[BOOK REVIEW] Guitar Notes by Mary Amato


Judul: Guitar Notes | Pengarang: Mary Amato | Penerbit: Teen Noura Books | Penerjemah: Reni Indardini | Tahun Terbit: 2013 | Jumlah Halaman: 356 hlm. | ISBN: 9786027816442

BLURB

“Gitar bukan teman. Carilah teman sesungguhnya!”

Uh, siapa bilang Tripp butuh teman kalau udara saja bisa dia gantikan dengan petikan gitar?

Hari-harinya berubah saat dia menerima notes sindiran dari Lyla, cewek pemain selo. Cewek populer yang ingin semua hal sempurna. Memang, sih, mereka berbagi pakai ruangan musik kecil: Tripp di tanggal ganjil dan Lyla di tanggal genap.

Namun, ternyata Lyla tidak seperti yang Tripp kira. Lyla bukan cewek yang menaikkan dagu saat berjalan di hadapan Tripp. Lyla bahkan jadi lebih sering berlatih gitar daripada selo. Tripp penasaran alasannya.

Semenjak saat itu, notes yang bernada sindiran mulai berganti menjadi nada kedekatan.

Semenjak saat itu, ruangan kecil jadi pendengar setia lagu-lagu yang mereka ciptakan.
---

Membaca buku ini seperti membaca sebuah catatan oleh dua orang setiap harinya. Dari mulai lembar awal buku ini, saya sudah disuguhi oleh tanggal dan bulan yang menjadi judul bab serta lengkap dengan lokasinya. Persis seperti buku harian. Mungkin seperti inilah penulis akan membawa saya pada konflik dalam buku ini. Awalnya saya pikir bakal membosankan karena harus membaca semuanya secara runut yang terjadi pada kehidupan si tokoh melalui hari-harinya. Biasanya sih kalau baca dengan format catatan harian pasti bakal bosan, tapi ternyata membaca buku ini sama sekali tidak membosankan bagi saya.

Pada permulaannya, buku ini membagi dua tokoh yang tidak saling mengenal, yaitu Tripp Broody dan Lyla Marks. Lyla adalah seorang pemain cello yang menjadi kebanggan keluarga Marks. Darah seniman mengalir dari ibunya yang mengalami kecelakaan saat akan tampil untuk bermain cello. Sehingga, Lyla merasa dirinya harus melanjutkan perjuangan ibunya sebagai pemain cello. Berbeda dengan Tripp yang seorang anak dari pedagang karpet, tetapi juga sangat menyukai musik terutama gitar.

Keduanya tidak bertemu secara langsung, melainkan melalui ruang musik yang dipakai berdua. Peraturannya begini, ruang musik digunakan oleh dua orang secara bergantian, sehingga mereka menggunakannya secara berselang-seling. Tripp mendapat tanggal ganjil, sedangkan Lyla mendapat tanggal genap. Berawal dari sebuah sampah kecil, mulailah Lyla meninggalkan 'notes' kepada Tripp di kotak gitarnya agar tidak meninggalkan sampah di ruangan musik. Hingga akhirnya mereka slaing bertukar 'surat' dan mengobrol melalui surat itu.

Kelihatannya klise memang. Awalnya juga saya pikir mereka akan berakhir menjadi pasangan kekasih, tetapi ternyata bukan begitu cara Amato menyatukan mereka. Mereka berdua sama-sama seorang pemusik, dan hidup mereka bergantung pada musik. Ada waktu dimana saat Lyla bersama sahabatnya mengikuti kompetisi di sekolahnya. Tripp menontonnya, Lyla sangat mengagumkan, permainannya apik tanpa cela, namun gadis itu terlihat seperti sebuah mesin yang memainkan not secara teratur.

Melalui suratnya, Tripp mengatakan kalau Lyla seperti itu, namun awalnya Lyla mengelak dan tidak mengakui bahwa ia juga merasa tertekan karena ayahnya terus memaksanya ikut kontes dan masuk ke sekolah musik. Namun, lama-kelamaan Lyla bisa terbuka pada Tripp dan pertemuan mereka juga diawali oleh musik yang tak sengaja. Dalam ruang musik biasanya Lyla hanya akan menyetel tape record permainan cellonya, namun dia malah tertarik untuk bermain gitar dan akhirnya ia membuat sebuah lagu.

Mereka berdua, Tripp dan Lyla sepakat untuk menyatukan kedua alat musik itu, cellonya dan gitar Tripp untuk membuat sebuah lagu. Hingga akhirnya mereka mendapatkan sebuah pekerjaan untuk tampil di pernikahan. Fyi, Lyla adalah teman pertama Tripp di sekolah itu dan dia amat bahagia memiliki teman seperti Lyla. Seakan semuanya disatukan oleh musik. Namun, ketika mereka sedang tampil di pernikahan, ayah Lyla mengetahuinya. Hari itu seharusnya Lyla tampil dalam kompetisi, namun ia terlebih dulu hadir di pernikahan itu. Dan, kejadian naas menimpa Lyla.

Lyla dan Tripp saat bekerja jadi pengisi musik di pernikahan


Buku ini mungkin terlihat sederhana karena genrenya yang cocok untuk remaja, namun yang saya suka adalah semua lagu dalam buku ini nyata dan lengkap dengan lirik serta akordnya. Sejujurnya saya ingin mendengar bagaimana lagu-lagu itu dimainkan, tetapi saya tidak pandai main musik. Mungkin untuk yang bisa bermain gitar, bisa mencobanya. Bagi saya persahabatan Tripp dan Lyla murni karena mereka berdua menyukai musik.





RATE: 4/5

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)