Monday, January 9, 2017

[BOOK REVIEW] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi by Eka Kurniawan


Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi | Pengarang: Eka Kurniawan | Penerbit: Bentang Pustaka | Tahun Terbit: Maret 2015 | Jumlah Halaman: 170 hlm. | ISBN: 6022910722 | Harga: Rp 34.000,-
BLURB

"Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.
---

Benar-benar tolol kalau memang percaya pada mimpi... dan itu saya lakukan sendiri.

Membaca buku ini pasca patah hati itu sungguh membuat saya tertegun. Mengeja satu persatu huruf di judulnya membuat saya bertanya sendiri, "Apakah saya akan kembali menemukan cinta melalui mimpi seperti perempuan itu?" Ah, bohong besar. Mimpi, kan cuma bunga tidur; pikiran yang terbawa sampai ke dalam tidur. Kalau saya sedang sangat lelah, saya bahkan tidak mendapati mimpi sama sekali. Jadi, mimpi itu apa sebenarnya? Saya jawab tidak tahu.

Sampul buku yang didominasi warna oranye, kuning, dan merah maroon ini cukup sederhana. Gambar siluet seorang perempuan yang rambut dan bajunya berkibar terkena angin juga menambah kesan drama betapa dalamnya buku ini. Dan... saya suka font judulnya serta kesan suasana senja yang menawan.

Awal mula membeli buku ini tentunya karena saya merasa penasaran dengan judulnya yang begitu panjang dan menohok. Lebih-lebih saya baru saja patah hati saat itu. Saya pikir buku ini bukanlah kumpulan cerpen, melainkan sebuah novel yang menceritakan bagaimana perempuan yang patah hati itu bisa menemukan cintanya. Namun, ternyata saya salah. Ini adalah kumpulan cerpen yang berisi 15 cerita pendek yang bagi saya sungguh sangat memukau. Berikut judul kelimabelas cerpennya:

1. Gerimis yang Sederhana
2. Gincu Ini Merah, Sayang
3. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
4. Penafsir Kebahagiaan
5. Membuat Senang Seekor Gajah
6. Jangan Kencing di Sini
7. Tiga Kematian Marsilam
8. Cerita Baru
9. La Cage aux Folles
10. Setiap Anjing Boleh Berbahagia
11. Kapten Bebek Hijau
12. Teka-Teki Silang
13. Membakar Api
14. Pelajaran Memelihara Burung Beo
15. Pengantar Tidur Panjang

Dari ke-15 cerita pendek tersebut ada tiga cerpen yang saya suka, yaitu nomor 1, 3, dan 12. Biar saya beri sedikit isi ceritanya. Membaca judul Gerimis yang Sederhana, tentu saya langsung jatuh cinta. Bagaimana tidak, saya selalu suka hujan. Judulnya cukup menarik bagi saya. Isinya? Tentang seorang perempuan yang akan bertemu seorang lelaki, namun ia belum pernah sama sekali bertemu lelaki ini. Oleh karena itu si perempuan membiarkan lelaki ini menunggu di restoran, sedang ia mengamatinya dari dalam mobil.

Persoalan mereka tidak hanya soal itu, setelah bertemu mereka akhirnya bercakap tentang banyak hal, salah satunya membahas mengenai pengemis. Latar tempatnya ada Los Angeles. Percakapan mereka mengenai pengemis merujuk pada perbandingan pengemis di LA dengan di Indonesia. Sampai si lelaki berkata, "Aku harus mengejar pengemis itu." Apa yang sesungguhnya terjadi membuat saya tertawa di ending ceritanya. Penasaran? Baca sendiri saja. Hahaha.

Cerita nomor 3 yang menjadi judul kumpulan cerpen ini sedikit banyak sudah dijelaskan di dalam blurb buku. Rasanya saya tidak akan lagi mengulas isinya, karena saya memang tertarik dengan judulnya yang epik. Lagipula, sampai hari ini pun saya entah masih percaya atau tidak bahwa cinta itu bisa ditemukan melalui mimpi. Hahaha. Rasanya mungkin aneh, namun kalau melihat dari kenyataan, banyak orang yang juga mendapat petunjuk melalui mimpi setelah dia berdoa. So, memang agak aneh percaya dengan mimpi, tapi tidak mustahil juga.

Cerita nomor 12 saya suka karena genrenya agak thriller psikologi. Seorang gadis bernama Juwita gemar sekali mengisi teka-teki silang di sebuah surat kabar. Suatu hari ia merasa takut ketika mengisi jawaban dalam teka-teki silang. Apa yang dijawabnya menjadi sebuah kejadian aneh di hari itu juga. Kucing. Gosong. Halaman. Tiga kata itulah yang ia isi secara acak dalam teka-teki silang. Dan hari itu Juwita menemukan kucing yang mati hangus terbakar, teronggok di halaman rumahnya. Juwita merasa kejanggalan ini terus berlanjut, hingga setiap kali mengisi teka-teki silang, ia akan dihadapkan pada kejadian-kejadian aneh lainnya. Ternyata memang, semua jawaban ada di ending cerita ini. Penasaran juga? Baca dong makanya. :D

Well, karena ini buku Eka Kurniawan pertama yang saya baca, maka saya belum bisa membandingkan buku lainnya. Tetapi rasanya cerpen-cerpen di dalamnya sebelas dua belas dengan milik Aan Mansyur - Kukila yang memiliki twist ending.

RATE: 4/5

6 comments:

  1. Waduh, bacaannya berat nih, gue belum tertarik sih baca buku yang genre begini. Tapi kapan-kapan mau coba deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anyway, ini sama sekali bukan bacaan berat. Cukup ringan malah menurut gue mah wkwk

      Delete
  2. ntar boleh nih ngebahas buku traveling the best of India nih :)

    ReplyDelete
  3. Buku ini masih lumayan sih dibanding O wkwkwkwkwk :D

    ReplyDelete