Friday, April 8, 2016

[BOOK REVIEW] To Kill A Mockingbird by Harper Lee



Judul: To Kill A Mockingbird
Pengarang: Harper Lee
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penerbit: Qanita
ISBN: 9793269400
Tahun Terbit: 2006
Tebal Buku: 533 hlm.

BLURB

Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang pemuda kulit hitam. Saat Atticus Finch membela seseorang yang diangap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih. Bahwa prasangka seringkali membutakan manusia. Dan bahwa keadilan tidak selalu bisa ditegakkan.
---

Ini cerita anak-anak dengan isi yang mengagumkan. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang anak-anak. Setiap hal yang rumit untuk orang dewasa disederhanakan dalam kacamata milik Jem Finch dan Jean Louise Finch (Scout). Kehidupan mereka sama seperti anak-anak biasa. Jahil dan penasaran jadi dasar atas tindakan mereka yang sering kali mengundang kekacauan.

Bermula saat Jem dan Scout merasa penasaran pada rumah milik Boo Radley yang terletak di ujung jalan. Diam-diam setiap malam, setelah Ayah mereka tidur, mereka pergi ke rumah itu untuk membuktikan dan membuat Boo Radley keluar. Selama ini keluarga itu tidak pernah keluar rumah, terutama setelah Boo Radley melakukan tindak kriminal dan ditebus oleh ayahnya agar tidak masuk penjara remaja.

Kedatangan seorang anak bernama Dill membuat mereka semakin punya ide untuk menelisik lebih dalam ke rumah Boo. Padahal rumah itu terlihat tidak ada kehidupan dan tak ada yang berani berdiri di depan sana selama 5 menit, apalagi melewati pagar pembatasnya. Mereka melakukan permainan peran seolah-olah mereka hidup sebagai keluarga Radley.

Banyak kisah yang disebutkan disini, tetapi topik utamanya ada pada pembelaan atas kaum negro yang menjadi sorotan pada zaman itu. Dimana Atticus Finch, ayah mereka, merupakan seorang pengacara yang membela seorang negro bernama Tom Robinson dalam sebuah pengadilan. Tom Robinson dituduh memperkosa seorang gadis kulit putih. Atticus percaya bahwa tidak mungkin Tom Robinson melakukan hal tersebut dengan keadaan tangan kanan yang lumpuh. Hal ini mengingkari beberapa bukti yang ada pada gadis itu.

Nyatanya, semua keputusan bersalah atau tidak tetap ada di tangan juri yang mayoritas adalah orang kulit putih. Dan walaupun dikatakan tidak bersalah pun, seorang negro tetap dianggap bersalah karena derajatnya yang lebih rendah dari orang kulit putih pada masa itu.

Banyak hal yang saya suka dari buku ini, terutama soal kepolosan anak-anak dan kasih sayang yang diberikan Atticus pada kedua anaknya. Bahwa Atticus tidak menghindar apabila anak-anaknya bertanya soal suatu hal. Seperti suatu hari Scout diejek oleh temannya bahwa ayahnya adalah seorang pecinta negro. Ketika Scout menanyakannya, Atticus dengan lugas menjelaskan bahwa ia hanyalah membela yang benar (kalau saya tidak salah ingat). Intinya, Atticus mau menjelaskan sesuatu pada anaknya, bukan malah menghindar dari pertanyaan.

Buku ini buku legendaris, buku pertama karya Harper Lee yang memang sangat meninggalkan kesan bagi saya. Ah, rasanya tidak percuma saya membaca buku ini, banyak pesan yang disampaikan di dalamnya.
---

QUOTES OF THE BOOKS

"Kalau seorang anak bertanya, jawablah. Jangan berlebihan. Anak-anak adalah anak-anak, tetapi mereka tahu kalau kau menghindar, mereka tahu lebih cepat dari orang dewasa, dan menghindar hanya akan membingungkan mereka." - Atticus Finch. (p. 173)
"Mereka (orang kulit putih-red) memang berhak berpikir begitu, dan mereka berhak dihormati pendapatnya, tetapi sebelum aku mampu hidup bersama orang lain, aku harus hidup dengan diriku sendiri. satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang." Atticus. (p.206)
"Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apapun yang terjadi." (p.219)
"Dalam pengadilan kita, ketika semua kesaksian orang kulit putih dipertentangkan dengan kesaksian orang kulit hitam, orang kulit putih selalu menang. ini buruk, tetapi inilah fakta kehidupan." (p.419)
RATE: 5/5

Purwokerto, 8 April 2016. 17.00

2 comments:

  1. Lumayan menarik review nya, saya juga sudah lama ingin membaca buku ini. Mungkin besok lusa akan saya baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukunya bagus kok kak. silakan baca aja :D

      Delete