Thursday, February 25, 2016

Sampai Suatu Hari Nanti

Sampai suatu hari nanti ketika aku tidak lagi menemukan diriku yang begini. Aku tahu bahwa aku sudah menghilang bersama uap air yang mendatangkan hujan.

Sampai suatu hari nanti aku tidak lagi menyadari bahwa aku adalah aku yang sama. Aku tahu kalau aku sudah memahami bahwa kehidupan ini bias oleh aroma hujan setiap sore.

Sampai suatu hari nanti aku tidak lagi mengenal siapa aku yang sekarang, mungkin aku lupa kalau aku pernah hidup dan tersenyum.

Sampai suatu hari nanti aku tidak lagi bicara seperti sekarang, aku tahu bahwa bicaraku selalu sia-sia. Seperti butiran pasir yang terlihat tak berguna. Atau mungkin sampah yang sering di buang sekalipun ia berguna.

Sampai suatu hari nanti aku tidak lagi memandang hidup seperti sekarang, aku tahu kalau aku sudah berubah. Pindah ke haluan lain, fase kehidupan lain.

Juga sampai suatu hari nanti aku tidak lagi menuliskan ini, aku tahu bahwa aku sudah mati.



Purwokerto, 25 Februari 2016. 23:01

5 comments:

  1. Maka itu, jangan buat sesal di kemudian hari menghantui. Apa yang dilalui saat ini tetaplah jalan menuju "suatu hari nanti". Jaga dan jalani baik-baik. Yo semangat! 💪

    ReplyDelete