Alasan Saya Mewarnai Rambut

October 11, 2019


"Kamu jangan panas-panasan, nanti rambutnya jadi merah kayak rambut jagung!"

Dulu waktu saya kecil, saya sering dapat peringatan itu dari ibu saya. Sebelum pake kerudung seperti sekarang, saya sering membiarkan rambut saya terkena sinar matahari langsung. Ya, gimana enggak? Tiap hari pergi ke sekolah, panas-panasan. Mau pake topi, malas. Pake payung apa lagi. Masa nggak hujan, tapi pake payung?

Nanti peribahasanya jadi berubah dong? Sedia payung sebelum kepanasan. Hm, nggak asik.

Jadi, rambut saya yang tipis ini harusnya udah kebal sama yang namanya sinar matahari dan segala juntrungannya. Saya pernah mengalami banyak kendala soal itu, termasuk rambut bercabang. Untung nggak sampe cabang Amerika.

Krik... Krik...

Nggak, maksud saya rambut saya yang tipis ini sebenernya rapuh banget kayak hati yang punyanya, tapi dia masih bertahan walaupun ya sering rontok juga.

Omong-omong soal mewarnai rambut. Sewaktu kuliah keinginan saya untuk mewarnai rambut mulai ada. Gara-gara banyak temen di kampus yang rambutnya ombre. Bagus aja keliatannya.


Tapi saya mikir lagi. Kan saya pake kerudung, kalo rambutnya diwarnai tuh biar apa? Sayang banget nggak bisa dipamerin.

Pamer aja terus, Tiw! Riya, kamu!

TUJUAN MAU WARNAIN RAMBUT KAN EMANG BIAR DILIAT ORANG. MON MAAP NIH!

Ya, tapi kan situ kerudungan. Ga guna lah~

Oke, oke, stop! Saya nggak jadi warnain rambut aja deh.

Setelah perdebatan dengan diri saya waktu itu, kok rasanya keinginan mewarnai rambut ini malah semakin menggebu. Sejujurnya, masih banyak pertimbangan sih. Paling utamanya, saya takut dimarahi. Hahaha. Alasan klasik ini bikin saya maju mundur buat ngecat rambut. Soalnya, ya, takut aja dibilang urakan. Padahal nggak gitu juga.

Lalu saya menyuarakan tujuan saya kepada adik dan dia setuju membantu saya mewarnai rambut di rumah. Kenapa nggak ke salon aja sih? MAHAL ANJIR. Waktu itu saya masih pengangguran, budget ke salon nggak ada!

Modal nekat, saya langsung mikir warna apa yang cocok buat saya, ya? Tercetuslah warna biru. Soalnya waktu itu saya lagi nonton anime Kuroko no Basuke dan naksir sama Aomine yang rambutnya warna biru tua gitu. Cakep! Ditambah lagi kulit dia kayaknya sebelas dua belas sama saya. Jadi cocok lah.

Mulai berburu tutorial di Youtube, saya akhirnya nggak langsung ganti warna rambut jadi biru. Alias bleaching dulu jadi blonde-blonde alias pirang. Kalo yang nggak tau, bleaching itu semacam ngilangin warna pigmen rambut asli kita. Nah, karena saya masih sayang banget sama rambut, akhirnya saya nggak bleaching seluruh rambut, tapi sebagian dulu.

Abis bleaching ini rambut berasa kek sapu ijuk dong. Kasar banget. Sad :(

Tapi saya nggak menyerah begitu saja. Saya mulai lagi dengan mencoba trik baru: bertanya pada netizen! Dan cuma dua yang merespon.



Akhirnya saya mencoba ombre highlight dengan cara saya sendiri. Hasilnya cukup bisa dibilang lumayan meskipun nggak rata warnanya, tapi saya suka karena penampilan saya jadi berubah. Karena warna ombrenya cuma sedikit, saya ternyata nggak cepet puas anaknya. Sekalinya nyoba, eh nagih.

