Thursday, April 6, 2017

Mengungkap Perasaan yang Tersembunyi



Aku selalu ingat beberapa waktu ketika aku curhat pada salah seorang teman mengenai laki-laki yang aku suka. Dengan santai dia menjawab, "Ngomong aja kali kalo suka mah. Katanya emansipasi wanita, tapi begini aja nggak mau."

Emansipasi wanita? Jadi, perempuan harus berani mengungkapkan perasaan kepada laki-laki? Apa tidak aneh?

Pikiranku waktu itu masih terkonstruksi bahwa perempuan itu sejatinya menunggu. Perempuan itu nggak bisa 'nembak' laki-laki. Perempuan itu ya dipilih, bukan memilih. Perempuan itu cuma bisa kasih kode, nggak harus ngomong blak-blakan. Perempuan itu harus pasif. Itu kan konstruksi yang nyata di masyarakat kita? Perempuan yang melakukan hal diluar itu akan dianggap aneh, agresif, dan nggak tau malu.

Pelan-pelan, sejak kelelahan memendam perasaan, aku jadi sadar. Ada banyak jenis perasaan, baik yang diungkapkan, maupun tidak diungkapkan. Tapi aku disini ingin menyoroti pengungkapan perasaan yang dilakukan oleh perempuan. Kenapa ketika seorang perempuan mengungkapkan perasaannya kepada laki-laki itu masih dianggap tabu? Kenapa ada laki-laki yang menganggap perempuan yang mengungkapkan perasaan itu dianggap tidak tahu malu? Apa karena laki-laki merasa identik untuk "mengejar" daripada "dikejar"?

video


Padahal... mengungkapkan itu kan hak setiap orang.

Aku teringat lagi percakapan kami di sebuah grup. Tentang meme yang mengatakan "perempuan yang mengungkapkan perasaan kepada laki-laki itu 1:1000." Langka. Ya, benar. Tapi apa iya kelangkaan itu berbanding lurus dengan penerimaan? Nyatanya tidak. Perasaan tetaplah perasaan, hati manusia yang tidak semudah itu bilang 'iya' kalau kenyataannya tidak. Cuma kadang, ada juga laki-laki yang begitu menghargai perilaku yang seperti itu, sehingga penolakan tidak begitu mengenaskan.

How about this?
Kenapa mengungkapkan perasaan bagi perempuan itu terasa amat sulit? Mungkin karena perempuan itu perasa, kena penolakan dari orang yang disuka bisa jadi bikin patah hati. Tapi bukan berarti para perempuan dilarang mengatakan, lho. Katanya manusia punya hak yang sama, jadi kalau cuma soal mengatakan semacam ini harusnya nggak usah takut dianggap aneh.

Ya, kan malu kalo nanti ditolak.

Lebih malu mana udah ngarep, terus dia jadian sama perempuan lain? Lebih malu mana udah ngarep, terus dia nikah sama orang lain? Malu lah sama diri sendiri yang nggak bisa memperjuangkan apa yang kita inginkan. Maksudku, kalau kita suka, kenapa kita gak jujur aja sama orangnya. Kenapa kita harus menutupi perasaan yang katanya anugerah dari Tuhan ini? Kenapa kita nggak memastikan perasaan itu nyambung apa enggak? Kenapa kita harus terus-terusan nyaman untuk bertanya-tanya tentang hal yang nggak pasti?

Cewek kan bisa dengan ngasih kode atau sinyal aja.

Yakin mau kayak gitu? Nggak semua laki-laki paham kode mengkode lho. Kecuali kamu itu komputer. Hahaha. Tapi bener, kan, kebanyakan laki-laki nggak paham apa yang diinginkan perempuan. Sampai muncul berbagai meme soal kode dari perempuan yang nggak bisa dipecahkan. Padahal maunya perempuan itu sederhana, kan? Cuma ingin dimengerti. Nah caranya dengan bicara. Sampaikan apa maksud kita sebenarnya. Komunikasi yang gamblang aja kadang nggak nyampe pesannya, gimana  yang cuma kode? Hm. Mari merenung sejenak.

Jujur, tulisan ini sebenernya bukan untuk judging, apalagi nyuruh-nyuruh kaum perempuan buat berlomba-lomba mengungkapkan perasaan. Salah-salah kita dianggap murahan dan agresif. Nggak sama sekali. Aku cuma mau berbagi kalau perempuan bisa juga mengungkapkan, nggak harus selalu menunggu karena ada juga laki-laki yang pemalu ketika suka sama perempuan. Ujung-ujungnya nggak berani mengungkapkan. Tapi lagi-lagi jangan terlalu berharap sama ekspektasi yang kita punya. Karena yang kita hadapi saat mengungkapkan perasaan itu juga manusia, yang hatinya nggak bisa ditebak.

Laki-laki juga, kalau ada perempuan yang mengungkapkan perasaan, sebisa mungkin dihargai. Kalau memang suka, ya bilang suka. Kalau engga suka, ya jelaskan dengan bahasa yang nggak menjatuhkan.

Sumber: id.wikihow.com
---

Bagiku hari ini, mengungkapkan itu nggak salah, karena aku mau kepastian. Aku nggak ingin keelamaan berasumsi, mengandai-andai apakah dia suka sama aku atau enggak. Aku nggak ingin jalan di tempat yang sama untuk waktu yang lama. Karena ketika mengungkapkan dan tau apakah kita searah atau engga, aku punya tiket baru yang akan aku gunakan untuk waktu selanutnya: berjalan bersamanya atau pergi mencari orang baru. Sesederhana itu.

Sekali lagi, tulisan ini sebatas opini. Jadi, buat yang nggak setuju, itu nggak apa-apa. Atau kalau punya pendapat lain, silakan komen, ya :D

Purwokerto, masih dalam gerimis yang mengundang rindu.
April 2017

4 comments:

  1. Gue setuju, kok. :)

    Kadang bingung juga sama cewek yang lagi kangen, tapi gak mau bilang. Padahal kangen, ya tinggal ajak ketemu. Dateng ke rumahnya bisa. Atau minimal kontak aja duluan. Sesimpel itu. Ehehe. Kebanyakan gengsi malah bikin ribet, ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Yog. Makanya kadang cewek uring-uringan kalo pake gengsi :D

      Delete