Pergunjingan Para Blogger

September 20, 2019

Difotoin Mbak Dwi dengan kameranya.


"Lo mau ketemu Yoga dkk kapan jadinya?" tanya saya pada N Firmansyah, seorang blogger (hits) Makassar yang sedang berkunjung ke Jakarta.

"Minggu aja. Pada mau ke Perpusnas katanya."

Setelah kurang lebih dua bulan menunggu kedatangannya ke Jakarta, akhirnya saya melihat juga sosok N Firmansyah yang selama ini cuma saya kenal lewat blog dan media sosial. Di hari pertemuan, saya berangkat bersama Kak Dian Hendrianto dari Cileungsi. Dengan berbekal maps, saya dan Kak Dian akhirnya sampai di Perpusnas dengan selamat, sentosa, sehat wal'afiat. Alhamdulillah.

"Lo abis mandi, Yan?" kalimat pertama yang diucapkan Yoga (atau Haw? saya lupa) saat saya dan Kak Dian menghampiri mereka bertiga. Setelah itu mereka malah membahas kenapa kali ini Kak Dian terlihat seperti orang habis mandi, padahal biasanya selalu disangka baru bangun tidur.

Selagi mereka membahas Kak Dian, saya sendiri malah fokus pada tato milik Mas Firman yang belum sepenuhnya kering. Juga bertanya apakah ia sudah memberi baby oil pada tatonya atau belum.

Mereka membicarakan banyak hal. Saya, lagi-lagi diam dan mendengarkan atau menimpali seadanya saja karena ada beberapa hal yang tidak saya pahami dalam obrolan mereka. Terlebih lagi soal... "Butuh 3 part untuk menjelaskannya".

Perpustakaan Nasional sore itu masih ramai, kebetulan memang sedang ada acara. Kami yang duduk di depan panggung bisa sekaligus menonton acara organ tunggal sisaan hanya agar tidak sepi-sepi amat. Ada sesembak dan sesemas yang menyanyikan sebuah lagu tapi kayak niat nggak niat. Tapi baiklah, kami tetap memberikan tepuk tangan seadanya.

Selain kami berlima, ternyata masih akan ada yang datang lagi. Namanya Fauzi atau Oji atau yang sering dikenal dengan Bloger Mesir. Saya baru tahu kalau ternyata dia sedang menjalani studi di Mesir. Saya nggak kenal Oji, bahkan baru ketemu hari itu. Kami juga nggak saling berteman di media sosial sebelumnya, apalagi blog. 

Sosok Oji sendiri tinggi besar, cocok betul jadi orang Mesir. Satu lagi, dia mengingatkan saya pada saudara sepupu saya yang sekarang bekerja di Cikarang. Maksudnya dari segi fisik. Huehehe.

Perpusnas sudah mau tutup dan kami harus hengkang dari sana sebelum dikunciin bersama kenangan yang membabi buta. Di gerbang, kami bertemu dengan Dwi, salah seorang bloger, yang juga baru saya kenal hari itu. Belakangan saya ketahui bahwa Mbak Dwi ini juga fansnya Taylor Swift. Ayo, Mbak, kita tos dulu sebagai sesama fans Taylor Swift!

Sama dengan pertanyaan Kak Dian di blognya, saya justru sudah bertanya-tanya sejak Bang Haw ketemu Kak Dwi di depan gerbang Perpusnas. Meski saya juga sibuk sama Mas Firman, tapi saya tetap penasaran dengan mereka. Sebenarnya, mereka pacaran nggak sih? Pikiran itu tetap ada sampai tulisan ini dibuat.

"Jadi, kemana nih?" Kami berdiskusi perihal tempat mana yang bisa digunakan untuk mengobrol sembari menunggu kedatangan Ichsan "Ayam Sakit" dan Bang Adi "Keriba-Keribo". Akhirnya pilihan jatuh pada Warunk Upnormal di Cikini.

Setelah sempat salah tempat dulu, saya, Yoga, dan Kak Dian akhirnya bertemu mereka lagi. Dan dimulailah pergunjingan-pergunjingan super duper hot yang baru saya ketahui malam itu dari mulut para lelaki bloger yang katanya rebel ini. Diam-diam saya bersyukur juga karena ada Mbak Dwi, yang artinya saya bukan perempuan sendiri di sarang penyamun. Hahaha.

