Thursday, July 20, 2017

Meraba Jarak


Kemarin, saat daun-daun menggugur 
Saat embun pagi menetes di ujung 
Aku bertemu pagi dengan salam kepahitan 
Sendu yang merengkuh lebih dalam hari-hari sebelumnya 


Aku berusaha melipat jarak 
Menenun memori tentang rasa yang bergelayutan dalam dada 
Juga membuatnya jadi berwarna bak pelangi 
Aku mencobanya, mengirimnya bisik-bisik cinta yang mungkin tak kaudengar 

Kemarin, saat pagi menjadi kelabu tanpa matari 
Aku menemukan kekosongan baru 
Kehampaan yang meretas dalam sepi yang lalu 
Kubilang, kamu telah menjelma jadi sunyi yang hidup di sudut hati 

Aku menahan rasa getir kefanaan yang kudapat 
Mengunci rapat-rapat kisah yang pernah tertoreh 
Aku berserah, tapi tidak menyerah 
Sebab jarak sulit kulipat lagi. 

Aku meraba jarak, mencari jejak 
Berharap menemukanmu di titik senja tanpa sendu 


Purwokerto, 12 Juli 2014. 22:07.

NB: Ini puisi lama yang aku repost dari note facebook-ku.

No comments:

Post a Comment