Sedingin Hatimu

Aku hanyalah serangkaian masa lalu yang tidak kau anggap lagi. Meskipun aku tahu, kamu pernah memperhatikanku dan semuanya di masa lampau.

Kau cukup dingin untuk seorang lelaki yang aku kenal. Juga menjadi penghangat bagi yang lain. Kau berbeda, tapi masih sama dalam bentuk ingatan yang ringkas dalam otakku.

Sejatinya aku masih sama diamnya seperti masa kecil yang pernah kita lalui dalam ruang kelas. Seperti kemarin, aku juga hanya bergeming menatapmu tersenyum dengan manisnya. Siapa sangka kau berubah seperti orang lain yang mengenal aku sekaligus tidak mengenalku.

Waktu perkenalan itu aku mulai dengan canggungnya. Kau berdiri disana, melihatku dengan senyummu yang masih aku ingat jelas.

Untuk senyummu yang rupawan dan hatimu yang sedingin Es, aku cukupkan saja untuk mengagumi dari jauh. Bukan karena tak ingin, tapi memang susah seharusnya begitu.

Selamat tinggal, meski kita akan bertemu lagi tahun depan.

Cileungsi, 15 February 2016. 14:13.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)