Mencicipi Australian Ribeye di Cutt and Grill Senopati

November 06, 2019


Good food bring the good mood.

Beberapa waktu lalu saya yang sering mantengin ulasan makanan di instagramnya Ci Andrea (@catwomanizer) sempat nyeletuk, "Kapan ya bisa makan kayak gitu juga?"

Saya bukannya nggak mampu untuk beli, tapi kadang lebih berpikir dua kali untuk membeli makanan mahal dalam kondisi keuangan yang sedang pas-pasan. Walaupun kondisi keuangan lagi baik pun, saya tetap berpikir dua kali. Sebab, lebih baik ditabung uangnya. Kalau sewaktu-waktu butuh, tetap punya uang simpanan.

Persis ketika seseorang mengajak saya makan di salah satu resto pizza di Grand Indonesia, saya sempat ragu. Kami menghabiskan tiga ratus ribu lebih untuk dua orang. Harga yang cukup mahal buat saya, meskipun makanannya memang enak. Saat itu ia bilang tidak apa-apa (membayar harga tersebut), tapi saya tetap merasa tidak enak karena posisinya saya dibayari olehnya.

Sama halnya ketika melihat sepiring steak yang Ci Andrea ulas di instastory-nya, saya cuma bisa berdoa agar suatu hari bisa mencicipi makanan yang sama.

Diam-diam Tuhan mengabulkan doa saya. Saya menang giveaway!

Iya, waktu itu Ci Andrea dan resto Cutt and Grill (@cuttandgrill) sedang bikin giveaway dengan membagikan voucher makan sebesar Rp 600.000,- untuk 3 orang pemenang. Saya salah satunya. Senang bukan main waktu itu.

Saya masih ingat komen apa yang saya tulis di kolom komentar Ci Andrea. Saya bilang ingin bisa makan bersama keempat teman dekat saya: Caca, Eci, Laras, dan Ica. Tapi lantaran Ica berada jauh di Solo sana, maka saya berusaha mengajak ketiga teman lainnya. Sayangnya, yang berhasil saya ajak ke Cutt and Grill hanya Caca seorang. Laras sedang ada kerjaan ke Jogja, sedangkan Eci tidak mendapatkan izin pergi ke Jakarta.

Tidak apa, kebahagiaan harus dibagikan.

Lokasi resto Cutt and Grill tampak depan.

Saya yang malamnya menginap di kosan Caca memilih berangkat ke Cutt and Grill dengan menggunakan transportasi online. Sampai di sana, resto masih terlihat sepi. Cuma ada beberapa orang. Dari depan, restonya sungguh terlihat fancy dan elit sekali. Ini pertama kalinya saya makan di resto semacam ini.

Setelah disambut oleh pramusajinya, saya mengutarakan kedatangan saya untuk menukar voucher makan. Pelayanannya sungguh ramah walaupun kami datang dengan harapan makan gratis alias pake voucher. Huhu.

Dengan voucher sejumlah Rp 200.000,-, saya dan Caca berpikir sebaik mungkin untuk bisa mendapatkan variasi makanan yang cukup untuk kami cicipi.

Alias ngitung harga sek yo, sis. Ben ora kakehan lewihe nek mbayar.

Akhirnya kami memesan 2 makanan dan 2 minuman saja. Itupun dengan perhitungan yang cukup teliti.

Makanan pertama yang kami cicipi adalah Australian Ribeye (200gram) dengan tingkat kematangan medium well.

Waktu memesan ini, saya agak degdegan juga. Karena seumur-umur nggak pernah makan steak yang beneran. Paling banter makan daging rendang di nasi Padang. Duh, norak!

"Tingkat kematangannya mau apa, Kak?"

"Hmm, yang mateng aja deh, Mas." Sengaja saya pilih ini. Padahal aslinya mau banget nyoba steak yang dagingnya masih merah, tapi nggak jadi karena takut nggak doyan. Mubazir kan nanti.

"Oke, ini buat sharing, ya?"

"Eh, iya. Hehehehe." Pramusajinya tau aja. Apakah tampang kami menunjukkan hal itu?

"Makanan pendampingnya mau apa, Kak?" tanya si pramusaji.

"Ha?" Saya malah kebingungan saking noraknya.

"Emang ada apa aja, Mas?" tanya Caca.

"Ada mashed potato, french fries, ..."

"French fries aja deh." Caca yang akhirnya menjawab karena saya masih bingung apakah ini akan bayar lagi atau enggak.

"Sausnya mau apa, Kak?"

"Adanya apa?"

"Ada saus BBQ, mushroom, ..."

"Hm, mushroom aja kali, ya, Ca?"

"Yaudah."

Setelah mencatat semua pesanan, si pramusaji undur diri untuk menyiapkan. Saya dan Caca kembali berdialog soal:

"Itu tadi bayar lagi nggak, Wiw?"

Saya cuma bisa pasrah kalau emang suruh bayar lagi, tapi saya juga sudah mempersiapkan cost lebih dari voucher yang saya dapatkan. Alias makan kali ini nggak gratis-gratis amat setelah melalui proses penghitungan yang rumit tadi.

