Saturday, October 22, 2016

[BOOK REVIEW] Appointment With Death by Agatha Christie


Judul: Appointment With Death | Pengarang: Agatha Christie | Penerjemah: Indri K Hidayat | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Tahun Terbit: 2007 | Jumlah Halaman: 272 hlm. | ISBN: 9792228462 | Harga: Rp 34.941,- (Saya beli obralan, harganya Rp 10.000,-).

BLURB

Mengenal Mrs. Boynton sama saja dengan membencinya. Impian cinta seorang pemuda telah dihancurkannya menjadi mimpi buruk dan kepedihan... Seorang gadis cantik jelita dibuatnya hampir gila... Dua kaka-beradik belia dikurungnya alam jerat mengerikan. Tak puas-puasnya ia memenuhi nafsunya untuk membinasakan.

Kini Mrs. Boynton telah tiada. Belum pernah Hercule Poirot merasakan simpati semacam itu terhadap seorang pembunuh. Dan belum pernah pula ia dibuat sebingung dalam kasus ini... Setiap orang mencurigakan, sementara setiap geraknya dibayangi cemooh licik si penjahat...
---

It was my first time to read Agatha Christie's novel. Saya sungguh tidak menyangka bahwa ending ceritanya akan semenakjubkan ini. Pertama, saya mau komentar soal ukuran bukunya. Ukuran bukunya termasuk cukup kecil, tipis, dan asik banget buat dibawa kemana-mana. Apalagi kalau bawa tas slempang yang nggak gede, bukunya bakalan tetep muat kayaknya. Hahaha. Sorry ini nggak penting. Kedua, soal covernya yang Mesir banget. Memang sih, ilustrasi di sampulnya ini ada hubungannya dengan latar tempat di dalam cerita.

So, mari beralih ke ceritanya. Saya belum pernah baca novel karya Agatha Christie sebelumnya, tapi saya tahu kalau dia ini spesialis bikin cerita misteri plus detektif-detektifan. Beberapa bukunya juga sempat mengalami cetak ulang sampai modifikasi sampul. Tidak luput pula dibuat bundelnya, yang harga aslinya muahal banget. Saya nggak sanggup belinya. Hiks. Oleh karena itu, ketika menemukan buku ini di lapak obralan, saya langsung ambil aja tanpa mikir isinya. Well, isinya cukup bisa membuat saya berpikir seakan-akan sayalah detektifnya. Meskipun tebakan saya di akhir salah besar.

Bercerita soal keluarga Boynton, ibu dan anak-anaknya, yang sedang berlibur ke Jerussalem. Tubuh ibunya, Mrs. Boynton, yang gemuk dan terlihat sakit-sakitan membuat mereka harus terus menjaga ibunya. Anak pertama keluarga Boynton, Lennox Boynton, dan istrinya, Nadine, Carol, Raymond, dan anak bungsunya, Ginerva. Well, nggak cuma keluarga Boynton yang liburan, tapi ada pula Sarah King, seorang dokter yang baru saja lulus, dokter Gerald yang lebih senior, dan Mr. Poirot, sang detektif.

Keluarga Boynton ini dianggap keluarga yang ganjil oleh Sarah King, karena Mrs. Boynton terlihat seolah-olah mengekang anak-anak mereka agar tidak berhubungan dengan orang luar. Tetapi apa alasan keluarga itu berpergian ke luar negeri yang cenderung banyak membutuhkan interaksi dengan orang luar?

Kejadian ganjil juga dialami oleh sang detektif yang mendengar percakapan soal membunuh seseorang, namun ia belum bisa membuktikannya. Sampai akhirnya perjalanan ke  Petra membuat teka-teki itu dimulai. Saat semua orang sedang pergi berjalan-jalan, Mrs. Boynton ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan duduk. Sampai akhirnya Mr. Poirot beraksi membongkar kasus detektif ini.

Isi buku ini sebenarnya nggak cuma soal misteri pembunuhan, tapi juga beberapa pengamatan psikologi atas keluarga Boynton ini. Sampai kematian Mrs. Boynton yang dianggap sebuah pembunuhan, meskipun ia memang memiliki penyakit jantung sedari dulu. Kematian Mrs. Boynton pun menjadi angin segar dan sebuah pintu kebebasan bagi anak-anaknya.
---

"Setiap orang bisa menentukan sendiri arah hidupnya. Orang yang menghargai dirinya sendiri pasti mau memperjuangkan nasibnya dan memanfaatkan hidupnya--bukan cuma duduk berpangku tangan. Lelaki yang kerjanya cuma duduk berpangku tangan tak pantas dihargai perempuan." - Mr. Cope (hlm. 39)
"Memang orang sering mengalah untuk menghindari percekcokan. Percekcokan memang tidak menyenangkan. Tapi tidak ada ruginya bila cekcok itu demi memperjuangkan kebebasan." - Sarah King. (hlm. 46)
"Kupikir, masalahnya begini, apakah orang, kalau dia melihat ada suatu kesalahan diperbuat orang lain, harus berusaha membetulkannya? Dalam hal ini,ikut campur seseorang mungkin berakibat baik--tapi bisa juga malah lebih mencelakakan! Tak mungkin kita membuat hukum dalam hal ini. Mungkin ada beberapa orang yang pandai dalam mencampuri urusan orang lain--dan mereka berhasil membenarkan apa yang semula salah! Tapi ada juga orang yang kurang mampu. Orang yang demikian, lebih baik membiarkan saja masalahnya seperti adanya." - Dr. Gerald (hlm. 73)

Well, reviewnya singkat banget ya. Saya nggak pandai mereview cerita detektif karena bagi saya semua petunjuk dalam buku ini adalah spoiler. Jadi, lebih baik kalian baca saja sendiri. Awal-awal sih agak membosankan, tapi kemudian cukup menaik di pertengahan cerita.

RATE: 4/5

No comments:

Post a Comment