Saturday, July 1, 2017

Konspirasi Alam Semesta by Fiersa Besari


Judul: Konspirasi Alam Semesta | Pengarang: Fiersa Besari | Penerbit: MediaKita | Tahun Terbit: April 2017 | Jumlah Halaman: 244 hlm. | ISBN: 9797945359 | Harga: Rp 75.000,-

Berapa bahagianya aku ketika menemukanmu di deretan rak paling belakang buku-buku terlaris. Sebuah label kuning mengenang di plastik bertuliskan "Limited Edition with CD". Berapa berbinarnya mataku saat itu persis seperti Ana Tidae--tokoh dalam buku ini--ketika melihat rumah impiannya.

Hal pertama yang menarik perhatian dari sebuah buku tentunya ada pada judul dan penulis ya. Sebab, semua orang tau, kita tidak bisa mengerti isi buku ketika bukunya masih disegel, kan? Melalui judul aku jatuh cinta, sebagaimana aku jatuh hati pada kalimat puitis milik penulis ya, Fiersa Besari. Mendengar namanya dari banyak orang penggemar sastra cukup membuat penasaran tentang siapa sosok puitis bernama Fiersa Besari.

Siapa di antara kalian yang pernah mengirim Fiersa Besari adalah seorang perempuan? Kalo iya, maka kita sama. Namun ternyata ia jauh dari itu semua. Lelaki berkumis, berjanggut, bisa menyanyi, puitis, sekaligus punya jiwa petualang adalah idaman bagiku. Ya, jatuh cinta pada pandang pertama, belum lagi mendengar suaranya dari lagu-lagunya itu punya daya magis tersendiri.

Fiersa Besari (pict from instragram.com/fiersabesari)


Konspirasi Alam Semesta, entah ini buku keberapa milik Bung Fiersa--begitu is biasa disapa--punya desain sampul yang sederhana, tapi memikat. Ini jelas buku pertama yang saya baca dari semua karyanya. Sampul berwarna cream dengan coral coklat susu ini memang sederhana sekali. Tapi tunggu sampai kalian membaca isinya yang sungguh menggetarkan batin. Kalimat-kalimat do dalam bukunya juga mengalir dan quotable, persis seperti tweet-nya Bung Fiersa yang sering aku retweet.

Dan jatuh cinta keduaku adalah pada sosok Juang Astrajingga. Sebuah mama belakang yang unik dan entah kenapa aku memikirkan nama ini untuk anakku kelak. Semesta adalah tempat kita bernaung, seperti kebanyakan orang yang berkeinginan, apapun bagaimana Tuhan menggetarkannya. Semesta selalu turut andil dalam hidup kita, begitupun pada hidup Juang, serta pertemuannya dengan Ana Tidae.

"Jatuh hati tak pernah ada dalam rencana manusia, mangsanya bisa siapa saja." (hlm. 6)

Jujur saja, isi cerita ini bisa dibilang klise, tetapi setiap ide bisa dimodifikasi. Fiersa Besari mampu memodifikasi kisah klise romansa anak muda dengan caranya sendiri, terutama pada bahasanya yang memang puitis. Pada setiap bab, ia menghadirkan penggemar lirik lagu di akhir babnya, yang mana lagu tersebut ada pada CD yang menjadi bonus dalam bukunya.

Pertemuan tak sengaja antara Juang dan Ana membuat kita sadar bahwa setiap pertemuan memang merupakan campur tangan semesta. Ya, konspirasi alam semesta bukan lagi sebuah omongan kosong. Tidak pernah ada yang namanya kebetulan, semua sudah diatur oleh Tuhan, kan? Pelan-pelan, di pertemuan kedua yang juga tidak disengaja, Juang jatuh cinta pada Ana, sedang saat itu Ana sudah memiliki kekasih. Seperti namanya, Juang tak pantas pupus harapan, selalu ada peluang untuk yang mau berjuang. Akhirnya, is mendapatkan hati Ana.

"Kadang 'rasa' hanya untuk dinikmati dalam kesendirian, dengan setumpuk harapan." (hlm. 13).

Jangan harap kamu akan menemukan kisah romantis ala anak remaja. Juang dan Ana membuat ceritanya sendiri dengan gaya klasik milik anak muda yang berwawasan luas. Juang adalah seorang jurnalis lepas, Ana masih menjadi seorang mahasiswi. Bagaimanapun hubungan Juang dan Ana bukan hubungan menye- menye-, tapi hubungan yang memang sebagaimana orang dewasa lakukan. Sama-sama mikir, sama-sama pengertian. Bagiku itu jenis hubungan yang keren.

Juang Astrajingga bukan cuma lelaki penikmat romansa, tetapi juga petualang sejati yang. Ia ditugaskan untuk membuat dokumenter soal Papua yang saat itu sedang berkonflik, jugab menjadi relawan di gunung Sinabung. Semua itu adalah perlawanan terhadap rasa gelisahnya di masa kecil karena sering dijuluki anak Eks-Tapol. Ya, serumit itu kehidupan Juang. Dan entah kenapa aku suka.

"Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa." (Hlm. 20).

Secara keseluruhan Konspirasi Alam Semesta adalah perpaduan romantisme yang kompleks, tentang cinta sejati dengan pasangan, orangtua, tanah air, dan semesta alam.

ILYA!

RATE 3,5/5

Purwokerto, rindu entah kepada siapa.
1 Juli 2017. 17:23.

6 comments:

  1. Penikmat kalimat-kalimat puitisnya Fiersa Besari nih kamu Tiw :D hakhakhak.

    Hee terbitan mediakita ya? Hmm... pantes ya, dulu pernah ngirim ke penerbit ini dan ditolak. Jadi mereka lebih nerima naskahnya Fiersa Besari? Okai, fain.

    YAIYALAH :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha aku penikmat kalimat puitis apapun, Kak.

      Lah coba lagi dong. Jangan patah semangat! Wkwk

      Delete
  2. hohoho.. sepertinya sang penulis sudah berhasil meracik kata2nya dengan apik :)

    ReplyDelete
  3. Dan Konspirasi Alam Semesta adalah buku keduanya Fiersa Besari yang udah gue nikmati. Yang pertama Garis Waktu. Sejak baca Garis Waktu, gue mulai suka dengan karya-karyanya Fiersa Besari. Mulai dari buku, sampai ke musiknya. Hehehe
    Btw.. gue sempat ngira Konspirasi Alam Semesta tuh kayak buku pertamanya Fiersa, ternyata salah, dia lebih ke cerita gitu ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue malah belom baca yang Garis Waktu, padahal waktu itu sempet mau beli. Tertarik Konspirasi Alam Semesta juga karena liat judulnya yang puitis abis. JAdi gue pikir isinya bakalan epik juga. Dan ternyata tulisannya dia emang favorit gue banget :D

      Delete