Wednesday, October 28, 2015

Kepada Rasa Kecewa Kemarin Malam

Silakan diam untuk membaca tulisan ini.

Tulisan ini mungkin tidak begitu berarti bagimu dan bagi kalian. Apalagi untuk kalian yang tidak ingin tahu, silakan klik tombol (x) pada tab kalian. Ini memang untuk dibaca, tapi untuk yang mau tahu atau mungkin kepo.

Aku ingin berbicara tentang rasa kecewa yang mampir hampir tengah malam kemarin. Rasanya aku tidak lagi ingin kemana-mana. Aku hanya ingin berdiam tanpa suara, nyenyak dalam gelap dan desing kipas angin. Aku ingin begitu, teman. Beberapa menit kemudian, aku tidak bisa melakukannya. Ada sesak yang menjalar di dadaku, di dalamnya. Seperti orang kehabisan nafas. Kemudian... aku menangis.

Kata orang, menangis itu cukup untuk menghilangkan beban. Benar, bebanku sebagian hilang. Sebagian lagi mengendap untuk keesokan paginya; hari ini.

Malam itu aku bertanya pada seseorang dan ia pun menjawab, "Iya, kamu suka ngeyel." Jawaban singkat, tetapi padahal bukan itu sebenarnya permasalahanku. Aku bertanya seperti itu sejujurnya hanya untuk menghindar dari pertanyaan lanjutan darinya. Paginya dia bertanya, "Kemana? Aku bales lagi malah nggak bales." Aku hanya tertawa.

Ya, kembali ke rasa kecewa malam kemarin.
Bukankah kekecewaan itu harusnya diutarakan? Aku tidak bisa. Tidak pernah bisa. Padahal sering kali aku ingin melakukan hal itu; dan aku kesulitan. Rasa kecewa itu terlanjur muncul ketika kalian tak sedikitpun sadar bahwa aku ingin ikut "something" yang kalian datangi. Kalian tahu aku sungguh sangat gemar melakukan hal ini, hampir setiap hari. Tetapi kalian tidak ada yang sadar untuk mengajakku.

Mungkin salahku tidak merengek ikut ke tempat kalian berada, tapi... ah sudahlah memang ini salahku.

Rasa kecewa itu pun sudah hilang hari ini. Mungkin masih tersisa sedikit dan membuatku kembali jenuh dengan berbagai hal di sana. Sekian.

Afrianti Eka Pratiwi
Kamar Kos, 28 Oktober 2015. 23:40.
Habis jalan-jalan sendirian tadi.

2 comments:

  1. Sabar ya kak.... wajar manusia punya rasa kecewa tapi jangan disimpan dalam dalam. biarkan dia menguap bersama udara dan terbang jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sudah menguap lho. :D
      Sudah jadi si ceria lagi. Hehehe

      Delete