Adalah Aku dan Kamu


Adalah aku dan kamu yang berjalan dalam lautan kebisingan.
Bergeming di antara laju angin yang dingin.
Gigil diterpa kebingungan yang terlampau manis untuk ditepis.

Adalah aku dan kamu yang menghindar dari tatap semesta.
Berlari dengan hujan yang basah.
Lebur oleh suara orang-orang yang menggema di telinga.

Adalah aku dan kamu yang saling bertemu lagi.
Membuka lembar baru tanpa meninggalkan yang lama.
Membuatku berdiri pada satu titik yang sama.

Adalah aku dan kamu yang bergerak secepat mungkin.
Pergi meninggalkan duka di masa lalu.
Dan perlahan membuatku kelu, oleh detak jantung yang bertalu.

Adalah aku dan kamu yang tidak pernah jadi kita.
Menyebutmu "seseorangku" adalah sebuah dosa.
Tidak pernah ada kita.
Tidak pernah.
Hingga kelakarku menjadi ilusi yang nyata.

Adalah aku dan kamu yang hanya diam menatap malam,
menatap hujan, menatap langit yang sombong.
Temaram lampu jalan itu membuatku tahu, kamu bersamaku, tapi tidak bersamaku.
Kamu ada, tapi tiada.
Kamu nyata, tapi juga khayalan.

Aku dan kamu adalah dua insan yang mengorek kenangan masing-masing dengan getir.
Bicara seolah-olah aku dan kamu sedang berpikir.
Padahal, aku dan kamu adalah dua insan yang berdiri bersisian, tetapi nyatanya aku dan kamu berbeda jalan.

Purwokerto, di tengah malam yang senyap.
6 November 2016. 00:54.

Comments

  1. Ini ceritanya tentang melepas seseorang karena ga bisa bersatu meski saling cinta ya?

    ReplyDelete
  2. Menyentuh! Dimana dua insan mengira di jalan yang sama, tapi ternyata berbeda :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)