Thursday, January 19, 2017

Histeris Itu Tidak Harus Begini


There's something can surprise me. Something that I love or I hate.

Histeris? Apa definisi histeris untukmu? Berteriak-teriak girang kesenangan atau malah memekik ketakutan? Aku... tidak keduanya. Aku mengendalikan diriku sejak hari dimana aku merasa tidak pantas lagi untuk menjerit senang maupun ketakutan. Aku mengekspresikan perasaan senang berlebihan maupun takut yang berlebihan dengan sederhana. Aku cukup melakukannya dalam hati dan ketika sendiri. Oke, aku melakukannya, tetapi tidak di depan orang lain dan tidak dengan ekspresi berlebihan.

Histeris bagiku adalah tindakan yang berlebihan, meskipun semua orang boleh saja melakukan hal itu sesuka hati mereka. Sebab, setiap manusia bebas mengekspresikan diri, termasuk rasa histerisnya. Di sisi lain, bukan berarti aku tidak pernah histeris, namun aku lebih bisa mengendalikan hal tersebut agar tidak kelewat batas dan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Kali ini ada 3 hal yang sekiranya mampu membuatku histeris.

1. Memenangkan Perlombaan Apapun Itu
Siapa yang tidak senang ketika memenangkan perlombaan? Pun denganku. Aku bisa begitu antusias kalau mengikuti perlombaan, berharap menang, dan biasanya malah kalah. Hahaha. That's why, ketika mengikuti perlombaan biasanya aku segera melupakannya setelah kompetisi itu terjadi. Dan ketika menang, aku bisa kaget setengah mati kesenangan dan segera mengingat kapan aku pernah ikut lomba itu.

Tidak banyak yang bisa aku lakukan ketika aku mengalami "kehisterisan sederhana". Paling-paling cuma berkata, "Yeay, akhirnya menang." atau dengan sombongnya pamer di media sosial supaya orang-orang tahu kalau aku sedang histeris; girang yang amat sangat.

2. Dapet Paket Buku Gratis
Sumber kebahagiaan kesekian adalah buku. Sejak entah kapan aku selalu senang berlebihan ketika ada orang yang dengan amat baik hati mau memberiku hadiah buku. Ah, rasanya ingin lari keluar dan bilang, "Aku dapet buku gratis, lho." Hahaha. Tapi apalah daya, aku lagi-lagi cuma bisa mengekspresikannya dengan biasa. Hanya saja rasanya meledak-ledak seperti ada bom molotov di dalam tubuhku. Senang bukan main!

Dan yang terakhir selalu soal kamu.

3. Apapun tentang kamu.
Sebab, kamu adalah sumber dari segala sumber. Adalah sebuah keheranan luar biasa ketika aku harus jingkrak-jingkrak sendiri saat mengetahui keberadaanmu. Adalah sebuah keanehan tersendiri ketika aku tahu kamu membalas pesanku dengan panjang lebar. Adalah sebuah kesenangan yang amat sangat ketika hari dimana kau jabat tanganku. Selalu sesederhana itu tapi mampu menimbulkan kembang api di dada.

Histeris macam apa yang muncul ketika berhadapan denganmu hari itu? Aku diam, pura-pura tidak tahu padahal aku sudah ingin melonjak kegirangan ketika tahu kamu pasti di sana.

Well, rasanya mungkin baru tiga hal itu yang mampu membuatku histeris. Meskipun kembali lagi ke pribadiku yang tidak begitu bisa mengekspresikan rasa histerisku. Hahaha. Sekian, yang penting nulis.

Kamar kos, setelah hibernasi cukup lama.
19 Januari 2017. 20.48

2 comments:

  1. Aku juga mau buku gratis!

    Aku histeris kalo liat barang antik bhahaha pacarku juga termasuk antik, jadi histeris juga pas ketemu. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha berarti tiap ketemu langsung histeris ya wi?

      Delete