Thursday, September 17, 2015

[BOOK REVIEW] Kau by Sylvia L'Namira



Judul: Kau
Pengarang: Sylvia L’Namira
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 978-979-780-499-2
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: vi + 206 hlm.

BLURB

Aku sendiri tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi kau adalah pengecualian. Kau muncul di sudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore. Seluruh indraku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.

“Siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak karuan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuil pun tentang dirimu. Kau misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.

Namun, sebelum aku berhasil membungkam misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu – aku salah.

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu.
Kau membuatku mencandu. Kau membuatku merindu.
---
Novel ini cukup menarik meskipun kisahnya klise. Isi ceritanya menggambarkan seorang perempuan bernama Viola yang menjadi jurnalis tv di perusahaan milik omnya. Namun, ia tidak ingin dianggap “anak bawang” karena bekerja di kerabatnya sendiri. Maka dari itu ia memilih untuk menjadi jurnalis/reporter sebagia posisi awalnya. 

Viola ini termasuk orang yang menyukai awan. Menurutnya, awan memiliki tanda tersendiri. Sehingga ia selalu terlihat aneh apabila menemukan tanda-tanda dari awan yang dilihatnya di langit, contohnya ia akan menggunakan topi berwarna kuning apabila awan di langit menunjukkan hal-hal yang dianggapnya perlu kewaspadaan.

Sebagai seorang reporter, Viola pun selalu ditemani oleh seorang kameraman yang juga merupakan sahabatnya, Biboy. Kemana pun mereka meliput, keduanya selalu bersama. Namun, tak ada cinta di antara mereka. Hubungan mereka murni persahabatan. Selain itu Biboy memang sudah mempunyai kekasih. Sedangkan Viola, ia single karena belum ingin memikirkan hal seperti itu.

Kendati demikian, mama Viola menginginkan putri semata wayangnya untuk segera memiliki kekasih. Tak habis cara, mama Viola mencoba memperkenalkan putrinya dengan anak temannya. Namun Viola menolak habis-habisan dan memilih untuk mengikuti latihan jurnalis militer di Kendari.

Setelah melakukan pelatihan, Viola ditugaskan meliput konflik di Ambon. Hal itulah yang membuatnya bertemu dengan Igo, seorang pilot yang membuatnya jatuh hati. Hingga pada akhirnya Viola harus kehilangan Igo selamanya dan mendapatkan fakta bahwa Igo adalah anak dari teman mamanya yang akan dikenalkan padanya. (spoiler)

RATE: 2,5/5

2 comments:

  1. Duh mbak, melihat reviewan buku entah kenapa jadi pengin beli itu buku, pengin aku baca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca aja mas. Nanti review jugaaa. Makasih sudah mampir ya :)

      Delete