Friday, February 19, 2016

Sebuah Rindu Dalam Mimpi

Hello, Tuan. Kali ini aku tidak akan panjang lebar. Aku tahu rindu ini telah terbentuk seakan lama tanpa terobati.

Semalam, rasa rindu itu muncul dalam bentuk lain. Mimpi. Tentang sebuah pertemuanku denganmu dan juga ayahmu. Entahlah, kita terlalu banyak bicara soal hidup dan sejenisnya.

Kata orang, mimpi bisa dibentuk sendiri sesuai keinginan. Mimpiku semalam mungkin bentukan rindu yang cukup besar terhadapmu.

Sejatinya rindu itu disampaikan. Pagi ini aku hanya berani menyapamu dengan kalimat, "Kamu sehat, kan?" Cukup bahagia menerima balasanmu dengan menanyakan keadaanku juga. Kabar baiknya, kau masih terjaga dalam lindungan Allah.

Hal serupa kulakukan dengan menanyakan kabar ibu, ayah, dan kakakmu. Mereka baik-baik saja dan aku bahagia mendengarnya.

Sekian dulu, Tuan. Aku mengantuk.

Sincerely,


Afrianti Eka Pratiwi

Cileungsi, 19 February 2016. 14:29.

No comments:

Post a Comment