Saturday, June 11, 2016

[BOOK REVIEW] Always The Bride by Jessica Fox


Judul: Always The Bride: Pengantin Baru (Lagi) | Pengarang: Jessica Fox | Penerjemah: Alphonsus W.P.T Nugroho | Editor: Yuki Anggia Putri | Penerbit: Esensi | Desain Sampul: Dora Tatiana | Tahun Terbit: 2016 | Jumlah Halaman: 248 hlm. | ISBN: 9786027596276

BLURB

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan kita.

Namun, Zoe Forster selalu berusaha untuk memiliki hidup sempurna. Jadi, ketika seorang cenayang pada pesta lajangnya meramalkan bahwa ia akan menikah dua kali, ia tidak ambil pusing. Semua orang tahu bahwa Zoe dan Steve ditakdirkan bersama selamanya.

Tetap saja, pernikahan fantastis macam apa pun harus menghadapi lika-liku di kemudian hari dan, dalam setahun, hal-hal tak terduga terjadi. Hadir pula seorang bintang film superseksi bernama Luke Scottman dalam kehidupan Zoe. Zoe dan Steve pun menemukan masa lalu masing-masing yang tidak seindah dugaan mereka. Tampaknya ramalan sang cenayang akan menjadi kenyataan…
--

Memulai sebuah pernikahan dengan rahasia dan kebohongan adalah sebuah resep untuk bencana. (p. 115)

Adalah Zoe, seorang penulis naskah di BBC channel untuk sebuah drama TV. Hari-harinya dipenuhi kebahagiaan karena ia akan segera menikah dengan tunangannya, Steve, yang juga bekerja sebagai produser di tempatnya bekerja. Pada hari-hari sebelum pernikahannya, ia dan teman-temannya mengadakan pesta lajang dan mengundang seorang peramal. Hasilnya mengejutkan.

"Kau akan menikah dua kali," ujar si peramal itu. Sontak Zoe kaget mendengarnya. Mana mungkin ia akan menikah dua kali kalau ia sangat mencintai Steve dan mereka berdua merupakan pasangan serasi yang selalu dibanggakan orang? Tidak mungkin.

Setelah pernikahan Zoe dan Steve berjalan lancar, mereka semakin menyadari kalau mereka memang pasangan serasi yang saling mencintai. Steve adalah tipe orang yang romantis, tetapi mudah ditebak. Setiap kejutan yang Steve berikan dapat dengan mudah diketahui oleh Zoe. Rasanya semua jadi tidak mengejutkan lagi bagi Zoe, tapi seringkali ia berpura-pura tidak tahu kalau Steve sedang merencanakan sesuatu.

Konflik di dalam buku ini terjadi setelah pernikahan Zoe. Ya, bagaimana tidak, kalau Zoe belum menikah, maka bukan konflik dong namanya. Kedatangan Luke Scottman, seorang bintang muda tampan yang merupakan teman kuliah Zoe dan Fern, sahabatnya. Keberadaan Luke yang menjadi bintang utama dalam serial drama yang digarapnya membuat Zoe serba salah. Ia pernah bersama dengan Luke, dan Fern adalah mantan kekasih Luke. Lalu bagaimana dengan Steve?

Tidak hanya itu, konflik ini semakin diperumit dengan adanya Trinity yang juga mantan kekasih Luke yang kemudian dipasangkan sebagai sepasang kekasih dalam serial drama itu. Kedekatan Trinity dan Steve di lokasi syuting pun terlihat janggal. Fakta bahwa Zoe telah mengetahui bahwa Steve pernah menikah satu kali sebelum bersamanya juga sempat mengusik batinnya. Hingga akhirnya... apa yang terjadi? Apakah Zoe tetap bersama Steve? Atau malah berpaling pada Luke?

Jawabannya... ia menikah dua kali dengan orang yang sama.
---

Saya cukup lama membaca buku ini dikarenakan tertunda dengan banyak kegiatan yang harus saya jalani. Secara keseluruhan, buku ini sederhana, dengan konflik yang sederhana, tapi tak mudah ditebak. Awalnya saya mengira bahwa Zoe akan menikah dengan orang lain setelah dengan Steve, ternyata saya salah.

Problematika cinta dan rumah tangga khas pasangan muda yang menjadi tema utama buku ini. Terjemahan kata oleh Penerbit Esensi juga cukup baik, meskipun ada beberapa kata yang masih typo. Selain itu pengaturan marginnya yang cukup rapat membuat saya merasa lelah membacanya.

RATE: 3/5
---

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk penerbit Esensi yang telah memberikan saya dua buku, Always The Bride dan Bridget, serta mempercayai saya untuk menulis review dari kedua buku tersebut. Permohonan maaf saya karena terlambat untuk menulis reviewnya. Semoga bisa diberikan kesempatan untuk mereview buku lainnya juga. Terima kasih, Penerbit Esensi. :)

Purwokerto, 11 Juni 2016. 19:43.

2 comments: