Thursday, February 11, 2016

Untukmu Saja

Untuk waktu kita yang habis diterkam kenyataan

Kita terlalu santai. Bercanda dengan waktu yang tergeletak di lantai. Bermain-main di selasar rindu, membuatku gontai. Tak juga bertemu kamu, meski sudah sering kukirimkan pesan pada pemilik pantai.

Tak hanya aku yang merasa, semoga kamu pun. Ada yang terasa menyakitkan ketika kamu pergi. Bukan karena aku sedih, hanya ingin kamu disini.

Ingat kata-kata ini, "Jalannya jangan ke tengah-tengah. Sini di pinggir." Kamu hampir menggamit tanganku untuk membuatku berada di pinggir, di sisimu. Sesederhana itu.

Entah seberapa lama lagi dunia bisa menyimpan ini. Rasanya sesuatu yang seperti ini tidak akan pernah aku sampaikan padamu. Meskipun tidak akan pernah selesai

Hai, Kak. Aku rindu.

Sincerely,

Afrianti Eka Pratiwi

Cileungsi, 11 Februari 2016. 13:19.

No comments:

Post a Comment