Friday, February 10, 2017

Endapan Masa Lalu yang Kembali Muncul

Sumber gambar: Pixabay (dengan editan pribadi)
Untukmu yang sudah tidak pernah aku temui lagi sejak Ramadhan 2014.

Beberapa hari lalu aku melihat fotomu beredar di beranda Facebook. Lengkap dengan almamater kampus kebanggaamu juga sebuah predikat baru yang bagiku sangat membanggakan. Kamu terlihat senang mendapat amanah baru dalam hidupmu. Begitupun aku, yang lagi-lagi hanya bisa menikmati sosokmu lewat foto itu. Hari itu, ingin sekali kutanya kabarmu lewat chat personal, tapi buat apa? Bukankah sudah tidak penting lagi? Meskipun hubungan pertemanan kita jauh lebih baik dibanding jaman sekolah dulu.


Menatap fotomu hari itu memunculkan riak masa lalu kembalu. Sedikit saja, tapi mampu membuatku mengulik segala macam ingatan yang pernah ada di tahun-tahun belakangan. Soal aku yang menggilai puisi, soal aku yang ingin tahu segalanya tentangmu, soal aku yang menancapkan rindu, dan soal aku yang berlaku menjadi pengganggu di depanmu. Aku mengingatnya dengan baik. Tetapi, menatap fotomu hari itu juga membuatku sadar bahwa kau kini bukan lagi orang yang sama. Transformasimu jauh di atasku meskipun ambisimu sudah terlihat sejak dulu.

Hei, kamu. Ada banyak bagian kehidupan yang tidak mampu kita lewati, kan? Ingat percakapan kita dahulu soal betapa sulitnya dunia kuliah dan organisasi? Aku lupa tepatnya apa yang kau bilang, tapi itu terakhir kali aku bicara denganmu melalui chat personal. Dan kini aku tak lagi menemukanmu dalam daftar chat personal itu lagi. Kamu sudah terlampau jauh dari orbitku.

Untukmu yang sudah bahagia bersama kekasihmu. Kuharap tidak ada lagi perempuan lain setelah yang satu ini. Aku sudah cukup tahu berapa orang yang bergantian mengisi ruang hatimu sejak jaman sekolah dulu. Juga tahu bagaimana kau menyayangi mereka, memperjuangkan mereka hingga akhirnya kandas di jalan yang berbeda. Semoga ini yang terakhir.

Empat tahun lebih merangkai kenang bukan waktu yang sebentar. Semua orang paham bagaimana 'gilanya' aku padamu. Mencuri-curi kesempatan, mencuri dengar, mencuri penglihatan demi bisa tahu apa yang kau lakukan. Saat itu, semua hal yang berkaitan denganmu sangat berharga. Tetapi hari ini, melihat fotomu bersama mereka memunculkan memori baru yang nyata. Membuatku harus tersadar bahwa memang kenangan, sekecil apapun itu, tidak akan pernah bisa hilang, kecuali kau sudah mati.

Ya, melihat fotomu bersama mereka membuatku tahu bahwa kau baik-baik saja. Membuatku paham bahwa duniamu jauh lebih menyenangkan. Membuatku bisa mengerti bahwa aku tak seharusnya mengganggu lagi.

Satu hal, apa kekasihmu suka kalau kau merokok? Kalaupun iya, aku akan tetap mengatakannya padamu. Apa kau yakin ketika menjatuhkan pilihan pada benda yang satu itu? Kenapa tidak berhenti saja? Kau tidak mau menyakiti dia dengan menghembuskan asap rokok di hadapannya kan?

Ya, ya, ya, aku banyak omong sekali. Hidupmu bukan lagi urusanku, kan? Semoga selalu bahagia dengan siapapun kau bersama.

Sincerely,

Teman SMA-mu.

Purwokerto, 10 Februari 2017.

2 comments:

  1. Ini... cinta lama belum kelar? :')

    Semoga kita semua bisa mendapatkan bahagia masing-masing tanpa harus saling menyakiti atau membuka luka yang sudah susah payah disembuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha semacam flashback dikit lah.
      Aamiin :D

      Delete