Friday, January 13, 2017

[BOOK REVIEW] CineUs by Evi Sri Rezeki


Judul: CineUs | Pengarang: Evi Sri Rezeki | Penerbit: Noura Books | Tahun Terbit: September 2013 | Jumlah Halaman: 304 hlm. | ISBN: 0190166185 | Harga: Rp 48.500,- (Saya beli pas obral Mizan Rp 15.000,-)
BLURB

Demi menang di Festival Film Remaja, Lena rela melakukan apa saja. Bukan hanya demi misi mengalahkan mantan pacarnya yang juga ikut berkompetisi, tetapi karena dia pun harus mempertahankan Klub Film sekolahnya. Soalnya klub kecilnya bersama Dania dan Dion itu kurang didukung oleh pihak sekolah. Padahal salah satu kreativitas siswa bikin film, kan! 

Untung ada satu orang yang bikin hari-hari Lena jadi lebih seru. Si cowok misterius yang kadang muncul dari balik semak-semak. Apaaa? Eh, dia bukan hantu, lho … tapi dia memang punya tempat persembunyian ajaib, mungkin di sanalah tempat dia membuat web series terkenal favorit Lena. Nah, siapa tahu cowok itu bisa membantu Lena biar menang di festival. 

Kisah Lena ini seperti film komedi-romantis yang seru. Jadi, selamat tonton, eh, baca! :)
---

Novel CineUs mengingatkan saya kepada masa-masa SMA. Apa sebab memori itu datang kembali? Karena novel ini novel teenlit anak SMA yang gencar-gencarnya membuat Klub Film di sekolah. Saya jadi ingat kalau dulu di sekolah saya juga ada ekskul Cinematography yang diikuti oleh mantan gebetan saya banyak siswa yang suka bikin film dan memotret. Saya... tentu saja ingin ikut, tapi punya kamera saja tidak. Jadi, akhirnya saya hanya berdiri sebagai penikmat karya mereja saja.

Well, saya mau curhat soal buku CineUs karya kak Evi Sri Rezeki ini setelah sebelumnya sempet nyurhatin buku saudara kembarnya yang juga saya suka banget, Love Puzzle by Eva Sri Rahayu. Si Teteh Kembar dua ini memang top deh. Novel yang satu soal fotografi, yang satu soal film. Kan klop banget. Hahaha.

Anyway, melihat dari judul disampulnya saya merasa agak heran. CineUs (saya bacanya ci-ne-as), hampir sempat mencari tahu apa sih arti kata "Cine" dalam bahasa Inggris. Sempat juga menafsirkan kalo arti CineUs itu jadi Cinema Us atau Film Kita. Hahaha. Ngaco abis, ya? Di pertengahan cerita baru deh paham maksud dan artinya.

CineUs ini bercerita soal tiga orang siswa yang bersahabat dan sama-sama menyukai dunia perfilman. Mereka bertiga adalah Lelatu Namira (LeNa), Dania, dan Dion. Btw, saya baca nama Lelatu Namira kok malah ingetnya ke penulis novel Kau, ya? Soalnya nama penulisnya Sylvia L' Namira. Hahaha. Oke, tidak ada yang aneh dari mereka bertiga yang bersahabat dan berusaha membuat Klub Film di sekolah. Perjuangan mereka membuat klub baru di sekolah juga harus diacungi jempol. Pertama, bikin film itu nggak gampang. Kedua, setelah bikin film, nggak mudah menarik massa buat nonton. Ketiga, persetujuan pihak sekolah juga nggak mudah, birokrat emang gitu, kadang susah diajak kerjasama. Eh, maap curhat.

And then, setelah mendapat persetujuan dan peresmian Klub Film, mereka bertiga berusaha merekrut anggota baru untuk mengembangkan klub itu. Ya, ini satu hal yang menjadi kesulitan bagi mereka. Pasalnya, jika tidak ada anggota, maka sebuah kelompok baik komunitas, organisasi, maupun lembaga tidak akan berjalan lancar. Nah, punggawa Klub Film ini berusaha semaksimal mungkin dengan menyebar pamflet open recruitment kepada seluruh siswa di sekolah Cerdas Pintar (by the way, keren ya nama sekolahnya. Udah cerdas, pintar pula, hehehe). Selain menyebar pamflet, mereka pun berusaha mencari anggota dengan mengadakan pemutaran film pendek perdana mereka. Yah, bisa ditebak kalau yang datang hanya segelintir orang. Klub Film belum dianggap sebagai klub yang bisa dibanggakan dan belum diketahui eksistensinya karena masih baru.

Sebagai klub baru, tentunya mereka harus mampu menunjukkan taringnya agar tidak terus diremehkan oleh siswa-siswa satu sekolah. Bergerak selama satu tahun, mereka akhirnya mampu memiliki 10 orang anggota. Dan konflik pun dimulai.

Konflik dalam buku ini tidak hanya konflik di sekolah, melainkan konflik personal Lena sebagai karakter utama dengan tokoh lainnya. Lena harus siap menerima tantangan dari Adit, mantan kekasihnya, yang ambisius dan tidak ingin dikalahkan oleh siapapun, termasuk kekasihnya sendiri. (By the way lagi, saya kaget baca nama Adit. Kan jadi inget sahabat saya yang namanya juga Adit. Tapi orangnya baik kok, walaupun pas baca buku ini saya lagi konflik juga sama dia. Hahaha). Lena mau tidak mau harus berusaha untuk membuat film pendek untuk kompetisi sekaligus lomba skenario. Ia tidak mau dikalahkan begitu saja oleh Adit.

Kemudian, muncullah Rizky sebagai penyelamat. "Si Anak Hantu" begitu sebutan Lena untuk Rizky kemudian menunjukkan hal-hal rahasia yang hanya diketahui oleh Rizky dan temannya, Ryan. Mengetahui kalau Rizky adalah animator dari web series yang sering ditontonnya, Lena mengajak Rizky untuk bergabung dengan Klub Film. Alasannya sederhana, ia ingin memenangkan kompetisi itu dan tidak ingin dipermalukan oleh Adit.

So, setelah bertemu Rizky berhasilkah Lena memenangkan lomba tersebut? Bagaimana nasib Klub Film selanjutnya?
---

Ah, buku ini penuh dengan konflik khas remaja. Bullying, kisah cinta yang manis, persaingan, senioritas. Saya nggak habis pikir, masih ada ya senioritas di sekolah-sekolah begini. Soalnya waktu saya sekolah sih paling cuma pas masa orientasi sekolah (MOS). Kalau bully sih saya yakin masih ada, apalagi jamannya media sosial yang mudah banget bikin orang jadi pelaku ataupun korban cyber bullying. Kompetisi di sekolah-sekolah juga bikin saya inget kalau dulu sekolah saya pernah menang lomba film pendek juga. Ya, memori masa SMA emang indah. Hahaha.

Karakter-karakter di buku CineUs ini juga digambarkan cukup baik. Ah, tapi saya agak kecewa sama penggambaran fisik Rizky. Yaaaa, pikiran saya selalu bilang kalau Rizky itu kurus dan nggak gembul. Hahaha. Tapi its okay, nggak pengaruh juga sih kalau Rizkynya tiba-tiba jadi kurus.

Sekian aja deh curhat celoteh soal buku CineUs. Kalau penasaran bisa baca sendiri, yaaa!



RATE: 3,5/5.

No comments:

Post a Comment