[BOOK REVIEW] Honesty by Mitha Juniar & Ari Keling


Judul: Honesty | Pengarang: Mitha Juniar & Ari Keling | Penerbit: Grasindo | Tahun Terbit: Juli 2014  | ISBN: 9786022516187 | Harga: Rp 38.000,- (Saya beli pas obral Gramedia Rp 10.000,-)

"Mereka bercerita dengan hati yang paling jujur."

Dikarenakan buku ini tak memuat blurb di sampulnya, jadi mari kita mulai review ini dengan prolog dari saya. Saya sebenarnya jatuh hati pada salah satu penulisnya sampul buku ini. Sampulnya mengingatkan saya pada buku Diorama Rasa yang juga memiliki model sampul depan-belakang seperti buku Honesty. Bedanya, buku ini ditulis secara duet oleh Mbak Mitha dan Mas Ari, jadi setiap penulis menuliskan satu sudut pandang tokohnya. Tunggu sebentar, ini penting... saya suka model perempuan di sampulnya yang warna pink, tapi saya kurang suka model lelaki di sampulnya yang warna biru. Kenapa? Soalnya kumisnya agak nganu... yaudahlah ya.

Novel ini punya dua sudut pandang, yaitu Mikhaela dan Azriel. Awal-awal membacanya kok saya malah jadi kepikiran gini, "Ini nama Mikhaela plesetan nama Mbak Mitha? Pun dengan Azriel yang plesetan dari nama Mas Ari?" Yaudahlah ya. Intinya dalam novel kita bisa menikmati sudut pandang Mikha dan Azriel secara bergantian, jadi kita tahu deh semuanya, Apa yang dipikirkan Mikha maupun Azriel.

Plot ceritanya dari awal sudah bisa ditebak, apalagi soal tema perjodohan begini. Ya, rasanya kayak nonton FTV, sih. Tapi tentu saja, ada yang membuat saya sedikit terkejut, yaitu tentang Sam, sahabatnya Mikha. Saya pikir konfliknya bakalan jadi begini, "Mikha dijodohin sama Azriel, tapi nolak, terus jadian deh sama Sam". Hahaha. Itu cuma imajinasi saya.

Saya cukup bisa menikmatinya dalam waktu singkat, soalnya bahasa yang digunakan juga tergolong ringan dan mengalir begitu saja. Bisalah dibaca saat santai sambil minum kopi atau teh. Fyi, saya membacanya tidak selang-seling, melainkan menghabiskan dulu bab dari Mikha, kemudian baru beralih ke bab Azriel. Kenapa? Alasannya karena saya berharap mendapat penjelasan secara rasional dari bab Azriel, setelah membaca 'perasaan' milik Mikha.

Tuh, kan, saya jadi inget film Crazy Little Thing Called Love, yang awalnya memakai sudut pandang si perempuan, kemudian beralih ke sudut pandang laki-lakinya menjelang akhir film. Saya berharap seperti itu. Tetapi kayaknya salah deh kalau berharap seperti itu, meskipun jelas, konflik antara Sam dan Azriel dijelaskan secara detail oleh Azriel. Ya, tapi cukuplah kalau menurut saya.

Tunggu, saya penasaran. Kenapa ya kalau perjodohan itu pasti selalu dari keluarga yang kaya? Padahal kalau pikiran saya sih orang kaya bisa cari jodohnya sendiri, apalagi kalau yang melihat dari sisi "bakalan-sejahtera-setelah-menikah". Kenapa harus dijodohin gitu, kan?

Terus ada lagi nih soal tokoh Azriel yang sempat bikin saya pengen nabok. Dia itu sok manis banget depan si Mikha, padahal awalnya dia nggak suka. Dan ini baru kebukti di bab Azriel, kan sialan. Si Mikha udah seneng-seneng, eh ternyata si Azriel cuma pura-pura. Duh, jadi emosi saya.

Masih penasaran nggak ada apa antara Sam-Mikha-Azriel? Baca sendiri aja deh :D

RATE: 3/5

Kamar Kos, merasa ingin dijodohkan saja.
Februari 2017.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)