[Book Review] Supernova #2: Akar by Dee Lestari

March 24, 2018



Judul: Supernova #2: Akar | Pengarang: Dee Lestari | Penerbit: Bentang Pustaka | Tahun Terbit: Agustus 2014 | Tebal Buku: 306 hlm. | ISBN: 9786022910534

BLURB

Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang anak yatim piatu bernama Bodhi dimulai. Bodhi, yang dibesarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat ia dibesarkan dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok, ia bertemu pria eksentrik bernama Kell yang mengajarinya seni tato.

Setelah melalui petualangan yang berliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia. Ia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas punk dengan perannya sebagai seniman tato.

Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke gerbang petualangan baru.
---

Masih dalam tahap re-read Supernova Seties. Kali ini yang aku baca adalah buku seri kedua Supernova yang judulnya Akar. Hm, apa hubungannya sama akar pohon? Aku belum menemukannya. Atau mungkin di tahap re-read ini masih ada juga yang terlewat.

Akar bercerita soal Baldy Bodhi, begitu sebutannya. Ya, sebab si Bodhi ini memang berkepala botak licin dan tidak tumbuh rambut sedikitpun. Ia ditemukan oleh Guru Liong di bawah pohon, kemudian diangkat menjadi anak dan tinggal di Wihara. Sejak kecil Bodhi diajarkan banyak ilmu oleh guru Liong. Sampai akhirnya ia diperintahkan untuk mengelana.

Disinilah bagian yang saya suka. Bodhi mengelana ke Asia Tenggara. Mulai dari Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, dan berakhir di Jakarta. Di titik ini saya merasa ingin sekali bisa bepergian seperti Bodhi. Ke suatu negara, backpackeran, menjelajah tempat-tempat anti mainstream dan... ngegembel. Hahaha. Dalam artian bisa bekerja di luar negeri ketika kehabisan uang. Belajar bahasa langsung dari negaranya. Kayak keren aja gitu.

Salah satu bagian yang saya suka lagi adalah ketika Bodhi bertemu Kell dan diajarjan menjadi tattoo artist. Saya nggak bisa bayangin gumana badan Kell yang penuh dengan tato. 617 tato. Gila. Dan dia belum bisa mati kalau tubuhnya belum dapat tato ke-618. Sama kayak Bodhi yang selalu ingin mati tapi belum bisa.

Si Bodhi ini juga punya kekuatan aneh-aneh. Mulai dari bisa lihat bakteri sampai bisa switch ke tubuh yang lain (baik hewan atau manusia). Tapi kekuatan itu cuma sebentar-sebentar doang, nggak permanen. Keren sekaligus ngeri.

Ternyata pikiran itu tak terhingga liarnya, luasnya, cepatnya. Luar biasa ringan dan mengerikan. (Hlm. 40).

Well, buku ini cukup seru meski saya masih penasaran sama sosok Ishtar yang menjadi guest tato pertama Bodhi setelah belajar berbulan-bulan. Dan tato bergambar ular yang membentuk kesatuan ini bagus bener. Kayak punya makna sendiri gitu.

Baca buku Akar pokoknya seru. Bikin saya tau soal negara Asia yang ternyata ada juga kerja illegal di ladang Mariyuana. Dan drama paling sedih adalah persahabatan antara Bodhi dan Kell. Saya sedih banget lihat mereka pas ketemu lagi. Daaan masih penasaran soal kehidupan Bodhi selanjutnya.

Life is all about how to control our minds, and how to make use of our limited knowledge. (Hlm. 180)


Jangan takut. Jangan menyerah. Hidup ini sesungguhnya indah. (Hlm. 247).

RATE: 4/5

Di kantor yang hujan.

You Might Also Like

2 comments

  1. Saya juga lagi baca buku ini. Stuck di bab-bab awal, soalnya terasa agak membosankan. Tapi kata teman-teman saya, belakang-belakangnya nanti seru. Oke deh, besok-besok saya coba lagi memecut diri untuk menlanjutkan membacanya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya awal-awal emang agak bosen kaaak, tapi masuk bab selanjutnya parah sih seru banget :D

      Delete