Operasi Mata Mengubah Duniaku

Gaes, kalian tahu dong mata minus atau rabun jauh? Nah, ini adalah penyakit mata dimana mata tidak bisa melihat benda-benda jauh atau bisa dibilang jarak pandangnya terbatas, biasanya disebut miopi kalau bahasa kedokterannya. Oleh sebab itu, mata minus dibantu dengan menggunakan kacamata agar bisa melihat normal. Tapi nih, nggak semua mata minus itu bakal sembuh saat udah memakai kacamata, lho. Jadi, perlu diingat ya, kacamata itu bukan obat, melainkan hanya membantu penglihatan.

Nah, kenapa sih aku membicarakan mata minus? Karena aku mengalaminya. Hampir 8 tahun aku mengalami mata minus dan terpaksa menggunakan kacamata. Seperti kalian tahu sendiri, penggunaan kacamata juga membatasi ruang gerak. Kalau minus mata masih rendah, mungkin bisa tidak menggunakan kacamata, namun minus mata yang tinggi membuatku harus menggunakan kacamata setiap hari.

Ya, pertama kali aku merasakan ada yang tidak beres dengan mataku adalah ketika masuk SMP. Saat itu aku tempat duduk di kelas selalu rolling. Sehingga aku merasakan tulisan di papan tulis menjadi kabur ketika duduk di belakang. Nah, akhirnya aku bilang pada papa kalau aku tidak bis amelihat tulisan secara jelas. Kemudian papaku inisiatif untuk memeriksakan mataku di optik terdekat. Mengejutkan! Saat diperiksa mata kiriku -3,75, sedangkan mata kananku -1,25. Sungguh angka yang fantastis untuk anak usiaku.

Foto saat SMP. Aku yang sebelah kiri berkacamata.

Demikian hidupku mulai berjalan dengan menggunakna kacamata. Pada waktu itu, tidak terlalu banyak teman-temanku yang menggunakan kacamata. Sehingga timbullah perasaan malu sekaligus bangga pada diriku. Malu karena usia masih muda, tapi sudah memakai kacamata. Bangganya karena image anak pintar biasanya melekat pada orang yang menggunakan kacamata.

Tiga tahun berlalu, setelah lulus SMP aku tidak juga mengganti kacamataku karena dirasa masih enak untuk dipakai walaupun aku yakin ada penambahan minus di mataku. Untuk kalian ketahui, kacamata itu tidak menyembuhkan, malah bisa jadi merangsang untuk minus itu bertambah. Saat itu aku masih optimis bahwa minusku bisa sembuh karena mendengar cerita salah satu guruku yang juga minus matanya hilang hanya dengan meminum jus wortel secara rutin. Ini dia salah satu kelemahanku, aku bukan penggemar sayuran, apalagi wortel. Apa rasanya minum jus wortel? -_-

Sekali waktu aku mencoba membuat jus wortel, mama sih yang bikin, dan hasilnya… rasanya aneh. Aku tidak suka. Tetapi demi kesembuhan mata, aku paksakan meminumnya. Hingga akhirnya tidak ada perubahan apapun pada mataku kecuali minus yang semakin bertambah. Bagaimana aku bisa tahu minusku bertambah? Jelas, penglihatanku sudah semakin buram dengan atau tanpa kacamata.

Kira-kira pertengahan kelas 2 SMA, papaku berinisiatif membawaku ke dokter spesialis mata. Hasilnya makin mengejutkan. Minusku benar-benar bertambah. Mata kiri menjadi -5, mata kanan -3. Kacamata baru, Gaes! Duniaku jadi bening kembali meskipun dengan kacamata.
---

Penglihatan jelas itu tidak bertahan lama. Dokter mataku menjelaskan untuk kontrol setiap 6 bulan sekali. Aku menurutinya. Aku periksa kembali ketika duduk di kelas 3 SMA, dan banyak hal mengejutkan lagi; minusku bertambah tinggi. Mata kiri menjadi -7 dan mata kanan -6. Benar-benar ada yang salah dengan pola penggunaan mata sepertinya.

Kemudian kembali ke rumah sakit menjadi seperti sebuah trauma. Ada kesedihan yang kompleks terbangun setiap pulang dari rumah sakit; aku mengecewakan, menghabiskan uang orangtua hanya karena pola penggunaan mataku yang tidak sesuai. Sungguh menyedihkan. Aku menyesalinya.

Sampai aku berniat ingin minum jus wortel setiap hari dan mengurangi penggunaan ponsel. Intinya aku mengurangi segala aktivitas yang mampu membuat mataku lelah. Tapi nyatanya, hal itu hanya terjadi beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit.

Memasuki dunia kuliah tentu saja aku harus jauh dari orangtua. Perihal mataku masih bisa diatasi dengan bantuan kacamata. Hampir setiap liburan kuliah pasti aku berkunjung ke dokter mata. Dan minusku selalu bertambah dalam rentang 6 bulan. Mata kiriku menjadi -9 dan mata kanan -7. Dokterku cukup heran dengan peningkatan yang begitu parah dan signifikan. Hingga tercetuslah wacana bahwa aku akan dioperasi. Nah, untuk operasi ini pasti harus menungguku libur panjang. Dan operasi itu berjalan tepat di liburan semester 4.

Bersambung…

Comments

  1. Replies
    1. Sudah operasi mas. Tinggal ceritanya aja belum diposting. Hehehe.

      Delete
  2. Mataku sekarang udag gak tau minus berapa -_- jaman awal kuliah minus 2, sekarang entah berapa. Jadi pengin operasi lasik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba diperiksa aja ke dokter mas. Nanti juga disaranin sama dokternya mau operasi atau engga.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)