Monday, December 19, 2016

My Brother: Fajar Abdurrahman


Sebelum tanggal 19 berakhir, aku mau mengucapkan, "Selamat ulang tahun, Fajar Abdurrahman!" Kali ini aku nggak bisa memberi kado apapun. Ya, mungkin cuma sepucuk tulisan ini yang akan mewarnai usia 22-mu. By the way, aku merasa aneh menulis ini dengan bahasa 'aku-kamu', biasanya chatting pake 'lo-gue' soalnya. Hahaha.

Thursday, December 15, 2016

Sebuah Rumah yang Kuharap Milik Kita

Sumber: www.citramaja,com (edited by me)

I prayin' you’re the one I build my home with...

Ada sebuah pikiran panjang yang menyeruak diam-diam ke dunia. Perihal masa depan, investasi, dan rumah impian. Kepadamu, Kak, aku mau berbagi keinginan itu. Sebab, pikiranku masih percaya bahwa kamulah orang yang akan ada di masa depan. Membangun rumah bersamaku dan hidup di dalamnya, selamanya.

Thursday, December 8, 2016

Sebuah Bingkisan Kayu yang Terdampar di Kamar



Yang terpenting dari segalanya adalah… keutuhan serta keamanan.

Ini kisah dua tahun lalu, dan kurasa ini kisah terbaik yang aku miliki. Entah bagaimana milikmu becerita.

Aku menatapnya dengan hati nelangsa. Si merah yang menemaniku berjuang di saat-saat terakhir masa putih abu-abu, kini tergeletak lemah. Ada sebagian hatiku yang ikut hilang, padam seperti layarnya yang gelap dan tak muncul gambar apapun. Memori, percakapan, hingga semua kenangan yang hidup di dalamnya, lenyap tanpa bekas. Ponsel ketiga di sepanjang hidupku telah wafat. Baterainya kini sudah lemah, tak bisa disetrum apapun lagi. Kutatap sekali lagi, ia sudah tak berdaya, geming di atas meja.

Tuesday, December 6, 2016

Adalah Aku dan Kamu


Adalah aku dan kamu yang berjalan dalam lautan kebisingan.
Bergeming di antara laju angin yang dingin.
Gigil diterpa kebingungan yang terlampau manis untuk ditepis.

Adalah aku dan kamu yang menghindar dari tatap semesta.
Berlari dengan hujan yang basah.
Lebur oleh suara orang-orang yang menggema di telinga.