Monday, October 30, 2017

Eksotisme Laguna Pantai Bopong Kebumen


Hari dimana paling menyenangkan adalah ketika mengunjungi pantai berpasir. Kebebasan perasaan yang penat selama hari-hari sebelumnya serasa terbang entah kemana. Pantai; salah satu tujuanku melangkah siang itu. Meski kota Gombong panasnya bukan main, tapi aku tetap antusias. Banyak orang bilang bunyi debur ombak adalah terapi yang apik untuk menentramkan pikiran. Aku setuju. Aku bahkan pernah berharap untuk punya rumah di tepian pantai, supaya bisa tenang setiap hari.


Laguna Pantai Bopong berada di daerah Puring, Kebumen. Dari kota Gombong bisa ditempuh dengan sepeda motor ataupun mobil yang berjarak tempuh sekitar 45-60 menit. Aku berangkat kesana saat matahari sedang terik-teriknya. Memang, sangat tidak disarankan kalau mau main ke pantai siang hari karena mataharinya sudah tidak bagus lagi untuk kulit. FYI, karena aku ke sana saat libur lebaran, jalanan jadi agak macet, belum lagi di beberapa titik masih ada jalan yang belum di aspal. Sehingga harus hati-hati saat melewatinya.

Sejujurnya, aku kurang suka suasana pantai yang ramai pengunjung. Selain jadi terlihat berantakan, aku jadi mudah sekali sakit kepala, belum lagi mataharinya sungguh panas. Air laut sudah nggak terlihat menarik lagi deh. Asli panas banget.

Bersama adik dn sepupu :)
Setelah melewati kerumunan orang di pintu masuk membuatku sedikit lega. Pasir di laguna ini putih, lho. Jadi, lebih bagus aja dilihatnya. Oh, iya, untuk tiket masuk di laguna ini cuma Rp 8.000,- saja, tapi tetap harus membayar parkir Rp 3.000,-. Kupikir harga ini bakalan bisa turun di hari biasa, mengingat kedatanganku di hari libur lebaran ini pasti banyak mengambil keuntungan dari membludaknya wisatawan.

Untuk fasilitas lain yang ada di pantai ini juga terbilang cukup memadai, lho. Deretan tukang jajanan dan warung makan siap menampung uang kami dan menukarkan dengan hidangan yang beraneka ragam. Kerennya, di pantai ini punya lapangan voli pantai. Kebetulan sekali kemarin saat aku berkunjung sedang ada perlombaan voli pantai. Jadi, ke pantai tetep ada faedahnya, yaitu berolahraga atau sekadar hiburan bagi yang menonton.

Btw, laguna itu seperti apa sih?

Jujur saja, aku malah belum tau sama sekali bentuk laguna itu seperti apa. Sebelum pergi, budeku sempat menjelaskan kalau laguna itu bentuknya seperti ceruk di dekat pantai yang terisi air laut karena ombak terbawa sampai ke ceruk itu. Jadi, yang namanya laguna yang itu ceruk. Aku sudah membayangkan bagaimana bagusnya, meski ekspektasi itu harus dipaksa berubah ketika melihat bentuk aslinya. Iya, ceruk yang kubayangkan alami kini dilapisi plastik menjadi seperti kolam ikan. Sungguh tidak estetik sekali, kupikir.

Kecewa dengan bagian laguna itu, aku akhirnya beralih kepada laguna yang masih alami di sebelahnya. Lumayan bagus untuk menjadi background foto. Lihat ini...

Itu belakangnya laguna :D
---

Karena langit adalah tempatku melihat segala mimpi yang cerah.

Siang hari sebenarnya cukup tepat untuk datang ke pantai. Sebab langit sedang cerah-cerahnya. Sedang bersih=bersihnya dari awan. Hamparan langit biru yang cantik membuat semua foto tampak menggoda. Di bagian bukit pasir Pantai Bopong sengaja dibangun spot foto yang instagramable buat para wisatawan. Aku juga jadi tertarik untuk mencobanya. Dan ini semua gratis, nggak ada tambahan biaya sama sekali. Orang-orang bebas mengabadikan momennya, yang penting antre.

Salah satu spot foto :)
Meski panasnya luar biasa, aku sempat ‘mencicipi’ air laut di pantai ini demi menuntaskan dahaga vitamin sea yang aku butuhkan. Sampai sebuah rindu muncul di pikiran, rindu main di pantai bersama teman-teman KKN, ngobrol asik sama sahabat, dan rapat sore di atas menara pantai Pedalen. Banyak memori yang diam-diam muncul ke permukaan.

Sampai detik ini, ternyata aku masih rindu pantai. Rindu matahari terbenam di batas cakrawala sana.

Cileungsi, sedang dalam perubahan.
28 Oktober 2017. 11:25

6 comments:

  1. Aku juga suka banget sama pantaiiii, yuk mantai bareng kak.. Hihi

    ReplyDelete
  2. Waaaaa pantaaaiiiiiii... Pantainya bagus ya, ada air lautnya *eh

    Sayang ih foto pantainya kurang, padahal cerita perjalanannya bagus, meskipun saya belum menemukan jawaban kenapa kepalamu bisa sakit kalau pantai banyak pengunjungnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gimana kak? :D

      Iya, ya? Nanti deh masukin foto lagi. Sebenernya kepalanya sakit karena gabisa lihat keramaian, jadi nggak cuma di pantai aja sih :D

      Delete
  3. Jadi pengen juga menjajal pantai laguna yang katanya keren yah. semoga saya bisa ke pantai laguna

    ReplyDelete