Sunday, December 23, 2012

Mawar Putih


Mawar Putih


Mawar putih. Ya, hanya setangkai mawar putih biasa nan sederhana. Mawar putih yang tidak berbeda dari mawar-mawar lainnya. Setangkai mawar putih yang mampu menyejukkan hati yang diberinya. Setangkai mawar putih yang bisa membuat si pemberi kepuasan hati.

Setangkai mawar putih biasa yang menjadi luar biasa ketika cinta ada diantara mereka. Setangkai mawar putih yang mampu menyatukan dua hati. Setangkai mawar putih yang memiliki arti lebih dari apapun atas hubungan yang selama ini terjalin.

Mawar putih itu tidak ada artinya disbanding dengan sosok si pemberinya. Maka, setangkai mawar putih yang tak berarti itu menjadi saksi bisu atas cinta dan kasih sayang mereka.

Setangkai mawar putih yang mampu menciptakan sejuta bahagia, sejuta senyuman, dan sejuta cerita tentang kedua muda-mudi tersebut. Setangkai mawar putih yang melambangkan kesetiaan atas cintanya.

“Aku pernah berjanji bahwa aku akan tersenyum jika melihatnya tersenyum.
Di saat yang bersamaan, aku mencoba tersenyum untuk hatiku, untuk hidupku, dan untuk dia. meski ada rasa yang menikam lebih dalam dari sebelumnya.
Dan untuk cinta yang masih belum juga padam.
Maafkan aku.”

Cileungsi, 23 Desember 2012

Tuesday, December 18, 2012

Hanya Ilusi



Sumber: google.com

Oleh: Afrianti Eka Pratiwi

 Langit siang masih terlihat terik seperti biasanya, meski ada sedikit awan kelabu di ujung barat sana. Aku yakin, tak lama kemudian pasti awan itu akan menelan matahari. Adzan zuhur telah memanggilku satu jam yang lalu, saat aku bergegas menemui-Nya di tempat yang seharusnya aku berada.

Tuesday, December 11, 2012

Aku Lupa Bagaimana Caranya Menangis

Aku lupa bagaimana caranya menangis. Bahkan sejak kau hadir saat itu aku melupakannya. Melupakan bagaimana caraku untuk menangis. Tidak mudah membuatku untuk tegar atas segala hal yang terjadi masa itu. Tapi aku bisa dan membuktikannya. Bahkan saat sedih, gundah, dan risau menghampiri, aku tidak pernah benar-benar bisa untuk menangis seperti dulu. Bukankah itu bagus? Karena aku rasa hal yang terjadi dalam hidupku bukan untuk kutangisi, tapi untuk aku syukuri. Dan membuat itu semua bekerja.