis nyentrik yang mengambil jurusan seni rupa di swbuah universitas di Bandung. Makin sendiri sedang menjalani hubungan yang disebutnya "cuma teman" dengan seseorang bernama Tama.

Suatu ketika Bimo harus pergi ke Nottingham untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai jurnalis. Alhasil ia harus meninggalkan Danisa di Bandung dan menitipkannya pada Aryo.

Suatu kejadian janggal terjadi antara Bimo-Danisa-Aryo-Airin (mantan istri Aryo). Teka-teki soal perasaan dimulai saat itu juga.
---

Bicara soal alur, saya merasa tidak kesulitan untuk mengikuti ceritanya. Tokoh-tokohnya juga cukup tergambar jelas. Tokoh kesukaan saya, tentu saja Bimo! Saya langsung teringat seseorang yang juga jurnalis dan menyukai fotografi dan memiliki sedikit karakter yang digambarkan dengan tokoh Bimo. Ah, saya jadi rindu dengan dia.

Membaca novel ini selain membuat ingatan saya kabur kepada seseorang, saya sempat merasa senang, sedih, dan merutuki tingkah laku Danisa yang saya anggap suatu kebodohan yang amat sangat. Buku ini memuat bab-bab yang cukup singkat tapi jelas. Untuk bagian ending menurut saya agak kurang greget. Entahlah saya juga tidak tahu bagaimana ending yang baik. Hehehe.

Intinya buku ini membuat saya rindu pada seseorang. Melihat tokoh Bimo seakan membaca dirinya di dalam buku. Entahlah.

Ada satu quotes yang saya suka di dalam buku ini dan ternyata diambil dari film Breakfast at Tiffany's.

"I'm like a cat here, a no-name slob. We belong to nobody, and nobody belongs to us." (p. 107)

RATE: 3,5/5
---

Cileungsi, 13 February 2016. 22:37.

No comments:

Post a Comment