Saturday, April 18, 2015

[BOOK REVIEW] The Alchemist by Paulo Coelho



Judul: The Alchemist
Pengarang: Paulo Coelho
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8520-8
Tahun Terbit: Cetakan ke-13, Juni 2012
Tebal Buku: 216 hlm.

BLURB

Setiap beberapa puluh tahun, muncul sebuah buku yang mengubah hidup para pembacanya selamanya. Novel Paulo Coelho yang memikat ini telat memverikan inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Kisah yang sangat sederhana, namun menyimpab kebijaksanaan penuh makna, tentang anak gembala bernama Santiago yang berkelana dari rumahnga di Spanyol ke padang pasir Mesir untuk mencari harta karun terpendam di Piramida-Piramida. Di perjalanan dia bertemu seorang perempuan Gipsu, seorang lelaki yang mengaku dirinya Raja, dan seorang alkemis--semuanya menunjukkan jalan kepada Santiago untuk menuju harta karunnya.

Tak ada yang tahu isi harta karun itu, apakah Santiago akan berhasil mengatasi rintangan-rintangan sepanjang jalan. Namun, perjalanan yang semula bertujuan untuk menemukan harta duniawi berubah menjadi penemuan harta di dalam diri.

Kaya, menggugah, dan sangat manusiawi, kisah Santiago menunjukkan kekuatan mimpi-mimpi dan pentingnya mendengarkan suara hati kita.
---

Buku ini menceritakan perjalanan seorang anak gembala yang mencari harta karun. Ya, bukan sekadar harta karun, namun ini perihal perwujudan mimpi. Dimana anak gembala yang bernama Santiago ini setiap hari berkelana, memberi makan domba-dombanya untuk nantinya bisa menjual wol dari dombanya tersebut. Sebagai penggembala, Santiago tentu tidak memiliki rumah. Ia pergi dari satu daerah ke daerah lain, menjelajah. Ia sendiri amat bangga bagaimana ia bisa menjelajahi daerah tersebut. Untuk tidur, ia hanya tidur di bawah pohon dan melakukan perjalanan sepanjang tahun. Tak hanya itu, Santiago yang gemar membaca pun membawa satu buku tebal untuk dibaca ketika domba-dombanya sedang sibuk makan di padang rumput. Dan ia akan menukar buku yang telah selesai di baca pada salah satu toko buku di pasar.

Suatu hari setelah ia menjual wol dari domba-dombanya, ia bertemu seorang lelaki tua yang mengaku dirinya sebagai Raja Salem. Raja itu bilang bahwa Santiago bisa menjadi orang kaya dan menemukan harta karun. Memang, sebelumnya Santiago sudah bermimpi bahwa ia akan mendapatkan harta karun. Kemudian Santiago pergi ke seorang wanita Gipsi penafsir mimpi, namun tak ada apapun yang didapatkannya. Wanita itu hanya bilang bahwa ia akan mendapatkan hartanya apabila ia berusaha.

Raja itu memberitahunya banyak hal, terutama yang berkaitan dengan kehidupan dan mimpi. Demi menemukan harta karun itu, akhirnya Santiago menjual domba-dombanya untuk bekal ke Mesir. Dalam perjalanannya Santiago tidak langsung menemukan harta karunnya. Ia harus terdampat di padang pasir dimana ada kedua kubu yang sedang berperang, sehingga perjalanannya terhambat. Namun di sana ia bertemu dengan Fatima, seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta.

Santiago sempat bekerja di sebuau toko kristal demi mendapatkan uang untuk bekal ke Mesir. Hingga ketika ia sudah sampai di Mesir, hal mengejutkan datang.

Buku ini sesungguhnya buku yang berisi petuah-petuah bijak. Dari segi desain sampul sudah menggambarkan daerah pegunungan Andalusia, tempat dimana Santiago tinggal. Kemudian buku ini tak terlalu tebal apabila dilihat dari ukuran hurufnya yang tidak terlalu membuat lelah mata.

Beberapa quote dalam buku The Alchemist.

"'Beginilah dusta terbesar itu: bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu.'" - Raja Salem. (hlm 26).

"'Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati... bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia.'" - Sang Alkemis. (hlm 155).

"'Bagaimana kalau aku gagal?'" 
"'Berarti kau akan mati di tengah usahamu mencoba mewujudkan takdirmu. Itu jauh lebih baik daripada mati seperti jutaan orang lainnya yang bahkan tidak pernah tahu takdir mereka.'" (hlm 182).

Rate: 3,5/5

Purwokerto, 17 April 2015. 21:56.



1 comment:

  1. wih, hebat juga ya bagaimana sebuah cerita dalam buku bisa mengubah seseorang yang membacanya...

    ReplyDelete