Thursday, August 17, 2017

Melihat Gambarmu Pagi Ini


Ada yang tidak bisa kulewatkan
Setiap kali malam menghidang senyuman
Pada bait-bait yang kutulis setiap hari
Gemanya menyebar hingga ke pori-pori

Sampai jejak langkahmu ada di titik kecil Sulawesi Utara
Aku masih berada di kota yang sama: Purwokerto Utara

Kadang-kadang, mengisahkan laju rindu tak semudah mengaduk kopi yang sudah dingin
Perlu banyak waktu untuk merisaukan kata-kata
Butuh banyak kesempatan untuk menggandakan keberanian
Aku terlampau jauh, seperti butir pasir yang ada di ujung sepatumu

Pada deret bingkai wajahmu yang kusimpan pada kotak kenangan
Kalimat lalumu masih juga terngiang dan menjelma harapan
Masihkah rindu itu mengabarkan perasaan yang tertahan dibalik senyuman?
Atau mungkin ada orang lain yang bergerak menatapimu lebih dalam daripada mataku yang sungkan?

Melihat gambarmu pagi ini adalah ketetapan
Dari sisa-sisa masa lalu yang berserakan
Sampai di suatu ketika, aku sudah setara denganmu
Menjelma manusia yang bebas dari segala hal keterikatan

Melihat gambarmu pagi ini adalah bentuk kesetiaan
Ternyata bukan cuma soal kenangan, tapi perihal sesuatu yang harus diperjuangkan.
Padamu, aku terus berjalan, meski pelan-pelan.

Kamar Kos, sedang rindu-rindunya.
17 Agustus 2017.. 10:17.

2 comments:

  1. "Aku terlampau jauh, seperti butir pasir yang ada di ujung sepatumu". Good one.

    ReplyDelete