Topik hot sepanjang obrolan malam itu adalah... Sobat Gurun. Saya sempat melihat cuitan beliau yang mengundang banyak komentar, rata-rata tidak setuju sih tentang pernyataannya yang bilang "Bloger harus saling follow dan mendukung". Saya nggak akan mengomentari ini, karena Yoga dan Kak Fasya sudah menuliskannya panjang lebar di blognya masing-masing.

Kalau mau baca bisa lho...



Manusia memang sumbernya untuk julid. Ketika para lelaki itu bergunjing banyak hal, sepertinya hanya saya, Mbak Dwi, dan Oji yang adem ayem mendengarkan. Jujur saja saya sempat roaming dan tidak mengerti apa dan siapa yang mereka bicarakan. Terlebih ketika Ichsan si Ayam Sakit datang, lalu disusul oleh Bang Adi.

"Gue kira Tiwi yang dimaksud itu Tiwi yang lain," kata Ichsan ketika baru datang. Jelas, dia tidak mengenal saya, pun dengan saya. Walaupun dulu sekali saya sering membaca tulisan di blognya—yang kini sudah tidak pernah diisi lagi.

Saya jadi ingat percakapan saya dengan Mas Firman kala itu mengenai siapa saja bloger yang saya kenal. Dari beberapa nama yang ia sebutkan, saya banyak tidak kenalnya. Memang, lingkaran pertemanan saya dengan bloger lain terbilang sangat kurang. Soalnya saya jarang ikut event, jarang blogwalking, jarang pula nimbrung kalau ada acara-acara bloger. Jadi ya lingkaran pertemanan saya dengan bloger memang sesempit itu.

Tidak apa-apa. Pertemanan kan bukan hanya sebatas konten~

Anyway, Mas Firman benar, ada banyak hal di pikiran saya yang nggak bisa (atau nggak mau) saya sampaikan dalam pertemuan itu. Ya, karena memang susah buat saya, makanya saya cuma jadi pendengar setia terus.

Tapi, berkat pertemuan itu, kuping saya jadi menerima banyak gosip yang sebelumnya saya enggak tau soal bloger dan segala macamnya. Dan saya pikir, belum semua gosip dikeluarkan deh kayaknya. Ya, kan? Padahal saya mau denger lebih banyak gosip premium. Nggak apa-apa. Mungkin memang butuh 3 part untuk menjelaskan itu semua.

Dasar bloger sok rebel kalian semua!
___


Ciputat, malam Jumat untuk sebuah JumatCurhat.
September 2019. Sedang rindu-rindunya, tapi gengsi.

You Might Also Like

14 comments

  1. Udah kayak KKN banget ini cerita. Banyak sudut pandangnya. Wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Ayo aja sih kalau masih mau gibah. Selama dosa gue ditanggung, dan gue ditraktir. Wahaha.

    Oji masih malu-malu atau kurang mengikuti perkembangan kebusukan para bloger di sekitar.

    Tapi ketimbang hal itu, gue lebih senang jika suatu hari bisa tidak sengaja bertemu mbaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha tenang saja tenang. Nanti pasti ada agenda ghibah lagi.

      Oji ini 11 12 ama gue Yog. Busuk-busuknya bloger gue juga belom banyak tau wkwk

      Semoga saja ketemu mbaknya lagi dan bisa berkenalan langsung.

      Delete
  3. Saya hanya berhmmm hmmmmm saja dari kejauhan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal gue gatau apa2. Malah dikira tukang bergunjing. Huhuhu. Kepolosanku disalahgunakan. :(

      Delete
    2. Anda jelas berdusta kalau tidak tahu apa-apa wahai, Bang Adi!

      Delete
  4. Kalian ini, ya, duo cileungsi, diem saat ngumpul, pas sendiri gini gosiiiiiiipppp jalan teroooossss.. xD xD xD

    tolong, review Oji saja. Berikan kenangan kalimat yg banyak buat dia sebelum balik ke negeri gurun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Gosip internal duo cileungsi!

      Hm, saya bingung mau review Oji seperti apa karena hanya curi dengar pas Mas Firman ngobrol soal olahraga atau gym dengan Oji. Wkwk

      Delete
  5. Gak ikut kopdar dan gibah, tapi ada link tulisanku di atas. Imantap, makasih Tiwwww~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena Kak Fasya adalah koentji hahahaha. Sama-sama kaaaak~

      Delete