Untuk Semua Perjalanan

Teruntuk tanah air yang amat sangat kucintai.

Rasa cinta membuatku memahami bahwa segalanya yang ada di tanah air adalah milik kita semua. Bukan dengan beberapa lembar uang, tetapi cukup dengan rasa cinta yang dalam.

Hello, Indonesia. Suratku datang dengan rasa syukur dan terima kasih yang teramat sangat. Untuk setiap perjalanan, untuk setiap helaan nafas yang membuatku hidup. Tiada satupun yang melebihi indahnya alam Indonesia.

Mungkin baru tiga puncak yang dapat kutapaki dengan rasa lega. Dan bermacam-macam jenis hutan baru kujajaki sedikit sekali, tapi aku tetap cinta. Aku tetap sayang pada sebuah keteduhan di dalam hutan. Juga soal dinginnya hujan di dalam perjalanan menuju puncak gunung di Indonesia.

Tak hanya hujan, aku mencintai teriknya perjalananku menuju setiap pantai yang sudah aku jelajahi, meski sedikit sekali. Untuk beningnya air di lautan Indonesia. Dan untuk batu-batu kerikil yang seringkali menghalangi langkah kakiku.

Beruntungnya aku di Indonesia. Aku merasakan pergantian usia 20 tahunku di sebuah pantai di Indonesia. Segalanya teramat Indah. Sungguh.

Hai, Indonesia. Batikmu, aku sungguh cinta batikmu tanpa syarat. Bagiku itu lah motif paling Indah yang pernah kulihat selama aku hidup.

Terima kasih telah membuatku hidup di tanahmu yang subur ini. Maafkan aku uang belum bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Selanjutnya, aku akan berusaha.


Salam,


Afrianti Eka Pratiwi

Cileungsi, 14 February 2016. 10:07.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)