Wednesday, December 23, 2015

They Said If Yesterday is Mother's Day

Mungkin ini sebuah postingan yang telat, amat telat. Tetapi bukankah better late than never? Bukankah pernyataan dan ungkapan cinta kepada Mama itu tidak terbatas oleh waktu? Apalagi hanya dengan sebuah tanggal yang didaulat sebagai Hari Ibu. Padahal kita sungguh sangat bisa menyatakan rasa cinta kepada Ibu di setiap detik waktu yang kita miliki.

Hai, Ma. Apa kabar hari ini? Aku menunggu kedatanganmu di sini. Ah, anakmu ini memang jarang pulang, untung bukan bang toyib yang nggak pulang sampai tiga kali lebaran. Sungguh rasanya akupun ingin pulang seperti teman-teman lain yang sudah sibuk memesan tiket sebelum waktu libut tiba. Aku? Terlalu banyak kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Bukan karena aku tidak sayang, tapi karena aku memilih bertahan di jalan untuk masa depan. Kau mengerti itu kan, Ma?

Bercerita soal Mama, rasanya tak akan pernah habis. Mungkin lagi aku jarang bercerita soal Mama. Karena rasanya cukup aku saja yang tahu Mama seperti apa. Mama hebat yang sudah melahirkanku. Meskipun kalau ditelpon pasti banyak sekali nasihat yang diucapkan, hingga aku hanya ber-iya-iya saja. Setelahnya aku baru berpikir bahwa omongan lebih banyak benarnya daripada tidaknya. Hehehe.



Mama itu seseorang yang sungguh amat mengerti aku, menerima semua keputusanku dan keinginanku tanpa berusaha mengekang aku. Kalau mama yang lain mungkin akan melarang anaknya naik gunung dan itu mutlak, Mama masih bisa menerima semua alasanku dengan baik dan membiarkanku bebas berkreasi. Mama tidak pernah melarang. Dulu mungkin aku sulit dilarang, sekarang aku sudah bisa berpikir tanpa harus dilarang-larang lagi.

Aku adalah orang yang sulit meminta maaf, tetapi Mama dengan sabarnya menghadapi aku yang seperti ini. Ketika aku membuat kesalahan, malah Mama yang meminta maaf. Aku... lagi-lagi hanya merasa bersalah di dalam hati, kemudian menangis. Selapang apakah hatimu, Ma?

Hari ini aku masih di rantauan. Setelah hampir 4 bulan tidak pulang ke rumah. Apakah kau sering kesepian ketika tidak ada aku di rumah, Ma? Aku pun sama.  Ada kalanya aku menikmati waktu-waktu di kamar kos sendiri. Karena ketika aku di rumah, kerjaanku cuma sebatas makan-tidur-nyapu-ngepel. Tak ada yang lain. Aku tak bisa membantumu di warung karena kebingunganku melayani pembeli dan tidak tahu harga. Hahaha. Maafkan aku, Ma. Rasanya adik-adikku jauh lebih ahli daripada aku dalam hal itu.



Ma, terima kasih untuk semua hal sejak aku masih dalam kandungan. Aku yakin Mama selalu mendoakanku tanpa aku minta. Insya Allah Tiwi nggak akan mengecewakan Mama. Aku sayang Mama, meakipun ini cuma lewat tulisan yang nggak seberapa dan belum tentu Mama baca, tapi ini semua nyata adanya. I love you, Mom! :*

Purwokerto, 23 Desember 2015. 09:48.

2 comments:

  1. Nah tuh, kadang meminta maaf, ketika berbuat salah itu susah sekali ya. Mama pasti bangga padamu, cintamu begitu besar untuk mama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh iya kak. Semoga bisa bikin bangga Mama lebih banyak lagi :)

      Delete