[Blog Tour & Giveaway] Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam by Ryan Maulana

November 05, 2018




Judul: Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam | Pengarang: Ryan Maulana | Penerbit: Universal Nikko | Tahun Terbit: 2018 | Tebal Buku: 430 hlm. | ISBN: 978-602-9458-24-4

BLURB

erjalanan hidup Adit sangat terjal. Kehilangan orangtua, adiknya menderita penurunan fungsi otak, cintanya ditentang, dan kuliahnya terancam karena persoalan biaya.

Cinta dan karir terkadang tak bisa seiring sejalan. Keluarga, kekasih, dan masa depan dipertaruhkan demi impian dan cita-cita. Adakah yang bisa menyatukan ketiganya dalam bingkai bahagia?

Temukan lika-likunya pada perjalanan hidup seorang Adit di Amerika yang meracik Rendang sebagai pemersatu ketiganya.
___

Cerita dari Tanah Minang ini sesungguhnya cerita yang kompleks. Mulai dari perjuangan, kasih sayang keluarga dan persahabatan, rasa sakit dari masa lalu, sampai dengan kisah cinta yang sedemikian rumitnya. Bab demi bab disuguhkan dengan detail sampai kadang saya lalui dengan penasaran tapi kadang juga membosankan.

Bercerita tentang Adit yang kuliah di kota Padang yabg memiliki seorang adik di kampungnya bernama Hanif. Adit sedang menyelesaikan tugas akhir ketika teman-teman seangkatannya sudah nyaris lulus semua. Saat ia mengadakan seminar, ia banyak meminta adik kelas untuk datang ke seminarnya. Di waktu selanjutnya ia mendapatkan beasiswa ke luar negeri—Amerika—atas rekomendasi dosennya. Saya banyak berpikir di sini kenapa Adit yang lulusnya lama bisa dapat beasiswa ke luar negeri? Ya bisa saja sih, tapi kan kenaoa kalau dia pinter dia nggak menyelesaika  tugas akhirnya tepat waktu atau lebih cepat?

Alasannya mungkin karena Hanif. Adiknya ini memang tidak seoerti orang normal lainnya. Hanif dititipkan oleh Adit ke saudara dekatnya di kampung bernama Mak Uwo. Adit jugalah yang harus kerja banting tulang demi menghidupi adiknya. Ya, ini masuk akal kalau disangkutpautkan dengan kenapa-Adit-lama-lulusnya.

Di beberapa bagian saya juga sering berpikir. Adit dan Hanif tidak berbeda usia begitu jauh. Adit yang usia kuliah sekitar 21 atau 22 tahun dan Hanif mungkin usia sekolah SMP atau SMP. Untuk rentang usia sedekat itu, apakah tidak aneh jika Adit berkali-kali menggendong Hanif—dengan oendeskripsian Hanif adalah pemuda dewasa? Ya, mungkin nggak aneh sih, tapi bagi saya kok aneh ya.

Adit juga punya sahabat bernama Taufan yang sudah lulus duluan daripadanya. Taufan ini orang kaya, sangat kaya bahkan. Sampai di awal cerita saya mengira Taufan ini Om-nya Adit karena sebegitu mudahnya minta tolong kepadanya. Ternyata Taufan memang sangat baik hati karena pernah berhutang budi diselamatkan nyawanya oleh Adit.

Tak cuma punya sahabat, Adit jugavphnya kekasih di kampungnya bernama Siti. Ia seorang anak Datuak terkemuka di kampungnya dan akan dijodohkan oleh Abaknya ini. Wah, kalang kabutlah si Adit. Padahal ia berniat akan meminang Siti setelah wisuda nanti.

Permulaan pengenalan rendang di buku ini sungguh sederhana. Ketika Adit dan Taufan pulang ke kampung, mereka berdua menemukan sisa bumbu rendang yang enak dan lezat. Ternyata oh ternyata itu buatan Hanif, adiknya Adit. Dari situ saya sampai mimpi memasak rendang dan jadi ingin makan rendang juga.

Perjalanan Adit menuju Negeri Paman Sam ternyata nggak mulus. Ia terkendala saat melakukan cek kesehatan sehingga harus menunda kuliah lanjutannya hingga sembuh. Petualangan pun dimulai ketika ia disponsori oleh salah seorang teman dari dokter muda yang dikenalnya saat desanya menjadi tempat Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa.

Dokter Uma namanya, ia memang salah satu dokter muda yang membantu tim kesehatan saat KKN berlangsung. Yang sedari awal juga sudah menampakkan ketertarikannya sama si Adit. Dari sini sudah bisa ditebak kisah cinta Adit akan berakhir dengan siapa. Meski di beberapa bab terakhir ada sesuatu yang tak terduga.
___

Perihal rendang, sistem penjualan rendang yang diusung Adit dan timnya di Amerika terbilang cukup menarik. Penulis memberikan ide dengan sentuhan teknologi yang keren banget menurut saya. Sistem Bloopy dan aplikasi Android yang bisa membuat pembeli mencium aroma rendang yang akan mereka beli. Keren banget, kan? Apa nggak makin ngiler tuh kalau lagi lapar?

