Tuesday, December 15, 2015

Gadget Addict



Hujan bikin males makan ya, Gaes? Eits, tenang dong, kan masih bisa delivery order by phone or by media social. Beruntunglah teknologi semacam ini sudah ditemukan. Bersyukurlah anak kos tidak akan mati kelaparan karena hujan yang tak kunjung reda.

Bicara soal teknologi juga tidak akan pernah ada habisnya. Tiap bangun tidur, yang kita cek adalah ponsel. Login path, kemudian klik menu “wake up at…”, sudah jadi kebiasaan. Bangun tidur bukannya langsung mandi, tapi masih sempet buka instagram buat lihat kalaog baru di online shop. Cekatan sekali ya! Tahu-tahu telat ke kampus.

Di kelas, kalau dosennya ngebosenin, ujung-ujung mainin si gadget lagi di dalam tas. Katanya sih biar nggak ketahuan, padahal mah sebagian dosen juga tahu tabiat mahasiswa yangs erring kayak gini. Hayoloh! Hahaha.

Kenapa ya rasanya tangan nggak mau lepas dari si gadget ini? Padahal kan gara-gara gadget juga kita jadi nggak fokus belajar. Kita sudah terlalu terbiasa menggunakan gadget sejak lama dan terlalu nyaman dengan segala fitur yang ada. Nah ini sih pengalamanku sendiri aja dari sepuluh tahun lalu sampai hari ini.

Jaman masih TK, sekitar tahun 2005, aku nggak kenal yang namanya smartphone. Emang belum ada! Di rumah, yang punya ponsel cuma papa, itu pu ponsel nokia 3600. Layarnya masih kuning, paling banter aku pinjem buat main games snake. Itu sudah bersyukur banget lho! Jaman sekarang beda lagi, adikku dari kelas 2 SD sudah punya tablet. Main gamesnya juga game download dari playstore. Hasilnya, adikku jauh kenal gadget lebih dini dibanding aku.

Teknologi mungkin nggak cuma gadget, tapi aku bercerita tentang teknologi yang dekat dengan diriku sendiri. Memang gadget ini juga nggak cuma smartphone, tapi laptop, dan segala hal yang bersangkutan dengan dunia internet pun masuk.

Sekarang apapun serba mudah, mau makan tinggal telepon layanan delivery order. Mau pergi, ada aplikasi Go-Jek. Mau belanja tanpa capek keliling toko, ada online shop bertebaran di seluruh penjuru dunia maya. Mau cari buku, banyak ebooknya juga. Mau baca berita, banyak portal online. Udah deh, kita tingga duduk manis di depan laptop atau ponsel, semua bisa kita dapetin.



Gadget emang banyak banget fungsinya, selain bikin kita melek teknologi, gadget juga memudahkan segala kegiatan kita. Saat ini, semuanya sudah menggunakan teknologi, terlebih gadget semacam smartphone ini mudah banget dibawa kemana-mana.

Kelebihan memang selalu disertai dengan kelemahan nih, gaes. Di dunia ini nggak ada yang sempurna. Otomatis, gadget pun punya sisi yang kurang baik bagi kita. Contohnya, untuk penyampaian informasi tentunya seringkali mengalami kebauran, atau berita yang tidak sesuai fakta, terjadinya penipuan pada sejumlah online shop. Parahnya, gadget bisa bikin kesehatan kita menurun karena terlalu sering terpapar radiasi dari layar ponsel atau laptop, dan kesehatan jempol juga. Nggak Cuma itu, gadget bisa bikin kita anti sosial. Inget dong kalimat, “Mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat”? Ini nih yang patut diwaspadai.

Semoga kita menjadi generasi yang menciptakan dan memanfaatkan teknologi sesuai pada tempatnya.

Purwokerto, 15 Desember 2015. 21:27.

24 comments:

  1. Yang lebih bahaya kalau kedepannya nanti rupa manusia jadi bongkok semua, karena kelamaan nunduk melototi HP. :))

    ReplyDelete
  2. Yang lebih bahaya kalau kedepannya nanti rupa manusia jadi bongkok semua, karena kelamaan nunduk melototi HP. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak. Bongkok kayak manusia purba. Hahaha

      Delete
  3. aku juga gadget addict, sering nyari2 hp kalo pas bangun tidur. pernah ditegur temen juga karena makan masih pegang hp. padahal pas itu lagi urgent, aku nunggu email dari agensi untuk artikel berbayar di blog. jadi sebenernya ada alasan juga memakai gadget dalam waktu lama, karena emang nyari duitnya dari sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sebenernya gadget kan emang ngasih manfaat, tapi ada juga dampaknya. Ya pinter2nya kita aja sih ya :D

      Delete
  4. Replies
    1. Hahaha kayaknya hampir semua orang jadi gadget addict sekarang kak. Wkwk

      Delete
  5. harus pinter-pinter ajah kita ya mbak :)

    ReplyDelete
  6. kok tiap foto bajunya sama? (gagal fokus)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nganu mbak... Ini fotonya satu tempat dan satu waktu :D

      Delete
  7. Xixxi.. jadi gadget addict sih banyak serunya, banyak hal baru. asal ga salah liat jalan...*eh

    ReplyDelete
  8. Wah itu pemandangannya keren pisan mbak :D

    ReplyDelete
  9. Sekarang ini gadget bergeser menjadi kebutuhan primer bahkan mengalahkan beras. bayangkan 6 tahun saja jd sepeerti ini, bagaimana 6 tahun ke depan?

    ReplyDelete
  10. Syukur2 kalau penggunaannya hanya dirumah / saat sendiri. Kalau lagi ngumpul, mending jauh2 dari gadget deh.. Hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi mengganggu kebersamaan ya kalo masing2 pegang gadget :D

      Delete
  11. aku sering dimarahi ortu, dimanapun hape di tangan mulu, apalagi pakai senyum - senyum sendiri :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati-hati mbak. Itu gejala aneh akibat gadget :D

      Delete
  12. duuuuuh, saya termasuk orang yang sulit jauh dari gadget nih mbak -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mbak coba dilatih supaya jauh dari gadget wkwk

      Delete
  13. Kalau dosennya kekinian, pasti tahulah gerak-gerik mahasiswanya yang lagi ubrek2 tas dan yang dicari henpon :D
    btw..jangan kelamaan nunduk mbak, nanti gak bisa mendongak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah dosennya yang main hape kak :D
      Mendongak ke atas supaya berdoa :D

      Delete