Wednesday, December 23, 2015

When December Almost Done

Mengapa Desember selalu mendatangkan perpisahan?
Jawabannya ada pada kisah di bawah ini.

Tulisan ini untuk Mas Erwin lagi, lho.

Baca juga: My Brother: Erwin Ibrahim




Teruntuk Mas Erwin yang kemarin siang pamitan mau pulang. Dia sudah lulus, gaes! Sumpah nggak nyangka ya kalau dia sudah lulus 15 Desember lalu. Ah, rasanya baru kemarin aku masuk sekre KMPA, terus dia  ngomong, "Oh dari Bogor. Sama dong, aku juga dari Bogor. Komunikasi juga". Kemudian sejak saat itu aku didaulat sebagai adiknya.

Dia sudah lulus dan sekarang sudah mulai berjalan mengejar impian lainnya. Hari ini, aku mengingat lagi semua hal yang pernah aku lewati bersama Mas Erwin. Jadi, gunung Argopuro itu trip terakhir kita semasa kamu di kampus ya, Mas? Semoga ada trip di lain waktu lagi ya.

Ingatanku beralih ke waktu diksar. Demikian ketika yang lainnya sibuk melototi kami, para peserta, Mas Erwin malah membantu aku memotong kayu untuk bikin bivoac. Sumpah, itu hal terbaik yang pernah aku rasakan. Terus pas di Argopuro juga. Walaupun Mas Erwin sama Kak Fita jalan duluan, aku ditinggal Kak Edo di belakang karena kelelahan, Mas Erwin masih sempat memantau aku, dan nanya ke Kak Edo, "Kok Tiwi ditinggal sih, Do?" terus Mas Erwin nungguin aku di atas pada akhirnya. Sampai di atas, dia nyuruh aku jalan duluan dan bilang "Yuk, Wi, dikit lagi sampe puncak".

Pengalaman naik gunung pertama juga sama Mas Erwin. Pas ke gunung Slamet aku masih lelah karena kurang tidur, akhirnya sempat drop ditengah-tengah. Istirahat di jalan pun dia sama Mas Doyok yang nungguin, yang lain disuruh duluan. He's the great brother lah pokoknya.



Soal masakan, jangan ditanya. Dia lelaki yang masakannya patut diacungi jempol. Kalau sudah tidak ada yang bisa diandalkan untuk masak, dia bakal turun tangan buat masak. Ya, tipe calon suami idaman sih kalau disuruh masak. Hahaha.

Nah, walaupun aku waktu itu nggak dateng pas kepengurusan Mas Erwin LPJ-an, aku bangga kok jadi salah satu orang yang memang mengatakan bahwa dia bakalan jadi Ketua Umum KMPA FISIP Unsoed.

Hai, Mas Erwin, selamat menempuh hidup baru ya. Semoga setelah lulus ini Mas Erwin bakalan cepet dapet kerja. Semoga bisa sering main ke sekre buat nengokin adik-adiknya di sini. Dan untuk pesan Mas Erwin dulu buatku, aku nggak bakal ilang-ilangan lagi. Aku insya Allah bakalan stay di KMPA.



Terima kasih sudah menjadi kakak sekaligus guru buat Tiwi di sini. Terima kasih sudah pernah mengajari cara menggambar peta kontur, walaupun berkali-kali salah. Hahaha. Terina kasih juga sudah mengajarkan cara mengikat tali sepatu gunung yang benar dan nggak kayak anak gaul. Sampai akhirnya Mas Erwin bilang, "Tuh kamu jalannya jadi cepet gara-gara ngiket sepatunya bener." Padahal itu yang ngiketin Mas Erwin. :')

Finally, Tiwi senang bisa kenal orang seperti Mas Erwin. Semoga bisa ketemu di lain waktu ya.



Purwokerto, 23 Desember 2015. 00:47.

6 comments:

  1. sedih pasti ya pisah sama orang yang udah kya kakak sendiri

    ReplyDelete
  2. berasa kehilangan setengah nyawa kalo berpisah sama orang2 yg deket
    kayaknya gimana gitu
    rasanya pengen ngulang waktu lagi
    dan selamanya bersama orang itu
    gw jadi curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masih banyak hal yang belum dilakuin bareng2 :(
      Gappaa kak kalo mau curhat silakan :d

      Delete
  3. Wuih dari purwokerto juga ternyata hhe. Btw mas erwin brother kmu atau pacar kamu ya hhe?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Kakak dari purwokerto juga?
      Ah, Mas Erwin itu kakak saya. Kakak ketemu gede hahaha.

      Delete