Thursday, January 21, 2016

Serangan Ulat Bulu di Pantai Karang Agung, Kebumen


Seperti kamu yang menjelma lautan, aku tak pernah bisa menjangkau ujungnya.


Ah, pantai. Siapa yang nggak suka pantai coba? Tenang, sejuk, indah, mempesona. Sensasi terapinya itu loh yang bikin betah berlama-lama di pantai. Aku selalu suka pantai dong. Selain dapat vitamin sea aku juga selalu dapat bahan foto yang lumayan bagus buat masuk instagram. Hahaha.

Bermula saat merasa gabut saat minggu tenang tiba. Ya, namanya juga minggu tenang, harus diisi dengan ketenangan dong. Nah, oleh sebab itulah aku mengajak sepupuku mengunjungi salah satu pantai yang ada di kabupaten Kebumen. Lokasinya sih tidak terlalu jauh dari Kecamatan Ayah. Kalau mau dibadingkan, mungkin Kebumen juga punya banyak pantai yang masih "perawan" seperti deretan pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pantai yang aku kunjungi kali ini bernama Pantai Karang Agung. Tergambar jelas dari namanya kalau pantai ini memang penuh dengan karang. Entah darimana asalnya, nama Karang Agung itu sendiri aku asumsikan berdasarkan sebuah karang besar yang berdiri kokoh di dekat pantainya.

Menuju pantai!
Jalan menuju Pantai Karang Agung ini bisa terbilang sangat mudah, namun karena aku berangkat pukul 9 pagi, perjalanan saat itu terasa sangat melelahkan. Panas terik ketika membonceng di motor bikin kulit makin gosong. Hiks. Pokoknya yang namanya ke pantai memang harus pake sunblock deh.

Sudah tersedia plang penunjuk arah ke pantai Karang Agung ini, Namun karena aku termasuk yang sulit menghapal jalan dan rute, jadi silakan kalian cari menggunakan google maps. Udah canggih, tho? Intinya lokasinya ada tak jauh dari Pantai Logending, searah dengan lokasi Pantai Menganti, tapi sebelumnya ya.

Masuk ke pantai ini dikenakan biaya Rp 5000,-/orang dan biaya parkir Rp 2000.-/motor. Namun karena kami membawa dua motor, jadi bayarnya cuma untuk dua orang. Dan... welcome to the jungle! Jangan harap ada jalanan aspal setelah loket pembelian karcis. Loketnya pun maish kondisional dengan sebuah meja dan ibu penjaga loketnya. Jalannya masih berupa tanah merah yang dijamin kalau hujan bakalan licin banget. Jadi, harus tetap hati-hati ya, gaes!

Lokasi parkir yang masih belum ada tempatnya.

Setelah perjalanan sekitar 10 menit menuju tempat parkir, kami masih harus melewati jalan yang penuh dengan ulat bulu. Iya, ulat bulu! Ulat bulu itu berasal dari pohon jati yang ada di sekitar jalan tersebut. Sampai di tempat parkir pun serangan ulat bulunya tidak habis juga. Aku jadi merinding setiap melihat ulat bulu yang bertebaran di sepanjang jalan. Hiii!

Di sini serangan ulat bulu dimulai.

Dari tempat parkir, kami masih harus turun sekitar 15 menit untuk menuju tepi pantainya. And then... welcome to the Karang Agung Beach! Lumayan pemandangannya cukup bagus dan dilengkapi dengan angin sepoi-sepoi meskipun sudah hampir tengah hari.. Di sekitar pantai juga ada beberapa pedagang yang menjual makanan dan minuman, seperti mendoan, pop mie, es teh, dan lainnya. Jadi nggak perlu takut kelaperan ya!

Semilir angin di pantai membuat sensasi tenang berubah jadi ngantuk. Hahaha. Oh iya, bagi pengunjung yang ingin sholat juga sudah tersedia mushola kecil dan kamar mandi. Menurutku sih pantai ini cukup terkelola dengan baik. Mungkin jika dikelola lagi bakalan bisa menambah pendapatan daerah. Ya, semoga sih pariwisata Indonesia makin baik dan meningkat.



Bagi pengunjung yang sudah sampai di pantai ini, kalian harus menyiapkan energi lebih ekstra untuk perjalanan pulang, Kalian harus berjalan menanjak sampai ke tempat parkir dan tentunya bertemu dengan ulat bulu lagi. Itung-itung latihan fisik sekalian sih kalau mau naik gunung. Hahaha. Salah satu korbannya adalah adik saya yang katanya pengen naik gunung, tapi udah menyerah naik tanjakan menuju parkiran. :D

Selamat jalan pulang!

So far, pantai ini menakjubkan kok. Lumayan buat liburan. Tapi sayang, kayaknya susah kalau mau berenang, soalnya karang semua isinya. Hahaha. Finally, see you on the next post. Tetap jalan-jalan dan cintai lingkungan sekitar ya!

Puwokerto, 21 Januari 2016. 18:35.

14 comments:

  1. geli bgd lihat ulet bulu...hiii..
    pantainya cakep y mbk, manteb bwt lokasi foto2 nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Aku juga sampe merinding lewatnya :(
      Iya bagus kok kak hehehe

      Delete
  2. Haduhhhh merinding banget ya banyak ulet bulu gitu. Mungkin karena pas pancaroba ya. Tapi pantai nya menarik. Jadi pengen jalan-jalan ke Kebumen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainlah kak ke Kebumen. Kebumen punya banyak pantai yang bagus juga lhooo. :)

      Delete
  3. Emang musimnya ulat bulu mau bertapa jadi kepompong, gpp itu siklus alam yg biasa :-D

    ReplyDelete
  4. Wah, jadi pengin main-main ke Kebumen. Wkwkwk.
    Tapi ulat bulunya nggak terlalu menyebar dan ganggu kan ya, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan main kak :)
      Ulat bulunya nyebar sepanjang jalan, kak. Tapi masih bisa dilalui dengan aman kok. Ya paling beberapa nempel ke baju :')

      Delete
  5. belum pernah ke kebumen kayaknya. eh pernah, cuma sekali jaman duluuuu banget, masih kecil. dan nggak sempat piknik ke mana-mana. pengeen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sekarang mumpung udah gede kak jadi bisa main-main :D

      Delete
  6. jalan tanahnya agak menyeramkan ya, ditambah ulat bulu ... spertinya aku mikir puluhan kali dulu deh, gak berani soalnya ... padahal pantainya bagus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menyeramkan sih lumayan kak. Soalnya aku sempet turun dari motor waktu turunan. Hehehe. Dan soal ulat bulu ya memang harus siap-siap merinding disko wkwk. Tapi wajib dicoba loh kak :D

      Delete
  7. Enak kayanya tempatnya, walaupun banyak ulet bulu tp gpp lah

    ReplyDelete