Adit dan timnya sempat membuka bisnis skala rumahan yang menyajikan rendang. Sayangnya mereka tersandung kasus hak paten. Sehingga harus memutar otak kembali. Untungnya... resep rahasia masih di tangannya.

Untuk yang penasaran dan mau baca novel ini, boleh lho ikutan giveaway. Simak aturannya di bawah ini ya!
___



GIVEAWAY TIME.!

1. Follow akun Instagram saya di @afriantipratiwi dan akun penerbit Universal Nikko di @universalnikko , juga akun penulisnya di @ryanadammaulana (optional)

2.Tuliskan nama akun Instagram kamu sebelum menulis jawaban di kolom komentar ya

3. Yuk jawab pertanyaan berikut : Apakah kamu suka rendang? Sebutkan alasannya ya!

4.Giveaway ini berlangsung mulai 5 - 9 November 2018

Pemenang akan saya umumkan selambatnya pada 11 November 2018

Ada 1 (satu) eksemplar novel Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam bagi 1 orang komentator yang beruntung.

You Might Also Like

11 comments

  1. Akun instagram @andiyusufdarmawan

    Saya suka rendang karena saya tidak suka ikan,walaupun saya jarang beli nasi rendang karena harganya lebih mahal 5.000 dari pada nasi ayam di rumah makan masakan padang. Saya akan lebih memilih rendang dari pada nasi dadar di rumah makan masakan padang.
    Rendang termasuk daging, dia bukan ikan yang ada di air,karena terlalu sering membeli nasi ayam aku lebih suka rendang, aku jarang makan rendang tapi aku suka makan rendang.
    I love rendang karena tidak suka ikan

    ReplyDelete
  2. Akun ig: @arindashafa

    Rendang? Suka banget. Yah sejak 9 tahun lalu kala saya dilamar sama cowok berdarah Minang. Dan makin jatuh cinta sama rendang buatan ibu mertua yang lamak rasonyo.ibu mertua asli Payakumbuh. Pernah cerita kalau bikin rendang itu dagingnya , kelapanya,beserta takaran bumbu dan lama masaknya itu bikin geleng-geleng-kepala. Diuleg dengan cabai sampai biji bijinya ancur. Dikasih santan kental trus dioseng berjam jam di tungku berapi kecil. Masaknya sungguh dengan cinta dan pengorbanan. Nggak heran rasanya nggak lepas dari lidah. Pernah kami kangen rendang asli buatan mana, tapi belum keturutan .akhirnya bikin pakai bumbu instan dan bumbu ala kadarnya. Jadinya nggak rendang. Malah kayak semur daging haha. Pernah juga pas hamil ngidam rendang, yang available cuma mi goreng rendang. Ya sudahlah. Hihi. Di deket2 rumah bertebaran warung makan Padang tapi tetep rendangnya sudah mengalami percampuran rasa Jawa yaitu ada manis manisnya. Bagiku rendang menduduki peringkat ketiga setelah nasi dan Suppa soupπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  3. Nama akun instagram :@noedy96
    Jawaban :

    Aku suka rendang. Karena aku suka banget sama makanan pedas apalagi masakan orang Padang yang terkenal dengan rendang dan pedasnya.

    Aku lebih suka makan rendang daripada ikan laut, gak doyan hehe.

    Pertama kali makan rendang udah lama sih hehe cuma udah beberapa kali ini makan, dan memang masakan orang padang beda aja gitu rasanya.

    ReplyDelete
  4. Akun Instagram: @reading.slump

    Halo Kak! Apakah aku suka rendang? Ya jelas suka buangeeeet ヽ(^o^)δΈΏ
    Warnanya yang kecokelatan, baunya yang khas, rasanya, dipadukan dengan nasi putih hangat-hangat siapa yang kuat dengan pesona rendang πŸ˜‚ pastinya aku suka!!! Kalau ditanya kenapa πŸ€” ya karena sejak kecil aku udah pemakan segala πŸ˜‚ jadi pas dikenalin ke RM.Padang sama orangtua, langsung kepincut sama rendang dan gulai tunjang. MashaAllah, ngetik ini kok ya bikin lapar. Semoga aku beruntung bawa pulang cerita rendang versi lebih inspiratif lewat kisah rendang di negeri paman sam ini πŸ˜‹

