Thursday, September 8, 2016

Delapan September dan Rindu yang Membuncah



Aku terbangun dengan rindu yang menggebu, setelah semalam dengan mudahnya aku mengiriminya pesan konyol seperti anak kecil yang merajuk minta ditemani nonton bioskop. Alasannya cuma satu, aku ingin nonton film The BFG yang katanya seru itu. The BFG kan diangkat dari buku karya Roald Dahl yang aku dapatkan susahnya minta ampun. Kenyataannya, sampai sekarang boxset buku Roald Dahl masih nangkring rapi di tumpukan dan terbungkus plastik. Aku belum berani membukanya. Belum ada niatan membacanya juga.

Hari ini delapan September. Bertambah lagi keinginanku untuk nonton bioskop karena ada film baru yang memang ditunggu banyak orang. Apalagi kalau bukan Warkop DKI Reborn. Pasti bioskop Rajawali di Purwokerto rame parah, sama ramenya kayak berita mahasiswa kedokteran Unsoed yang diculik mobil pick up.

Hari ini hari Kamis, aku nggak ada kuliah. Jadi seharian cuma berusaha menyelesaikan buku Hunger Games yang belum tamat dibaca sejak sebelum KKN. Belum lagi tadi pagi bangun kesiangan dan harus 'melayani' temen KKN yang mau ngambil duit. Sebagai bendahara yang baik tentunya aku harus mengiyakan keinginan mereka apalagi soal keuangan bersama ini. Lucunya, aku pikir temenku bakal mau nebengin aku sampai ke ATM, ternyata dia bawa pacarnya. Emang dasar nasib jomblo, akhirnya aku harus pake motorku sendiri. Hiks.

Sudah setengah hari di tanggal 8 September ini aku masih sibuk mencoba Adobe Premiere. Aku anggap ini mainan baru karena Sony Vegasku sudah mulai aneh dan nggak enak buat ngedit video. Padahal aku punya deadline besok buat tugas Komunikasi Gender. Aku suka sih, ngedit model begini, meskipun masih amatiran, tapi menyenangkan.

Ini delapan September dan aku rindu. Besok ada yang mau berangkat ke Gunung Sumbing. Lihat dia upload jalur di instagramnya bikin aku khawatir. Bukan cuma persoalan dia mau pergi jauh terus aku jadi rindu, tapi ini juga persoalan kalau aku juga rindu naik gunung.

Tidak ada yang perlu ditakutkan dari rindu. Karena ada kamu.

Purwokerto menjelang maghrib.
Di sela-sela mengedit video.

2 comments: