Tuesday, June 13, 2017

Purwokerto itu Kota Satria, Katanya…

Sumber: https://www.instagram.com/p/BSqlHqnArJQ/ (dengan editan sedikit)
Tinggal di kota Purwokerto selama empat tahun sepertinya masih kurang untuk saya mengenal seluk-beluk kota ini. Kota kecil yang merupakan ibukota dari Banyumas ini dikenal dengan banyak julukan, mulai dari Kota Satria, Kota Kripik, Kota Wisata, Kota  Pelajar, Kota Pensiunan, sampai Kota Ngapak. Sebegitu banyak julukannya, kota kecil ini lama-lama mulai banyak dikenal orang dan seringkali menjadi destinasi liburan bagi para pelancong.


Purwokerto itu Kota Satria…
Sebutan Kota Satria ini tentunya berawal dari sejarah Banyumas atau Purwokerto itu sendiri. Dimana ada banyaknya para kesatria atau para pahlawan yang lekat dengan kota ini, salah satu yang paling terkenal adalah Panglima Jenderal Soedirman. Nama Soedirman sendiri telah diabadikan sebagai na,a jalan dan nama salah satu Universitas negeri yang berada di kota Purwokerto. Yup, Univeristas Jenderal Soedirman adalah tempat saya menuntut ilmu, lho. Beberapa pahlawan lainnya, seperti Gatot Subroto, Sony Harsoeno, Hasir Hadi Broto, Soparjo Roestam, dan lainnya juga diabadikan sebagai nama jalan di Purwokerto.

Purwokerto itu Kota Pelajar…
Tidak jauh berbeda dengan Jogjakarta, Purwokerto juga punya julukan sebagai kota pelajar. Sudah banyaknya universitas di Purwokerto, baik negeri maupun swasta, membuat banyak anak rantau yang memilih untuk menuntut ilmu di kota ini, lho. Selain biaya hidup yang terjangkau, pendidikan di kota ini juga nggak kalah saing sama yang ada di ibu kota. Hehehe.

Purwokerto itu Kota Kripik…
Ini satu hal yang membuat Purwokerto terkenal akan kulinernya. Yup, sebutan Kota Kripik mungkin masih jarang terdengar di telinga orang, tapi kalau mendoan? Saya yakin sih, pasti bakal langsung inget ke Purwokerto. Kripik yang terkenal di Purwokerto memang keripik tempe dan selain itu memang yang wajib untuk dicoba adalah mendoan. Yup, kripik tempe memang jadi salah satu cemilan yang asik banget buat disantap kalo lagi santai. Kalo mendoan sih, enaknya pas masih panas dan ditemani sama sambal kecap. Duh, jadi lapar.

Purwokerto itu Kota Ngapak…
Ada slogan begini, “Ora ngapak ora kepenak”. Itu adalah slogan khas Banyumas yang menandakan kalau orang Banyumas menghargai bahasa daerahnya. Nah, karena Purwokerto adalah ibukota Banyumas, tentunya kami juga harus tau bahasa daerah yang sering disebut bahasa ngapak ini. Bahasa ngapak ada karena sifat orang Banyumas yang cablaka atau ceplas-ceplos (nyablak). Ya, bisa dilihat sendiri bagaimana caranya orang Banyumas berbicara, pasti dialeknya berbeda dengan bahasa Jawa Jogja atau Solo. Hehehe.

Purwokerto itu Kota Wisata…
Duh, namanya juga kota di lereng gunung, pasti banyaknya wisata alam dong ya. Yup, Purwokerto memang berada tepat di lereng Gunung Slamet. Nggak heran, orang-orang yang dating ke sini pasti betah dan suka dengan pemandangan alam yang tersuguhkan secara langsung. Selain udaranya yang masih sejuk, nuansa pedesaan masih bisa dirasakan juga, lho. 

Sumber: google.com

Itu beberapa yang saya tau soal kota Purwokerto. By the way, baru-baru ini sekitar tahun 2015, Pemkab Banyumas memperkenalkan City Branding dengan judul “Better Banyumas”. City branding ini dimaksudkan untuk memasarkan berbagai potensi dan kelebihan yang ada di Banyumas sendiri dan memberikan manfaat  dan keuntungan bagi berbagai pihak.


Cileungsi, sudah buka puasa.
13 Juni 2017. 18:43.

No comments:

Post a Comment