Pasar Tradisional Purwokerto yang Modern

Sumber: google.com
Jadi, ini pasar tradisional atau modern?

Bagi saya keduanya punya sisi yang secara utuh membentuk kesatuan. Ngomong-ngomong soal pasar tradisional, saya sudah lama nggak main ke pasar. Terakhir kali saya ke pasar sepertinya 2 bulan lalu ketika diminta menemani kakak saya untuk mencari barang seserahan untuk pernikahannya. Ya, memang saya tidak berbelanja, tapi sebenarnya main ke pasar itu asik. Saya kan tipe orang yang suka mengamati, jadi kalau ada di pasar ya saya suka sekali melihat-lihat.


Harga barang di pasar juga sebenarnya nggak jauh beda sama di swalayan, tapi... asal kamu bisa nawar, harganya bisa jauh lebih murah. Dan saya bukan orang yang pandai menawar, makanya jarang belanja ke pasar.

Di Purwokerto ada dua pasar yang dulu sering saya kunjungi: Pasar Wage dan Pasar Cerme. Sebagai anak kost yang harus bisa me-manage uang, saya harus pintar mengelola keuangan, apalagi soal makan. Dulu, sering saya belanja sayur ke pasar dan memasaknya bersama teman-teman kos, baik untuk makan siang maupun makan malam. Hasilnya memang sangat murah untuk jatah makan sehari.

Bicara soal pasarnya, Pasar Wage dan Pasar Cerme juga nggak jauh berbeda. Pasar Wage adalah pasar terbesar di Purwokerto setahu saya. Jangan terkecoh sama namanya, ya. Pasar ini buka setiap hari kok, nggak cuma pas hari Wage (nama hari dalam kalender Jawa) aja. Biasanya saya berbelanja ke pasar kalau sedang mau pendakian. Alasan utamanya sih demi menekan budget biaya, karena seperti yang saya bilang tadi, harganya bisa jauh lebih murah di pasar tradisional.

Sumber: google.com
Pasar Cerme juga nggak jauh beda, hanya lokasinya yang beda dan lebih kecil tempatnya. Hanya saja untuk berbelanja harian biasanya saya lebih suka ke Pasar Cerme karena lokasinya yang lebih dekat dengan rumah kost saya. Hehehe.

Bagi saya pasar tradisional sekarang sudah bisa dibilang pasar modern dari segi bangunan dan tata letak pedagangnya. Meksipun ya, masih banyak yang harus dibenahi. Jujur, saya nggak tau mau bicara apa soal pasar karena memang saya jarang ke pasar juga. Kalau sekalipun saya ke pasar, saya hanya akan datang ke tempat sesuai daftar belanjaan yang akan saya beli. Jadi, saya hanya akan datang-beli-kemudian pulang.

Yaaaa, intinya pasar sekarang sudah lebih bagus daripada dulu saat saya kecil. Terutama dari kebersihannya yang sudah cukup lumayan. Tapi saya masih sering merasa kehabisan oksigen ketika berada di blok-blok deretan ruko di dalam pasar. Entah, mungkin karena sumber udara sulit masuk lewat ke dalamnya.

Purwokerto, masih sambil skripsian.
16 Mei 2017. 12:03.

Comments

  1. Nah iya bener sih. Sekarang udah pada rapih dan kesannya lebih modern gitu ya. Tapi tetep aja... harus bisa nawar biar murah. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya saya nggak jago nawar bang wkwkwk

      Delete
  2. Saya juga suka belanja ke pasar tradisional apalagi kalau belanja sayuran. Segar2 :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)