Saturday, March 26, 2016

Malam Minggu Terakhir di Bulan Maret

Kata orang malam minggu bukanlah malam minggu kalau tidak dinikmati. Seperti sepasang muda-mudi yang berboncengan naik motor bebek atau motor ninja, pedagang yang mencari keuntungan lebih banyak saat malam minggu, atau seperti kamu yang menghabiskan waktu merayakan pergantian usiamu.

Hei, kamu berulang tahun hari ini? Selamat kalau begitu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan selain mengatakan selamat. Bertanya soal apa yang kau mau sebagai hadiah saja aku sudah tidak berani lagi.

Sejak kamu datang kembali beberapa tahun lalu, hatiku berubah. Bukan cuma menjadi lebih gelisah, tapi juga patah seperti keping cokelat padat yang beku kemudian bergemeretak di gigi. Kalau kemarin aku mengiyakam permintaanmu, apakah kita masih bisa berjalan beriringan sampai dengan sekarang? Ataukah ketika keinginanmu tak sebanding dengan kenyataan milikku, apa kau masih bisa bicara soal penantian yang membuatmu menyerah dan berpaling.

Kalau malam minggu kemarin kamu mungkin masih menghitung, hari ini semoga kamu beruntung. Setidaknya ada seseorang yang berada di sampingmu, mencintaimu dengan sangat. Setidaknya kamu pun juga sama. Tentu bukan aku, bukan gadis ini yang selalu menyimpan ragu dan membuatmu berkali-kali termangu.

Soal cinta, aku sudah tidak begitu peduli. Aku bukan lagi orang yang sama, kau pun juga. Kita sudah mengerti masing-masing bahwa ada sesuatu hal yang memang tidak akan bisa bergerak dari waktu ke waktu. Apa itu? Entahlah. Aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan baik 

Apapun yang terjadi hari ini, esok, lusa, atau tahun-tahun berikutnya, berjanjilah padaku kalau kau akan tetap semangat menjalani hidupmu. Bukan karena kita pernah saling suka, tapi karena tujuan hidup kita yang serupa. Berjanjilah untuk bahagia dengan caramu sendiri.

Selamat ulang tahun, berjanjilah untuk terus semangat.


Purwokerto, 26 Maret 2016. 20:06.

Sejak kuketahui tanggal hari ini, aku selalu ingat kamu.

2 comments: