[BOOK REVIEW] Terpesona by aL Dhimas & Sylvia L'Namira


Judul: Terpesona
Pengarang: aL Dhimas & Sylvia L'Namira
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 9797806022
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 268 hlm.

BLURB

Terpesona; Dua Cerita tentang Mimpi & Harapan

Hal itu juga yang dirasakan oleh Regan dan Ganesh. Kedua lelaki ini mengalami keadaan yang sama meski dengan bentuk kejadian yang berbeda. Harapan dan mimpi akan cinta sejati menjadi penyemangat mereka untuk menentukan pilihan dan melangkah dalam meraihnya.

Bagi Regan, tak ada pasangan sesempurna Bian. Sebesar apa pun usaha Regan untuk melepaskan Bian ternyata tidak semudah yang ia harapkan. Bayangan Bian seolah tak mau pergi dari hati dan pikirannya. Semua itu malah membuat Regan merasa semakin menginginkan Bian untuk berada di sisinya.

Sedangkan Ganesh, mencoba mencari sosok wanita yang selama ini selalu hadir dalam mimpi-mimpinya. Seorang wanita yang begitu cantik dan belakangan diketahui bernama Indi. Sayangnya, Indi telah menjadi tunangan seseorang. Entah bagaimana, ada keterikatan khusus yang membuat cinta Ganesh dan Indi pada akhirnya bisa dipertemukan.

Ya, Regan dan Ganesh, kisah mereka begitu memikat untuk diikuti. Perjalanan panjang dan berliku membuat segalanya menjadi lebih berwarna. Keberadaan mereka bisa sepenuhnya kamu nikmati melalui novel Terpesona yang diterbitkan GagasMedia.


Terpesona adalah GagasDuet, novella dari dua penulis GagasMedia: aL Dhimas dan Sylvia L’Namira. Keduanya mempersembahkan dua cerita tentang mimpi dan harapan yang akan membuatmu merasakan betapa besarnya kekuatan cinta.
---

Terpesona ku pada pandangan pertama....

Sumpah baca buku ini rasanya pengen nyanyi lagu itu terus. Padahal entah isinya menurutku nggak bikin terpesona-terpesona banget. And then, buku ini isinya sooo mengejutkan sekali. LGBT dan sebuah mimpi melalui lukisan. Jadi, buku ini memuat dua novelet yang saling berhubungan.

Bercerita soal Regan yang tinggal di Medan bersama kakek, nenek, dan keponakannya, Hiro. Kepulangan Regan ke Medan dengan alasan bahwa Bian akan menikah sehingga ia harus memutuskan hubungan dengan Bian. Regan ini seorang yang keren sepertinya. Dia akan membangun sebuah bookstore dengan konsep cafe, supaya pembacanya bisa menikmati suasana membaca yang khidmat.

Kemudian, Regan dikenalkan dengan Bagas oleh tunangan sepupunya yang jyga merupakan bosnya di kantor. Bagas ini lulusan desain interior dan pemilik toko kue (namanya lupa saya). Sejak perkenalan mereka, Bagas dan Regan menjadi semakin dekat hingga ternyata... Bagas suka sama Regan. (OMG aku nggak bisa bayangin ini. Geli aja). Tetapi Regan menjelaskan kalau perasaan yang dirasa oleh Bagas bukanlah perasaan suka. Dia hanya nyaman.

Hiro, keponakannya pun diam-diam menghubungi Bian dan memberikan kabar Regan padanya. Hingga akhirnya Bian menyusul Regan ke Medan dan memberinya sebuah cincin. Fabiano Richardo adalah kekasih Regan yang selama ini ditinggalnya.

Pada kisah yang kedua, diceritakan Richard akan menikah dengan Indi. Dimana Richard juga memesan lukisan pada seorang pelukis jalanan bernama Ganesh. Setelah mendapatkan foto Indi yang akan dilukis, Ganesh merasa mengenalinya. Ternyata gadis itulah yang ada di dalam mimpinya.

Ganesh ternyata bukan seorang pelukis jalanan saja, ibunya adalah pemilik usaha batik yang merupakan suplier utama di butik milik mama Indi. Perjalanan cinta mereka yang penuh teka-teki pun berakhir bahagia. Fabiano Richardo memutuskan Indi atas permintaan Mama Indi dan akhirnya menyusul cintanya juga.
---

"Kangen itu buat orang yang kita sayang, tapi kalo rindu itu buat orang yang BENER-BENER kita sayang." (p. 16).
"Kita selalu menganggap akan ada pilihan. Sayangnya pilihan yang ditawarkan sama sekali bukan pilihan yang menyenangkan." (p. 65).
"Segala sesuatunya punya esensi. Kalau esensi itu hilang, maka tidak ada gunanya lagi apa yang terlihat." (p. 93).
"Orang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Yang penting diingat, jangan terlalu berlebihan. Berikan saja kasih sayang tulus dan sebenarnya karena itu lebih everlasting disbanding limpahan pemberian yang berakhir sebagai pajangan." (p. 93). 
"My heart doesn't have a room to accept anyone yet so soon after I've let someone in." (p. 106).
"Kalau kamu benar-benar mencintai seseorang, beranilah untuk mengatakannya dan bertindak. Kalau tidak, kamu harus cukup berani untuk melihatnya bahagia bersama orang lain." (p. 115).
"There's no more bitter day in my life. He makes me better since today. He completes me." (p. 132).

Comments

  1. kayaknya aku udah baca ini buku, tapi dimana ya -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah lama juga sih bukunya. Wajar kalo lupa wkwk

      Delete
  2. aaaa pengen baca pengen beli hiks
    yap benar, rindu untuk orang yang benar benar kita sayang dan kangen untuk yang hanya kita sayang.
    oh aku rindu sama dia hiks hiks

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)