Akhirnya, Aku Punya Mata Baru

Cerita sebelumnya Operasi Mata Mengubah Duniaku.

“Mbak Afrianti, nanti operasi tanggal 26 ya di ruang O.K,” kata suara di ujung telepon.

Nggak bisa dimajuin, Mbak tanggalnya?”

“Nanti coba saya tanyakan dulu ya ke dokternya.”

Kemudian aku menjadi galau. Seharusnya memang aku senang karena minggu depan akan operasi dan penglihatanku akan kembali “normal”. Sayangnya sehari sebelum tanggal operasi yang suster bilang tadi, aku harus sudah kembali ke perantauan. Ah, bimbang memang. Namun, pada akhirnya aku bisa melakukan operasi pada tanggal 21 Agustus di rumah sakit yang berbeda.

Pra operasi. Pengecekan kekuatan bola mata.

Memasuki ruang operasi tidak setegang yang aku bayangkan. Mungkin aku memang suka rumah sakit. Hal pertama yang aku lakukan di ruang operasi adalah menunggu giliran. Sebelumnya aku berganti baju operasi yang berwarna hijau. Rasanya ingin kubawa pulang saja baju itu kalau boleh. Hahaha. Sayangnya tidak diizinkan pastinya.

Kukira ruang operasi itu menyeramkan. Saat aku masuk ke sana, lagu Geisha yang berjudul Lumpuhkan Ingatanku bergaung. Wah, seperti masuk ruang dokter biasa. Di dalam runag tersebut sudah ada 2 dokter (laki-laki dan perempuan, dokterku yang perempuan) dan 3 perawat.

“Udah siap?” ucap dokterku. Aku menggangguk, meskipun muncul sedikit kengerian karena mataku akan ‘diobrak-abrik’ nantinya.

Pertama dokterku memasang oksigen yang rasanya dingin seperti dapat tambahan oksigen. Hahaha. Ya, aku baru sekali itu sih menggunakan oksigen. Kemudian dokter laki-lakinya malah bertanya padaku, “Usianya berapa?” Kujawab 20 tahun. “Yah, beda dikit lah sama saya. Gapapa masih 20 tahun pake kacamata plus.”

Oh, ya, sesungguhnya ini operasi mata yang bukan seperti biasanya. Kalau salah satu temanku melkaukan operasi lasik, aku menggunakan semacam operasi katarak. Ya, kalau bisa dibilang sih operasi tanam lensa. Jadi, memang lensa mataku diganti oleh lensa buatan. Oleh karena itulah minus mataku menghilang, tapi timbul plus.

Selama operasi, lagu-lagu di ruangan terus berganti. Aku sendiri sudah mulai tegang ketika dokterku memasang semacam plastic untuk menutupi mataku, namun mataku harus tetap terbuka. Ya iya lah, gimana ceritanya operasi mata, tapi matanya tertutup? Fyi, aku hanya bius lokal. Jadi, dokterku ngajak ngobrol pun aku masih denger dan sadar sepenuhnya.

Beberapa kali mataku ditetesi semacam cairan yang bikin mata jadi dingin. Dokterku sih nyebutnya “visco”. Rasanya sih mau deh pake itu terus. Adem! Ternyata itu adalah salah satu obat bius, supaya mataku nggak terasa sakit waktu selaput tipisnya dibuka. Dan memang sama sekali nggak terasa sakit.

Rasa sakitnya ada ketika lensa mataku diambil dari tempatnya. Duh, bayanginnya aja ngeri. Aku sempat bilang sama dokterku kalau aku merasa sakit. Dan dokterku menjawab dengan santainya, “Iya, mbak. Ini kan alatnya masuk ke mata.” OMG, mataku diapain. Huhuhu. Dan perlu kalian ketahui, bunyi alatnya itu kedengeran jelas kayak bunyi bor tapi halus banget. Mungkin itu kayak semacam penyedot lensa. Beberapa kali dokterku bilang sama dokter yang satunya begini, “Kok ini lensanya nggak mau kesedot sih?” Dan aku semakin tegang.

Setelah lensaku berhasil disedot oleh alat itu, giliran memasukkan lensa baru ke mataku. Akhirnya…. Rasanya seperti kelilipan bulu mata. Ya persis kayak gitu. Dan… semuanya selesai pada waktunya. Ternyata operasi mata cuma sekitar 20 menit. Dan, minus mataku sudah hilang. Awalnya mataku terasa ada yang mengganjal karena masih baru. Mataku juga tidak diperbolehkan terkena air selama tiga hari dan harus menggunakan kacamata hitam jika terkena matahari. Tak lupa aku diberikan obat tetes yang membantu memperpulih mataku.

Pasca operasi, matanya masih bengkak


Aku punya mata baru, gaes! Meskipun sekarang jadi rabun dekat (+1). Jadi susah lihat dekat, tapi gampang lihat jauh. Ya sudahlah, disyukuri saja. Semoga ini bisa jadi pelajaran, supaya selalu menjaga kesehatan mata. By the way karena aku ganti lensa, kenapa aku nggak minta lensa yang warna biru aja ya? Biar kayak orang luar negeri. Hahaha.

Purwokerto, 26 November 2015. 15:54.
Habis keujanan. Untung kamar enggak bocor.

Comments

  1. Semoga ke depannya nga perlu operasi ya mba.. Dengernya sedikit ngeri.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)