[Puisi] Usai Gerhana Bulan

July 18, 2019


Akhirnya kami kembali terdiam. Disekat waktu fajar, seusai gerhana bulan. Sunyi senyap memenuhi kolom pesan, sedang isi kepala kami riuh dan berantakan.

Pagi selalu bicara hal-hal serius. Seperti tentang bocah kecil di suatu sudut pasar, tak terurus. Kami mungkin kini hanya menatap layar masing-masing, setelah kemarin sempat terbawa arus.

Aku kini hilang arah, sedang kau mulai merasa bersalah. Padahal, kami hanya ingin jadi searah.

Waktu berdetak seolah tak berarti apa-apa. Menelan ego kami yang tetap ingin saling sapa. Aku tak tahu, kelak kami akan jadi siapa bagi masing-masing.

Akhirnya kami kembali terdiam. Entah akan tetap tinggal atau pura-pura tidak saling kenal.

Cileungsi,  17 Juli 2019
11:07

You Might Also Like

6 comments

  1. Ada yang bilang; diam tidak akan menyelesaikan masalah. Maka saling diam sampai pura-pura tidak kenak saja sampai mati penasaran. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha iya bener. Mati penasaran karena nggak saling ngomong lagi ya. Tapi tetap saling chat.

      Delete
  2. Saling diam kalau ketemu, padahal dichat asyik banget..

    ReplyDelete