Btw, ini dia tampilan Australian Ribeye-nya. Ampun menggoda banget. Pas dicicipin, saya nggak berhenti menyebut nama Tuhan. Enak banget! Pertama kalinya nyobain steak yang beneran. Huhuhu mau nangis saking enaknya.

Australian Ribeye with Mushroom Sauce

"Wi kentangnya enak banget masaaa..." Saya pun mengambil satu potong kentang goreng dan mencocolnya ke saus mushroom.

Subhanallah, demi da ieu mah kentang naon sih? Kok beda sama kentang biasanyaaa.

Enak pake banget!

Kentang yang terlihat biasa tapi enak banget.

Kami juga pesan dua minuman yang berbeda. Saya pesan Iced Pandan Latte, sedangkan caca memilih Lycheelicious.

Untuk Iced Pandan Latte-nya rasanya agak pahit-pahit dengan hint manis dan gurih sedikit. Menurut saya sih ini cocok buat yang nggak terlalu suka manis. Karena tampilannya yang mirip greentea, saya sempat terdistrak kalau rasanya bakalan mirip greentea. Padahal nggak sama sekali.

Saya pesan ini karena Ci Andrea bilang minuman ini the best, ternyata pendapat saya juga sama. Hehehe.

Saya sempat mencicipi Lycheelicious punya Caca. Rasanya segar, kayak minuman leci pada umumnya, tapi ada rasa susunya sedikit. Cocok sih kalau diminum siang-siang lagi panas apalagi. Bikin hati adem yang tadinya panas liat foto mantan sama gandengan barunya. Ehehehehe.

Iced Pandan Latte dan Lycheelicious penyelamat dahaga.

Yang terakhir dan paling favorit buat saya adalah dessertnya. Gila, ini dessert Caca yang pilih dan ternyata dia nggak salah pilih (selain karena harganya yang paling murah di antara dessert lainnya, hahaha).

Tadaaa... Pistachio Milk Cake!

Favorit! Dessert yang bikin mood jadi baik.

Warna hijaunya bikin saya mikir kalau ini tuh bolu pandan biasa. Paling rasanya sama aja. Eh ternyata pas susu cairnya dituang, kuenya yang super lembut dipotong, terus masuk mulut...

Haduh, surga dunia! Lumer banget!

Saya beneran mau nangis waktu itu saking enaknya. Sampai tulisan ini saya ketika pun saya nggak bisa lupa sensasi lumernya si Pistachio Milk Cake ini. Apalagi makannya pas masih dingin dari kulkas.

Iya, ini dessert dianterin dari awal dan baru dimakan ketika kami selesai makan Australian Ribeye-nya tadi. Makanya udah nggak terlalu dingin, tapi rasanya tetep enak banget. Yalord, nggak bohong saya mah. Asli!

Kalau biasanya dessert itu identik sama manis, yang ini tuh manisnya nggak keterlaluan. Ditambah susu cairnya yang agak plain gitu, jadi ngebantu banget si cake-nya jadi ada rasa gurihnya. Pokoknya tingkat kemanisannya pas buat saya yang nggak begitu suka makanan manis.

Dari dessert inilah akhirnya mood saya jadi super bagus. Emang bener ya kata orang, makanan enak bikin mood orang jadi bagus juga.

Hijau-hijau favoritku! :9


Makan segitu kenyang, Tiw?

Banget! Saya juga nggak nyangka. Kirain makanan segitu bakalan nggak kenyang. Saya udah siap-siap mau makan lanjutan di kosan. Ternyata, belum pulang aja kami udah kekenyangan parah.

Selain makanannya, saya salut banget sama pelayanannya yang super ramah. Semua pramusajinya selalu senyum kalau lagi melayani pelanggan. Salut lah pokoknya. 

Saya mau rekomendasiin ke kalian buat ke Cutt and Grill. Kayaknya nggak ada salahnya membahagiakan diri dengan makanan enak dan tempat yang fancy ini. Huehehe.
---

Harga dari menu yang saya pesan:
1. Australian Ribeye (200gram) Rp 135.000
2. Pistachio Cake Milk Rp 45.000
3. Iced Pandan Latte Rp 35.000
4. Lycheelicious Rp 35.000

Jangan lupa ada PPN 10% dan tax service, ya!

Salam kulineran!


Cileungsi, November 2019.
18.00

You Might Also Like

4 comments

  1. Enaaaaa enaaaaaa bet tampilan makannya anjaaaaaaaay :D

    ReplyDelete
  2. Adudududu steaknya tampak enyak :3 mba tiwi motonya jagooooooan ih.

    btw jadi inget jaman kuliah sering dibilangin sama dosen "nanti kalian kalau udah kerja, harus makan steak yang beneran, kalau yang biasa kalian makan itu steak boongan (steak semacam waroeng steak maksudnya) wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwuwuwuwu. Maaciw, Mba Nad :))

      Hahahaha Iya dulu aku jaman kuliah juga makannya di waroeng steak karena cuma itu yang terjangkau. Tapi ya kayak gitu aja udah bahagia wkwk. Sekarang agak naik kelas aja :D

      Delete