Selang sebulan, saya udah mikirin mau ganti warna rambut apa lagi. Akhirnya saya pilih warna Cranberry Red. Pokoknya merah, tapi bukan merah kayak rambut jagung, ya. Merah yang beneran merah.

Dengan kekuatan tangan adik saya dan peralatan seadanya, saya berhasil ganti warna rambut jadi... ya merahlah. Apa lagi? Sayangnya, warna rambut baru saya itu keliatan bagus kalau di luar rumah pas kena sinar matahari. Kalau di dalam rumah, warnanya jadi kayak cokelat gitu.

Waktu saya posting rambut baru dengan privasi khusus wanita, ada yang bilang mirip rambutnya Hayley Williams, vokalisnya Paramore. Ya, saya seneng dong. Soalnya dari jaman SMP saya pengen banget warnain rambut kayak dia! Baru kesampean setelah nyaris 10 tahun berikutnya.


Oh, iya. Soal ketakutan saya di awal ternyata nggak berpengaruh apa-apa. Pas saya mewarnai rambut, ibu saya malah bilang bagus dan bilang juga kalo saya lebih bagus kalo nggak pake kerudung. Hahahaha.

*auto lepas kerudung*

Eh nggak, deng. 

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, ibu saya juga malah minta rambut ubannya diwarnain. Keren!

Kembali ke cerita lagi. Saya ini emang anaknya nggak cepet puas. Setelah percobaan ketiga ganti warna rambut, saya menyerah mewarnai rambut sendiri dan akhirnya memilih untuk mencoba merapikannya ke salon. Ya, semata-mata biar warnanya nggak berantakan aja.

Pilihan saya awalnya tetap ingin warna merah darah, tapi hasilnya malah... Hm... Cokelat. Duh, alamat saya akan ganti warna rambut lagi ini mah.


Kenapa sih yang pake kerudung malah rambutnya pengen diwarnain?

Saya sempat mendapat pertanyaan itu dari salah seorang teman. Alasan sebenarnya adalah: pertama, saya menyalurkan keinginan yang belum tercapai. Kedua, kalo hasil warnanya jelek, saya nggak ribet buat bolak-balik ke salon, karena bakalan saya biarkan, toh tertutup kerudung ini. Kalo saya sudah di tahap gak suka, barulah saya bertindak mengganti warnanya.

Gitu, gengs.

Nah, karenalah saya anaknya bodo amat, jadi rambut saya masih sama sejak satu setengah bulan lalu. Hanya saja sekarang saya ingin ganti warna rambut seperti Ci Andrea (catwomanizer) atau seperti mbaknya yang di gambar ini.



Pilihan lainnya, saya mau ganti warna biru atau ijo emerald kayak Taka, vokalisnya One Ok Rock (atau kayak Joker?). Ya, pokoknya warna-warna itu lah.

Saya masih ingin mengeksplor warna-warna baru buat rambut saya. Dan saya jadi teringat sebuah kutipan di bukunya Mbak Ziggy soal Emina yang mengganti warna rambutnya setiap 3 bulan sekali.

"Kalau begitu kamu mengecat rambut supaya..."

"Supaya dilihat." Aku mengangguk. "Nggak bercanda, di luar sana itu susah. Nilai yang bagus, gelar—itu semua nggak cukup. Kamu harus punya sesuatu yang membuat orang melirik, dan mengingat kamu. Dan, rambut jambon babi ini salah satu upaya untuk itu."  (Jakarta sebelum Pagi - Hlm. 41).

Mungkin saya akan mengikuti jejak Emina setelah ini. Jadi, enaknya ganti warna rambut apa lagi, ya?


Pamulang, Oktober 2019.

You Might Also Like

2 comments

  1. Habis ini bikin dong tutorial mewarnai rambut dari si adek wkwk penasaran adeknya leh uga jadi penata rambut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha apakah aku perlu bikin akun yutub untuk bikin tutorial?

      Itu adekku berdasarkan arahanku juga. Wkwk. Karena aku susah warnain rambut sendiri.

      Delete