Sunday, September 14, 2014

You Want, Then You Try!

Hello readers...

Terinspirasi dari tulisan Eciiiiiw's blog, aku merasa ada sesuatu yang seharusnya diperjelas tentang sebuah keinginan dan usaha. Di sini, aku menyoroti masalah keinginan yang terlaksana karena kerja keras atau sesuatu yang didapat sebagai perwujudan dari tujuan awal.

You want, then you try or you try, then you get. Dalam banyak kenyataan, kita selalu menginginkan sesuatu hal yang kemudian kita mewujudkannya dengan cara berusaha, tetapi kebanyakan orang juga menjadi seseorang-yang-cuma-bisa-bicara-tapi-tidak-ada-aksi. Dari yang seperti itu, aku merasa segala keinginan yang diupayakan saja belum tentu bisa tercapai, bagaimana yang tidak berupaya sama sekali? Mustahil. Kecuali orang itu punya cara instan untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Pergi ke dukun, misalnya. Atau memelas pada teman yang dirasa bisa membantu.

Di sisi lain, kita akan mendapatkan sesuatu setelah kita mengusahakannya dengan baik, tetapi sungguh pikiran saya seperti sedang berputar. Pertanyaannya, "apa yang kita inginkan ketika kita berusaha terlebih dahulu tanpa punya tujuan awal?". Bukankah ketika suatu keinginan itu muncul, maka usaha yang dilakukan adalah untuk menebus tujuan yang telah kita tentukan sebelum berusaha?

Dalam hal ini aku mengambil contoh dari masalah yang dipaparkan dalam blog temanku tersebut. Sebutlah si S ingin mengikuti paduan suara, dia punya skill dalam bernyanyi, maka dia melakukan usaha, yaitu mengikuti audisi paduan suatu tersebut. Di sini jelas, dia melakukan sesuatu karena memiliki tujuan untuk menjadi anggota paduan suara.

Akan tetapi, lain halnya jika dia melakukan suatu usaha, anggaplah bernyanyi sesuka hati tanpa punya tujuan yang jelas. Aku pikir, agak tidak mungkin orang dari paduan suara tiba-tiba memanggilnya untuk masuk dalam tim paduan suara tersebut, meskipun si S punya suara yang sebanding dengan Demi Lovato, misalnya. Terkecuali salah seorang teman yang ada di dalam paduan suara tersebut merekomendasikan si S untuk masuk, itu lain cerita. But, what is she get? Di sini, apakah tujuan awal si S? Apakah dia ingin masuk ke dalam paduan suara? Atau mungkin dia mau bersolo karir? Semua terlihat samar-samar karena sejak awal belum ditentukan tujuannya.

Menurutku pribadi, usaha terjadi karena ada tujuan yang ingin dicapai. Mustahil kita berusaha tanpa tahu apa tujuannya. Contohnya, apa sih tujuan kita hidup? Misal, ingin masuk surga. Maka kita melakukan yang terbaik agar bisa masuk surga. Untuk bisa masuk surga, tentu kita harus mati dulu, tapi bukan berarti ketika kita berusaha untuk mati (bunuh diri misalnya), maka kita akan bisa masuk surga. BELUM TENTU!

So, this is an absurd analysis. Kalian bingung nggak sih bacanya? Aku pun iya. Jangan dikira nulis ini aku nggak bingung. Karena aku bingung maka aku nulis ini. Jelas kan? 

Bingung = sebab
Menulis = usaha
Mengerti = tujuan.

Jika setelah menulis ini aku masih bingung, maka aku gagal mengerti. Besok-besok aku bakal nulis lagi.

Salam,
Afrianti Eka Pratiwi

14 September 2014. 16:24.
Hotspot AN, di samping Eci yang lagi ngotak-ngatik blog.

1 comment:

  1. aku bingung wi, aku juga gagal mengerti. *kemudian pegangan*

    ReplyDelete