    ReplyDelete
  5. Akun IG : @amangirhan95
    Aku pernah baca, bahwa rendang adalah makanan paling lezat sedunia. Aku tak tahu, penilaian nya berdasarkan apa dan oleh siapa. Yang jelas, aku dan seluruh masyarakat di negeri ini tak mungkin ada yang menyangkal bahwa rendang adalah makanan yang sangat lezat.
    Kali pertama lidah ini menangkap rasa lezat yang luar biasa dari rendang adalah ketika pentas di garut. 2011, ketika masih duduk di kelas sepuluh di salah satu SMA di Tasikmalaya, aku dan beberapa kawan pergi ke kota garut untuk mementaskan kesenian angklung sered pada peringatan hari jadi kota garut. Entah karena rasa lelah yang teramat sangat, atau karena rendangnya memang sangat nikmat, lezatnya rendang begitu terekam dalam ingatan, lidah pun selalu rindu untuk bersua dengan makanan ini, empuknya daging yang akhirnya kita namakan rendang itu begitu nyaman di mulut, rempah-rempah dan santan yang menjadi bumbunya meresap ke setiap serat dagingnya, aromanya yang memanjakan hidung menjadikannya sempurna.
    Rendang is amazing haha.

    ReplyDelete
  6. @dereizen

    Dari semua masakan olahan daging, rendang merupakan salah satu favorit saya. Rasa rempah-rempahnya itu lho, sangat mewah dan nglumet (tahu nglumet nggak, Kak? Hehehe). Selain itu, saya suka rendang karena dagingnya pasti empuk karena rendang yang beneran masaknya lamaaa banget. Sebagai orang yang antar giginya nggak rapet, rendang adalah olahan daging yang nyaman dimakan. :)

    ReplyDelete
  7. Instagram: @anifireads

    "Apakah kamu suka rendang?"
    Jawabannya cuma satu: Banget! 😳

    Kalau ditanya alasannya, baaanyak banget! Makanan satu ini menjadi salah satu bukti kalau Indonesia kaya rempah, terasa banget dari Rendang yang memang punya rasa enak yang kompleks karena bahan dan rempahnya yang banyak. πŸ’› Rendang juga makanan Padang yang pertama kali coba langsung jadi makanan favoritku nomor satu sepanjang masa. Rekor sebuah makanan di hidupku, hahaha. πŸ˜‚

    Alasan lainnya, rendang selalu hadir di masa suka dalam cerita suka-duka kehidupanku sebagai anak kos. Soalnya daging kan ya, jadi agak mahal, cuma bisa beli pas awal bulan (curhat πŸ˜‚). Kalaupun maksa beli di tengah bulan, biasanya karena butuh pelipur lara karena kesepian (huft😭). Jadi, selain menyenangkan perut, dia juga menyenangkan hati anak kosan~ Bahkan, rendang di warung kantin fakultas beberapa kali kujadikan motivasi untuk semangat berangkat kuliah, hahaha~ πŸ˜‚

    Kalau ditanya alasannya mah bisa jadi novel baru, Kak. Judulnya "Sebungkus Nasi Padang bersama Rendang". Udah mantep belum tuh. πŸ€” Dan sekarang aku jadi pengen rendang.... Besok beli kali ya buat motivasi kuliah. #eh πŸ˜‚

    ReplyDelete
  8. Nama IG: @aindrianii
    Kalau ditanya suka rendang nggak?
    Yahh pasti jawaban nya banget lah�� alasan nya jelas rendang satu diantara makanan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah yang saat dimasak meresap banget ke daging nya dengan rasa yang khas,tahan lama banget makin disimpan berhari hari rendang bagi aku makin terasa nikmat dan lezat,rendang juga termasuk makanan Indonesia terenak di dunia��wahh dengan ini citra Indonesia terpandang baik Dimata dunia.

    Dan kebetulan hari ini ada acara Robo-Robo,ini acara adat di daerah ku di Kalimantan Barat(Pontianak) acara makan makan satu kampung gitu dan menu nya paling banyak adalah RENDANG dan ketupat yaa walaupun disini orang Melayu tapi yang nama nya masakan sudah terkenal gini acara apapun pasti ada rendang. Dan buatan rendang paling enak pasti buatan Mamak��
    Intinya rendang itu the best makanan terfavorit banget nggak cuma aku pasti kebanyakan orang suka rendang kok��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah asiknya acara adat di Kalimantan aja pake makanan Rendang yaaa.

      Btw mamamu orang Padang kak? Hehehe

      Delete
  9. @larasatimaulid. Aku suka rendang dari SD dari TK ya? Pokoknya suka banget rendang. Kalo dulu aku suka karena pedesnya pas, daging, salah satu makanan mewah menurut aku. Bumbu rendang itu loh paaaaaaaaas banget!!!

    Kalau aku sakit, bahkan aku ga bisa makan apapun tapi kalai rendang pasti habis ��
    Sekarang di negeri rantau seminggu bisa tiga kali makan rendang karena harganya murmer kenyang sayur dan sambalnya ituloh ALAMAK!!!
    Sepertinya cintaku bukan sama Raka tapi sama rendang ��

    ReplyDelete
  10. Hahaha,nggak kak mama ku bukan orang Padang,cuma suka masak2 aja

    ReplyDelete