Surat Terbuka Untuk Kamu

January 12, 2020


Dear, Capricorn Man.

Apa kabar?
Semoga masih hidup, ya.


Kemarin, salah satu temanku bilang kalau kita selalu jadi tokoh brengsek dalam cerita orang lain. Terlebih tentang hubungan yang jelas-jelas sudah hilang. Sebelumnya, aku nggak percaya, tapi ternyata memang benar demikian adanya.

Kali ini aku ingin bicara jujur tanpa membuat tulisan ini keluar jalur.

Bicara tentang kamu, dari sudut pandang yang aku tau, dari cerita-cerita yang kamu bagikan padaku, dari selentingan-selentingan kabar yang aku dengar, aku sudah sampai pada kesimpulan. Aku mungkin nggak akan menjabarkannya di sini karena kalau iya, rasanya akan terlalu jahat walaupun aku memang mau jadi bodo amat, apalagi soal kamu.

Intinya, aku sudah tahu kamu orang seperti apa di depanku dan di mata orang lain yang mengenalmu. Dari segala kerumitan hidupmu yang... memang terlalu sulit untuk diurai. Jujur, sejak bersama kamu waktu itu dan kemudian berakhir, aku memang tidak berhenti memaki. Bukan karena benci, tapi lebih kepada kecewa dengan sikapmu yang sangat kontradiktif dengan perkenalan kita di awal.

Kalau dulu sih rasanya aku bisa diabetes setiap kali mendapat pesan-pesan super manis darimu yang melebihi pemanis buatan.  Ya, sekarang sih sudah ingin bilang, "Ke neraka saja kamu bersama hidupmu yang rumitnya naujubillah."

Aku tidak memungkiri bahwa kedatanganmu di hidupku membawa beberapa dampak positif. Jadi, aku akan tetap berterima kasih atas beberapa hal yang kamu berikan, kamu ajarkan, dan nasihat-nasihat baik yang membuatku jadi berani keluar dari ketakutanku. Sayangnya, kamu tidak bisa menghargai proses yang aku lakukan. 

Hm... mari buat ini lebih mudah tanpa harus saling menyalahkan, tanpa harus menyebar cerita yang salah. Mari buat ini lebih mudah tanpa harus marah-marah. Mari buat ini lebih mudah meski kita berbeda arah.

Aku ingin mengikhlaskan banyak hal yang pernah kita lalui, tapi tidak untuk satu hal. Kamu tau pasti apa itu. Sampai detik ini, ketika kamu membaca ini, aku belum ikhlas. Tidak tahu nanti atau entah berapa lama lagi.

Jadi, sebelum mengakhiri tulisan pendek ini, aku cuma ingin bilang: mendewasalah, Mas. Belajarlah menghargai orang lain. Jangan karena kamu (bilang) sering ditinggalkan lalu kamu merasa bisa melakukan hal yang sama ke orang lain. Nggak perlu jadi jahat untuk membalas kejahatan orang lain.

Abis ini pasti dibilang sok tau lagi. Ah udah biasa~

Selesaikan urusanmu sesegera mungkin. Bukannya malah nyari-nyari yang baru terus.  Aku tau kamu itu tipe yang butuh pasangan. Kamu yang bilang sendiri ya ini. Tapi ya tolong mikir dulu sebelum mulai hubungan baru, jangan main samber sana sini. Anda ini tidak punya otak apa bagaimana sih? Heran saya.

Terakhir, kalau kamu menyuruhku menghapus tulisan ini, aku nggak mau. Soalnya aku sudah banyak menuruti keinginanmu di waktu-waktu yang lalu. Jadi, biar saja tulisan ini tetap ada sebagai bukti supaya kamu nggak ngomong yang beda ke orang-orang.

Ah, ini kok jadi kayak surat ancaman? Gapapalah sekali-kali.

Dah, Mas. Bereskan hidupmu dan jadilah orang yang berguna bagi makhluk lain. Jangan jadi tua dan menyebalkan karena hari ini kamu sudah bertambah tua lagi.

Sekali lagi, aku menulis ini berdasarkan sudut pandang dan cerita yang aku tau. Kalau kamu mau menyanggah ya silakan. Mau marah ya terserah. Mau tidak kenal aku? Yaudah. Suka-sukamu lah. Hahaha.

Maaf, untuk segala kesalahan—kata dan perbuatan—yang pernah menyakitimu sejauh kita saling mengenal, dulu.
Terima kasih, untuk pernah ada di lingkaran hidupku dan kemudian melepaskanku tepat waktu.
Selamat menua, Mas.

Sincerely,

Yang pernah mengisi kekosongan hidupmu.

Jogja, Desember 2019.
06:42

You Might Also Like

8 comments

  1. Ada pandangan soal Capricorn yang jahat juga, ya. Mungkin karena gue enggak terlalu peduli soal zodiak. Tapi sumpah, baru kali ini menemukan tulisan yang bahas karakter buruk suka singgah ke sana kemari dengan menyebut Capricorn. Kirain mah cuma Gemini yang selalu dibilang bangsat. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua manusia berzodiak keknya punya karakter buruk deh Yog hahahaha. Ih Gemini mah emang. Sukanya nemplok sana sini. Gue pengalaman tuh sama Gemini. Tebar sana sini, gamau satu, gamau dilepas semuanya. Jadinya ilang semua juga wkwk

      Delete
  2. Udah tenggelamkan saja masnya bersama kapal kapal asing di perairan natuna...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong tenggelamkan tri sampai ke perairan dekat korea utara aja kalo bisa hahaha.

      Delete
  3. Setuju sama Triana, tolong itu buang saja ke ke laut Natuna.
    Semalem aku mau komen, tapi karena hujan badai kulangsung lari ke kamar emak ��

    Gini ya Wi, masa lalu itu gaboleh rese, gaboleh membatasi kamu ✨
    So proud of Tiwi yang bisa dan berani buat mengutarakan rasa dengan tulisan.
    Orang kaya gitu, negative vibes.
    Dibuang aja, engga akan berubah kalau engga dari dirinya. Dan kamu, pantes buat yang lebih baik sayang ✨

    Luvvv yu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha laut Natuna luas banget untuk menenggelamkan satu makhluk.

      Terima kasih sayangkuuuuuu. Semoga kamu juga yaa. We all deserve better than previously. Luv <3

      Delete
  4. Awalnya tertarik baca tulisan ini karena ada kalimat 'dear capricorn' nya. Soalnya itu zodiak ku hahahah. Eh gak taunya ini kisah gak enaknya si Mbak sama si dia. Keep strong, Mbak. Sebagai sesama capricorn, aku bisa ngebayangin watak si dia kok, hahaha.

    Eh btw, kenapa banyak banget capricorn yang hidupnya rumit ya? Apa ini cuma perasaan ku doang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Mas Rudi. Maaf ya. Tidak bermaksud menggeneralisir semua Capricorn. Huhu Hanya saja aku nggak punya sebutan lain untuk dia selain ini hehe. Mohon maaf sekali lagi ya.

      Terima kasih dukungannya ya. Nah kalo soal rumitnya hidup, aku nggak tau juga ya. Beberapa temanku yang Capricorn juga memang rumit sih hidupnya wkwk.

      Delete