Wednesday, February 10, 2016

Surat Rahasia Untuk Bee

Untuk Bee, yang selalu tahu semua tentang aku, juga hatiku.

Hai, Bee. Sudah lama tidak mengabarimu. Meski begitu, kau selalu tahu apa yang terjadi padaku. Aku susah tahu, Bee. Aku sudah menemukannya. Tentu saja kamu tahu. R. Kamu tentu sudah baca suratku untuk R setahun lalu kan? Iya, dia masih ada di dunia yang bisa kutemukan. Dia tidak lenyap seperti pikiranku dahulu. Dia masih hidup di dunia Maya juga. Dia... ada dan nyata.

Hampir 9 tahun aku menyimpannya dalam kenang dan tidak pernah kubuka lagi. Rasamya biasa saja, tapi masih sering rindu dan penasaran kemana hilangnya dia. Semalam, tanpa aba-aba yang jelas, aku menemukannya. Biar kuceritakan detailnya.

Malam itu begitu biasa seperti malam sebelumnya. Ada yang berbunyi di ponselku. Undangan grup teman-teman alumni SD. Aku sama sekali tidak berpikir apapun dan langsung kuterima saja undangan itu. Kulihat isinya hanya beberapa... salah satunya dia, Bee. Entah saat itu aku harus senang atau bagaimana.

Jelasnya, setelah sekian lama tak menemukan dia di sosial media manapun, aku menemukannya dengan mudah karena ada grup alumni itu. Dia masih sama, hanya saja terlihat lebih dewasa. Dari postur tubuhnya yang dulu kurus, saat ini sudah lebih berisi. Wajahnya juga masih sama, aku masih bisa mengenalinya meski hanya dari samping. 

Bee, pertemuan itu akan berlangsung akhir minggu. Apakah aku bisa melihatnya lagi? Atau memang tidak akan ada pertemuan lanjutan setelah masa kanak-kanak kami selesai?

Bee, selayaknya surat rahasia, jangan pernah bilang pada siapapun ya. Aku sudah menemukannya dan tak mungkin kehilangan jejaknya lagi. Besok-besok jika aku tidak cerita, kamu pasti sudah tahu aku kenapa.


Salam,

Afrianti Eka Pratiwi.


Cileungsi, 10 February 2016. 12:56.

No comments:

Post a Comment