Untuk Aurora: Ingatan

February 05, 2020


—untuk Aurora

Aku tak ingat betul kapan pertama kali kau memanggilku "Semesta". Dan kuharap kau mafhum, aku punya sedikit masalah dengan ihwal itu. Malam-malam ketika aku hendak pulang, bus yang aku tumpangi menabrak mobil di depannya, kepalaku terbentur dengan keras dan setelah itu hanya ada gelap.

Setelah yang gelap itu, wajah yang pertama kali kulihat adalah Hanafi, dan tiba-tiba saja aku sudah di rumah sakit. Aku coba-coba mengingat apa yang baru saja terjadi, tapi kepalaku malah nyeri. Dokter bilang aku telah kehilangan memori jangka pendek karena benturan itu.

Hanafi lah yang bilang kalau bus yang aku tumpangi itu menabrak mobil. Dan ia lah yang menolongku.

Tapi kau tak usah khawatir, Aurora, segalanya telah membaik dan aku mulai mengingatmu.

Beberapa hari belakangan, kulihat sepucuk amplop di atas meja dan ibu bilang kalau itu untukku. Mula-mula aku berpikir itu hanyalah surat dari dinas kesehatan kota, jadi tak kuhiraukan. Tapi, hari berganti dan yang sepucuk tadi jadi bertumpuk. Aku mulai penasaran dan kulihat ternyata tertempel perangko di amplop itu. Amboi, siapa pula mengirim surat di zaman dimana segalanya serba pragmatis, kepadaku pula?

Tak pernah terpikirkan kalau kau ternyata pengirim surat itu. Lidahku kelu, dan mulai kubacai surat itu satu persatu.

Empat surat, Aurora, dan aku bingung harus mulai darimana. Hanya yang jelas, aku senang menyadari bahwa kau masih dan tetap mengingatku, bahkan setiap detil kejadian kecil di dalam bus sore itu.

Sebetulnya masih banyak yang ingin kusampaikan, hanya waktu kurasa belum tepat, jadi, cukup sampai di sini dan ketika kau membaca ini, kuharap kau dalam keadaan baik.

Sincerely,
S.

You Might Also Like

2 comments

  1. Wih, udah ganti sudut pandang.

    Cara yang paling gue suka ketika mulai buntu menulis adalah bikin surat kepada orang lain--entah fiksi ataupun nyata. Sejauh ini pasti membantu banget karena bisa menulis dengan lancar.

    Lalu terkenang surat yang gue kirim buat Tania. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa udah ganti. Agak di luar rencana sih. Tapi karena akhirnya nemu partner nulis, jadi disesuaikan aja. Hahaha.

      Nah kan. Gue setuju tuh. Soalnya nulis surat model kek gini adalah alternatif yang paling oke sih.

      Nulis lagi aja, Yog, buat siapa gitu wkwk.

      Delete