Monday, February 9, 2015

[BOOK REVIEW] The Adventure of Pinocchio by Carlo Collodi



Judul: The Adventure of Pinocchio
Pengarang: Carlo Collodi
Penerjemah: Lulu Wijaya
ISBN: 978-602-03-0466-3
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 208 hlm.


BLURB

Di sebuah desa di Itali, Geppetto, seorang pengukir kayu yang sudah tua, mendapatkan potongan kayu yang tampaknya cocok dijadikan boneka tali. Tapi ketika dia mulai bekerja, terjadi keajaiban--potongan kayu itu mulai berbicara. Setelah selesai dibentuk, si boneka tali ternyata bisa berjalan, berlari, dan makan seperti anak lelaki biasa. Oleh Geppetto, boneka tali itu dinamai Pinocchio.

Pinocchio nakal sekali, dan suka berbohong. Setiap kali dia berbohong, hidungnya bertambah panjanh. Dia juga gampang termakan omongan manis, sehingga sering ditipu dan nyaris celaka. Ulahnya ini sangat menyusahkan ayahnya, namun setelah mengalami berbagai kemalangan, akhirnya Pinocchio belajar dari kesalahannya dan berusaha menjadi anak baik. Dan usahanya ini berbuah manis. Dia mendapat hadiah dari Peri cantik yang selama ini mengamatinya.

---

Sejujurnya ini kali pertama saya memilih buku anak-anak untuk dibaca. Biasanya saya lebih memilih membaca genre romance atau fantasi, tapi melihat buku ini sungguh saya dibuat tertarik oleh covernya yang berwarna cokelat kayu plus dengan gambar kepala Pinocchio yang belum selesai dipahat. Sebagaimana kisah Pinocchio pada umumnya, saya merasa tak banyak perbedaan dari kisah-kisah Pinocchio yang beredar kebanyakan. Kisahnya masih seputar pengukir kayu yang menginginkan seorang anak dan kemudian kayu yang diukirnya berubah menjadi boneka tali yang bisa bicara.

Sewaktu kecil saya pernah menonton sebuah film Pinocchio dan di akhir film, Pinocchio berubah menjadi seorang anak asli, bukan lagi boneka tali yang bisa berbicara. Pun dengan buku ini (maaf spoiler). So, di dalam buku ini pun dikisahkan Pinocchio yang berkali-kali terlihat "menjemput" kemalangannya, kemudian karena keberuntungan ia berhasil lolos dan menyesal. Namun, tak lama ia akan kembali "menjemput" kemalangan itu lagi. Banyak nasihat yang bisa diambil dari buku ini. Saya melihat Pinocchio persis seperti manusia yang mudah tergoda akan janji-jani manis, namun tak jeli melihat apa yang akan terjadi nantinya.

"Celakalah anak-anak yang tidak mau mematuhi orangtua mereka dan melarikan diri dari rumah! Mereka takkan pernah bahagia di dunia ini, dan setelah dewasa nanti, mereka akan menyesalinya." - Jangkrik. (p.19).

Itu salah satu nasihat yang ada di dalam buku ini. Sebenarnya buku ini pun mengajarkan bahwa anak-anak harus selalu menuruti orangtuanya, karena apabila melawan, maka akan terjadi hal yang buruk. Saya menyukai buku ini karena bagian perbabnya sedikit, sehingga menyenangkan untuk dibaca. Dan setiap bab selalu diawali oleh ringkasan mengenai isi bab tersebut. Entah ini sebuah dongeng yang dijabarkan secara terperinci atau sebaliknya. Intinya saya menikmati buku ini saat membacanya.

Overall 4/5

Cileungsi, 8 Februari 2015. 00:09.



No comments:

Post a Comment